Peran Gereja Jadi 'Benteng' Masyarakat Adat di Konflik Panas Bumi Manggarai Tuai Pujian

Bangun Santoso

Minggu, 07 Desember 2025 | 08:05 WIB
Peran Gereja Jadi 'Benteng' Masyarakat Adat di Konflik Panas Bumi Manggarai Tuai Pujian
Ahli Pembangunan dari universitas ternama Amerika Serikat, Cornell University, Timothy Ravis. (Ist)
baca 10 detik
  • Pengamat politik Boni Hargens mengapresiasi Gereja Katolik Flores karena menolak proyek geothermal dalam diskusi di Jakarta pada 6 Desember 2025.
  • Boni menyatakan bahwa proyek panas bumi di Manggarai Raya memicu polarisasi serta dikhawatirkan merusak sektor pertanian dan sumber air bersih.
  • Boni menyebut bosisme lokal mengendalikan kepala daerah dan menyarankan penguatan partisipasi publik serta penegakan hukum untuk mengatasinya.

Suara.com - Peran Gereja Katolik di Flores, khususnya di Manggarai Raya, dalam menyuarakan kepentingan publik kembali mendapat sorotan tajam.

Pengamat politik senior Boni Hargens, secara terbuka mengapresiasi sikap Gereja yang dinilainya konsisten menjadi garda terdepan dalam membela masyarakat adat, terutama dalam polemik panas bumi (geothermal) yang terus memanas.

Menurut Boni, Gereja telah menjelma menjadi salah satu aktor kunci yang tidak hanya mengawal, tetapi juga berani menentang kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil. Sikap ini menjadi penyeimbang krusial di tengah kompleksitas pembangunan daerah.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara utama dalam diskusi publik bertajuk 'Mengevaluasi Logika Pembangunan di Manggarai: Tradisi Lokal Vs Politik Korup' di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta, pada Sabtu (6/12/2025).

Acara yang dihelat oleh Teras Literasi Nusa Tenggara Timur itu juga menghadirkan narasumber kompeten lainnya, seperti Analis Politik Senior Boni Hargens, Peneliti Senior Formappi Lucius Karus, dan Direktur Eksekutif KPPOD Herman Suparman.

Boni menyoroti sikap tegas Gereja Katolik di Flores terkait proyek geothermal sebagai bukti nyata keberpihakan tersebut. Ia merujuk pada surat gembala prapaskah yang dikeluarkan oleh para uskup se-Flores pada Maret 2025.

Surat itu, kata dia, secara eksplisit menyerukan pertobatan ekologis dan menolak proyek geothermal karena dinilai tidak selaras dengan konteks geografis Flores yang kaya akan gunung, bukit, dan memiliki sumber air terbatas.

Proyek raksasa itu dikhawatirkan dapat memicu dampak destruktif pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan tatanan kehidupan sosial masyarakat.

Meski begitu, ia juga memaparkan realitas di lapangan yang tidak hitam-putih. Ia memahami bahwa di setiap rencana pembangunan, selalu ada pro dan kontra.

baca juga

Bahkan di dalam komunitas adat yang terdampak langsung, terjadi polarisasi antara kelompok yang mendukung dan yang menolak proyek panas bumi, masing-masing dengan argumentasinya sendiri.

"Ketika Anda pergi ke kampung lokasi geotermal, seperti Wae Sano, Wewo, Poco Leok, ada orang-orang yang pro, dan ada orang-orang yang kontra. Di beberapa tempat ada yang lebih kontra, di beberapa tempat ada yang lebih pro. Saya mengerti mengapa orang-orang menolak, dan saya mengerti mengapa orang-orang mendukung geotermal. Dan saya pikir kedua-duanya sangat berani dalam usaha mereka untuk melakukan hal yang menurut mereka benar," beber dia.

Akar Masalah: Cengkeraman Bosisme Lokal

Boni Hargens juga menyoroti akar masalah yang lebih dalam, yakni fenomena "bosisme lokal" yang menurutnya menjadi biang kerok carut-marutnya pembangunan di Manggarai Raya.

Para bos lokal ini, kata Boni, mengkooptasi proses pembangunan demi keuntungan pribadi dan kroni mereka.

"Berdasarkan penelitian saya sejak tahun 2005, di berbagai daerah termasuk di Manggarai, bos-bos lokal ini sudah mulai mengendalikan pembaharuan sejak proses politik Pilkada. Dengan berbagai sumber daya yang mereka miliki, baik itu sumber daya ekonomi, politik, birokrasi bahkan sosial budaya, bos-bos lokal ini mengatur kepala daerah yang akan menang di proses pilkada. Setelah menang, mereka mengendalikan Bupati dalam proses pembangunan," jelas Boni.

Melawan cengkeraman bosisme ini diakui tidak mudah. Boni pun menawarkan dua langkah strategis: penguatan partisipasi publik yang bermakna dan penegakan hukum tanpa pandang bulu.

"Kelompok masyarakat baik itu gereja, kelompok adat, media, dan mahasiswa harus memperkuat partisipasi dalam kebijakan-kebijakan publik termasuk proses pembangunan. Harus mengontrol jalannya pemerintahan dengan suara-suara kritis dan diskusi hari ini merupakan salah satu bentuk partisipasi bermakna dan diharapkan diteruskan ke depannya," imbuh Boni.

"Begitu juga dengan penguatan penegakan hukum sehingga bupati-bupati atau pejabat daerah yang diduga terlibat kasus hukum, harus ditindak secara tegas. Jadi, kombinasi penguatan partisipasi bermakna dan penegakan hukum, bisa membuat para Kepala daerah, pejabat daerah, elite politik lokal dan para pengambil keputusan di level lokal, benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat termasuk di Manggarai Raya," Boni Hargens menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perayaan Natal Tiberias 2025

Perayaan Natal Tiberias 2025

Foto | Minggu, 07 Desember 2025 | 06:00 WIB

Bukan Sekadar Gereja: Inilah 'Rumah Bunda' di Lereng Gunung Wilis yang Menawarkan Kedamaian Batin

Bukan Sekadar Gereja: Inilah 'Rumah Bunda' di Lereng Gunung Wilis yang Menawarkan Kedamaian Batin

Lifestyle | Jum'at, 28 November 2025 | 17:18 WIB

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Mengundurkan Diri

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Mengundurkan Diri

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 14:04 WIB

IESR: Data Center dan AI Harus Didukung Listrik Bersih, Geothermal Jadi Pilihan

IESR: Data Center dan AI Harus Didukung Listrik Bersih, Geothermal Jadi Pilihan

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 13:08 WIB

Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Tembus 80 Persen, Siap Beroperasi Agustus 2026

Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Tembus 80 Persen, Siap Beroperasi Agustus 2026

Foto | Rabu, 26 November 2025 | 18:19 WIB

Brasil Minta Duit Miliaran Dolar Buat Jaga Hutan, tapi Izin Tambang Jalan Terus

Brasil Minta Duit Miliaran Dolar Buat Jaga Hutan, tapi Izin Tambang Jalan Terus

News | Jum'at, 21 November 2025 | 15:34 WIB

Gen Z dan Masyarakat Adat Ngamuk, Kepung KTT Iklim COP30 di Brasil: Apa Alasannya?

Gen Z dan Masyarakat Adat Ngamuk, Kepung KTT Iklim COP30 di Brasil: Apa Alasannya?

News | Kamis, 20 November 2025 | 11:50 WIB

Terkini

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

×