Akademisi UGM Kritik Keras Kebijakan Pangan Prabowo-Gibran: Hukum dan HAM Diabaikan

Vania Rossa

Selasa, 09 Desember 2025 | 15:33 WIB
Akademisi UGM Kritik Keras Kebijakan Pangan Prabowo-Gibran: Hukum dan HAM Diabaikan
Konferensi Nasional Hak atas Pangan dan Gizi 2025. (Suara.com/Safelia)
baca 10 detik
  • Konferensi FIAN Indonesia pada Desember 2025 mengkritik kebijakan pangan Prabowo-Gibran karena mengabaikan HAM dan konstitusi.
  • Dr. Herlambang UGM menyoroti proyek strategis tetap berjalan meski ada krisis ekologi dan penanganan bencana kurang memadai.
  • Program Makan Bergizi Gratis dikaitkan dengan represi dan penahanan 959 pemuda pasca demonstrasi kenaikan pajak daerah.

Suara.com - Konferensi Nasional Hak Atas Pangan dan Gizi 2025 yang diselenggarakan FIAN Indonesia pada Selasa (9/12/2025) diwarnai kritik tajam terhadap arah kebijakan pemerintahan Prabowo–Gibran.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Herlambang P. Wiratraman, menilai kebijakan pangan nasional saat ini berjalan beriringan dengan pengabaian terhadap hukum, konstitusi, dan hak asasi manusia (HAM).

Dalam konferensi bertema “Mewujudkan Pemenuhan Hak Atas Pangan di Indonesia dalam Kebijakan Pangan Pemerintahan Prabowo–Gibran”, Herlambang membedah kompleksitas tantangan yang kini dihadapi gerakan masyarakat sipil.

Ia menilai, berbagai proyek strategis pemerintah cenderung tetap berjalan meski menuai kritik luas. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari relasi kuasa yang memungkinkan segelintir pihak meraih keuntungan besar.

“Dia jalan terus, hukum tidak dipakai, konstitusi tidak dijalankan, hak asasi manusia dianggap tidak penting,” ujar Herlambang.

Dalam kondisi tersebut, Herlambang menegaskan tidak ada strategi tunggal untuk melakukan perlawanan. Namun ia menyerukan agar sisa-sisa kekuatan masyarakat sipil dilipatgandakan guna membangun kesadaran baru, terutama di kalangan anak muda yang masa depannya sedang dipertaruhkan.

Sebagai contoh, Herlambang menyinggung krisis ekologi yang terjadi di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera. Ia menilai eksploitasi besar-besaran dan praktik deforestasi telah memicu bencana mematikan, namun tidak diiringi dengan penanganan yang serius dari negara.

“Bencananya mematikan dan tidak ada proses penanganan. Anggaran BNPB sangat kecil, seperempat dari tanggung jawab pemerintah yang seharusnya menjadikan ini bencana nasional,” tegasnya.

Ironisnya, di saat ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan rekonstruksi, narasi yang dibangun pemerintah justru berlawanan.

baca juga

“Alih-alih bicara soal penyelamatan, yang terjadi justru membanggakan produk sawit. Ini pukulan telak yang harus dilawan balik,” tambahnya.

Poin krusial lain yang disoroti Herlambang adalah keterkaitan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meningkatnya represi terhadap masyarakat sipil. Ia menjelaskan, sentralisasi fiskal yang dibutuhkan untuk mendukung program tersebut berdampak pada kenaikan pajak daerah, yang kemudian memicu gelombang protes publik.

Protes tersebut, lanjutnya, terlihat dalam aksi-aksi di Pati serta unjuk rasa besar di Jakarta pada 28–30 Agustus lalu.

“Tidak ada makan siang gratis. Karena sentralisasi fiskal, pajak daerah dinaikkan, protes terjadi, dan menimbulkan banyak korban,” ujarnya.

Herlambang mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat 959 orang yang ditahan di kepolisian pasca-gelombang protes tersebut.

“MBG ada urusannya dengan 959 anak muda yang sedang ditahan. Bagaimana menjelaskan ini? Kita mengawal advokasinya, itulah refleksi bersama kita,” katanya.

Menutup pernyataannya, Herlambang mengajak seluruh elemen gerakan masyarakat sipil untuk menelusuri kembali relasi-relasi yang terputus serta menghidupkan kembali pengetahuan yang hilang sebagai kekuatan perlawanan.

“Saya tidak bisa mengusulkan sesuatu yang langsung berdampak besar, tapi mulailah dari menyisir relasi yang terputus. Karena kita tahu pemerintah tidak sungguh-sungguh berkomitmen menyelamatkan nyawa warganya sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FIAN Indonesia Nilai Setahun Pemerintahan Prabowo Gibran, Hak Atas Pangan Belum Jadi Prioritas

FIAN Indonesia Nilai Setahun Pemerintahan Prabowo Gibran, Hak Atas Pangan Belum Jadi Prioritas

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:08 WIB

Panggul Beras Menteri Zulhas Disorot, Apa Tugas Menko Pangan?

Panggul Beras Menteri Zulhas Disorot, Apa Tugas Menko Pangan?

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 11:49 WIB

Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Turun setelah Berhari-hari Melonjak

Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Turun setelah Berhari-hari Melonjak

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 10:56 WIB

Terkini

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:55 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:51 WIB

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:50 WIB

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 09:43 WIB

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:40 WIB

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:34 WIB

×