Akhirnya! Pemerintah Akui Kerusakan Lingkungan Perparah Bencana Banjir Sumatra

Bangun Santoso

Rabu, 03 Desember 2025 | 22:35 WIB
Akhirnya! Pemerintah Akui Kerusakan Lingkungan Perparah Bencana Banjir Sumatra
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Antara)
baca 10 detik
  • Pemerintah mengakui kerusakan lingkungan akibat pembalakan liar memperparah bencana banjir di Sumatera yang menewaskan lebih 800 korban.
  • Sekretaris Kabinet dan Kapolri menegaskan investigasi serius terhadap penyebab bencana serta asal-usul ribuan kayu gelondongan.
  • Satgas PKH diturunkan untuk menyelidiki dugaan pembalakan liar di hulu sungai menggunakan bantuan analisis citra satelit.

Suara.com - Di tengah duka mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera yang telah merenggut lebih dari 800 korban jiwa, sebuah pengakuan penting akhirnya datang dari pemerintah.

Bukan hanya cuaca ekstrem, kerusakan lingkungan diakui menjadi faktor krusial yang memperparah skala bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sorotan utama kini tertuju pada temuan ribuan ton kayu gelondongan berukuran raksasa yang tersapu arus deras, menguatkan dugaan adanya praktik pembalakan liar masif di hulu sungai.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap fakta ini. Seiring dengan operasi penyelamatan korban yang menjadi prioritas utama, investigasi serius terhadap kerusakan lingkungan kini menjadi agenda mendesak.

"Seiring dengan evakuasi dan penanganan korban yang menjadi fokus utama pemerintah, jadi penyebab bencana ini menjadi perhatian juga dan selain faktor cuaca ekstrem, tentunya ada faktor kerusakan lingkungan yang memperparah bencana, dan ini terus ditelusuri secara serius," kata Teddy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

"Pemerintah melakukan evaluasi dan investigasi secara menyeluruh terkait bencana ini," tambah Teddy sebagaimana dilansir Antara.

Sinyal keseriusan pemerintah untuk membongkar 'dosa ekologis' ini diperkuat oleh langkah cepat Kepolisian Republik Indonesia. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk mengusut tuntas asal-usul kayu-kayu tersebut.

Sebuah tim gabungan akan segera dibentuk untuk melakukan penyelidikan mendalam. Kapolri memastikan proses hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu jika ditemukan adanya pelanggaran.

"Besok (Kamis, 4/12), kami akan melaksanakan rapat bersama untuk menurunkan tim gabungan guna melakukan proses penyelidikan terkait peristiwa yang terjadi. Tentunya jika ada pelanggaran hukum, kita proses," kata Kapolri.

baca juga

Langkah serupa juga datang dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Menko PMK Pratikno mengungkapkan bahwa Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah diterjunkan langsung ke lapangan.

Dengan bantuan teknologi citra satelit, satgas akan melacak dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pembalakan liar tersebut.

"Satgas Penertiban Kawasan Hutan sudah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu yang banyak terbawa arus banjir. Pemerintah terus menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran melalui analisis citra satelit," katanya.

Banjir bandang yang menerjang tiga provinsi di Sumatera sejak Selasa, 25 November 2025, telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Berdasarkan data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari Rabu, jumlah korban jiwa telah mencapai 804 orang, sementara 634 lainnya masih dalam pencarian.

Temuan kayu-kayu yang sebagian besar tampak dipotong rapi menggunakan mesin menjadi bukti visual yang menyakitkan, menunjukkan bagaimana kerakusan manusia dapat mengubah fenomena alam menjadi bencana kemanusiaan yang dahsyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PMK Bantah Penjarahan Beras di Sibolga: Bantuan untuk Warga Banjir, Bukan Kerusuhan

Menteri PMK Bantah Penjarahan Beras di Sibolga: Bantuan untuk Warga Banjir, Bukan Kerusuhan

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 17:40 WIB

Ancaman Serius KLHK, Pemda Perusak Lingkungan Bakal 'Dihukum' Sanksi Berlapis

Ancaman Serius KLHK, Pemda Perusak Lingkungan Bakal 'Dihukum' Sanksi Berlapis

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 17:22 WIB

Banjir Sumatra Jadi Petaka, KLHK 'Obrak-abrik' Izin, Bakal Panggil Perusahaan Pekan Depan

Banjir Sumatra Jadi Petaka, KLHK 'Obrak-abrik' Izin, Bakal Panggil Perusahaan Pekan Depan

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 17:15 WIB

Pakai Citra Satelit, Pemerintah Buru Terduga di Balik Kayu Gelondongan Banjir Sumatra

Pakai Citra Satelit, Pemerintah Buru Terduga di Balik Kayu Gelondongan Banjir Sumatra

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 17:07 WIB

PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Pernah Ditutup Gus Dur, Disorot Imbas Banjir Sumatera

PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Pernah Ditutup Gus Dur, Disorot Imbas Banjir Sumatera

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 16:37 WIB

Waspada! Ratusan Pengungsi Banjir Sumatra Diserang Demam, Ini Biang Keroknya

Waspada! Ratusan Pengungsi Banjir Sumatra Diserang Demam, Ini Biang Keroknya

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 15:53 WIB

Tragedi Banjir Sumbar: 161 Jenazah Dikenali, Puluhan Lainnya Masih 'Tanpa Nama', Mayoritas Anak-anak

Tragedi Banjir Sumbar: 161 Jenazah Dikenali, Puluhan Lainnya Masih 'Tanpa Nama', Mayoritas Anak-anak

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 15:39 WIB

Terkini

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:25 WIB

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

×