Ketua Komisi V DPR: Kalau Nggak Mampu, Jangan Malu Minta Bantu Negara Lain Untuk Bencana Sumatra

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 09 Desember 2025 | 19:37 WIB
Ketua Komisi V DPR: Kalau Nggak Mampu, Jangan Malu Minta Bantu Negara Lain Untuk Bencana Sumatra
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. (Suara.com/Bagaskara)
  • Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mendesak pemerintah realistis terkait penanganan bencana Sumatra dengan membuka diri terhadap bantuan internasional.
  • Lasarus menekankan bahwa menunda bantuan internasional demi gengsi dapat berakibat fatal bagi puluhan ribu korban yang kritis.
  • Skala bencana masif menimbulkan kesulitan mobilisasi alat berat di medan sulit, melampaui kapasitas penanganan mandiri pemerintah.

Suara.com - Sebuah desakan datang dari pimpinan Parlemen di tengah upaya penanganan bencana dahsyat yang melumpuhkan sebagian wilayah Sumatra. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta pemerintah untuk menanggalkan gengsi dan bersikap realistis dengan kondisi di lapangan.

Jika memang sudah di luar batas kemampuan, ia meminta pemerintah untuk tidak malu membuka pintu bagi bantuan internasional terkait bencana banjir Sumatra.

Menurutnya, pertaruhan saat ini terlalu besar: nyawa puluhan ribu korban selamat yang kondisinya kian kritis di tengah isolasi dan keterbatasan logistik.

Menunda bantuan demi menjaga citra kemandirian bangsa dinilai sebagai sebuah kesalahan fatal yang bisa menambah panjang daftar korban jiwa.

Lasarus menegaskan bahwa gengsi sebagai bangsa besar harus dikesampingkan ketika nyawa menjadi taruhan.

"Kalau memang kita nggak mampu, jangan malu minta bantuan negara lain," tegas Lasarus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Pernyataan lugas itu kembali ia perkuat, seolah ingin memastikan pesannya sampai tanpa keraguan sedikit pun kepada pihak eksekutif.

"Iya dong, nggak perlu malu kita. Memang di luar kemampuan kita," sambungnya.

Kekhawatiran politisi PDI Perjuangan ini bukan tanpa alasan. Ia melukiskan kondisi kritis para penyintas yang berhasil selamat dari terjangan banjir dan longsor, namun kini menghadapi ancaman kematian yang berbeda, kelaparan dan penyakit.

Tanpa pasokan makanan dan obat-obatan yang cepat dan masif, nyawa mereka berada di ujung tanduk.

"Yang masih hidup, kalau nggak cepat ditangani juga akan mati. Orang dalam kondisi seperti ini pangan nggak ada, obat-obatan terbatas. Orang sehat saja kalau suplai gizinya kurang dalam waktu lama bisa menimbulkan persoalan baru," ujarnya dengan nada prihatin.

Bagi Lasarus, fokus pemerintah saat ini harus tunggal, yaitu menyelamatkan mereka yang masih bisa diselamatkan, dan menghentikan jatuhnya korban lebih lanjut.

"Stop, sampai yang sudah meninggal saja lah. Yang masih hidup ini kita selamatin semua," sambungnya.

Desakan untuk melirik bantuan asing ini muncul setelah Lasarus berdiskusi intensif dengan berbagai mitra kerja Komisi V yang berada di garis depan penanganan bencana, seperti Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Basarnas.

Dari laporan mereka, terungkap bahwa skala bencana kali ini menghadirkan tantangan logistik yang luar biasa rumit, terutama dalam hal mobilisasi alat-alat berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Desak Kemenhut Ungkap 12 Perusahaan Diduga Pemicu Banjir Sumatra dalam 30 Hari

DPR Desak Kemenhut Ungkap 12 Perusahaan Diduga Pemicu Banjir Sumatra dalam 30 Hari

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 12:49 WIB

Pakar IPB Bongkar Fakta Mengerikan di Balik 'Rudal Kayu' Banjir Bandang Sumatera

Pakar IPB Bongkar Fakta Mengerikan di Balik 'Rudal Kayu' Banjir Bandang Sumatera

Video | Selasa, 09 Desember 2025 | 13:00 WIB

Pelukan Jarak Jauh dari Rantau, 1 Ton Rendang Dimasak untuk Korban Banjir Sumatra

Pelukan Jarak Jauh dari Rantau, 1 Ton Rendang Dimasak untuk Korban Banjir Sumatra

Lifestyle | Selasa, 09 Desember 2025 | 11:31 WIB

Bencana Sumatra Lumpuhkan 52 Daerah, Pemerintah Didesak Segera Aktifkan Transportasi Perintis

Bencana Sumatra Lumpuhkan 52 Daerah, Pemerintah Didesak Segera Aktifkan Transportasi Perintis

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 11:00 WIB

Dasco Jelaskan Nasib Jabatan Bupati Mirwan MS Secara Ketatanegaraan Demokratis

Dasco Jelaskan Nasib Jabatan Bupati Mirwan MS Secara Ketatanegaraan Demokratis

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 09:40 WIB

Nicholas Saputra Dituding Cuek soal Banjir Sumatra, Rekan Beberkan Fakta

Nicholas Saputra Dituding Cuek soal Banjir Sumatra, Rekan Beberkan Fakta

Your Say | Selasa, 09 Desember 2025 | 09:37 WIB

Unit K-9 Polri Jadi Andalan di Medan Sulit Pencarian Korban Banjir Agam

Unit K-9 Polri Jadi Andalan di Medan Sulit Pencarian Korban Banjir Agam

Foto | Selasa, 09 Desember 2025 | 09:00 WIB

Terkini

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:29 WIB

Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis

Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:20 WIB

Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia

Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:12 WIB

AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat

AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:01 WIB

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 09:32 WIB

Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah

Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 09:16 WIB

Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis

Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:29 WIB

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:16 WIB

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:06 WIB

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:57 WIB