Hasto PDIP: Bencana Alam Tak Lepas dari Korupsi SDA dan Mafia Kekuasaan

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 10 Desember 2025 | 07:57 WIB
Hasto PDIP: Bencana Alam Tak Lepas dari Korupsi SDA dan Mafia Kekuasaan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Tim Media PDIP)
baca 10 detik
  • Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengaitkan bencana alam dengan korupsi sumber daya alam di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
  • Ia menekankan korupsi SDA, seperti mafia tambang, memerlukan dukungan kekuasaan dan harus jadi prioritas pemberantasan.
  • Hasto mengingatkan integritas aparat penegak hukum penting, serta perlunya menjaga independensi lembaga peradilan.

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyoroti korelasi erat antara bencana alam yang melanda sejumlah daerah dengan praktik korupsi sumber daya alam (SDA). 

Ia menyebut korupsi di sektor ini sebagai 'pencurian besar' yang melibatkan persekongkolan mafia dan penyalahgunaan kekuasaan.

Hal tersebut disampaikan Hasto dalam Seminar Nasional Refleksi Hari Anti Korupsi Sedunia bertajuk “Antiklimaks Pemberantasan Korupsi dari Persoalan Norma hingga Dampak Ekologis: Korupsi dalam Bencana Alam” di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Ia menegaskan, bahwa mafia tambang dan pembalakan liar (illegal logging) tidak akan bisa beroperasi tanpa adanya bekingan dari pemegang kekuasaan.

“Yang namanya mafia, tidak akan eksis tanpa dukungan kekuasaan. Itulah yang saya paparkan ketika menjadi Deputi Tim Transisi Presiden Terpilih 2014," kata Hasto.

Ia menilai, kerusakan lingkungan yang memicu bencana belakangan ini merupakan dampak dari kebijakan yang salah dan koruptif. Hasto bahkan menyebut hal ini sebagai otokritik bagi semua pihak.

"Apa yang terjadi sangat memprihatinkan kita bersama. Kerusakan ekologis yang menyebabkan banjir dahyat di Aceh, Sumatera Barat, dan kemudian Sumatera Utara tidak terlepas dari kesalahan kebijakan yang diambil oleh pemegang kekuasaan. Ini juga menjadi otokritik kita,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi seharusnya tidak hanya menyasar kasus-kasus kecil, melainkan harus memprioritaskan kejahatan ekologis dan finansial yang merugikan negara secara masif.

“Fokus pemberantasan korupsi harus diarahkan pada kasus-kasus besar, seperti yang kita saksikan dari kerusakan ekologi, kejahatan finansial seperti penggelapan pahak, pemberian ijin-ijin konsesi pertambagan dan pemanfaatan hutan, seperti illegal logging, illegal fishing, hingga tambang ilegal. Itu harus menjadi skala prioritas,” tegasnya.

baca juga

Selain itu, Hasto secara khusus menyoroti integritas aparat penegak hukum. 

Ia mengingatkan bahwa korupsi yang dilakukan oleh penegak hukum adalah bentuk pelanggaran yang paling tidak bisa ditoleransi.

"Termasuk bagi aparat penegak hukum, saya pikir juga perlu disentuh karena yang paling diharamkan itu justru [korupsi] dari aparat penegak hukum. Kita begitu perhatian begitu ada kasus-kasus korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum dan tekanan-tekanan terhadap aparat penegak hukum,” kritik Hasto.

Hasto pun berharap agar independensi lembaga peradilan tetap terjaga dari intervensi pihak manapun.

“Yang penting ke depannya adalah bagaimana tidak boleh ada suatu tekanan-tekanan terlebih kepada lembaga-lembaga peradilan, lembaga-lembaga penegak hukum di dalam menjalankan tugas-tugasnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hasto menyinggung soal political corruption dan upaya PDIP dalam membenahi diri melalui pelembagaan partai.

“PDI Perjuangan terus mendorong pencegahan korupsi melalui pelembagaan Partai, termasuk menghindari penempatan jabatan strategis tanpa politik uang. Kami belum sempurna, namun kami terus berbenah,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menunjuk Hidung Menteri di Balik Bencana Sumatra, Siapa Paling Bertanggung Jawab?

Menunjuk Hidung Menteri di Balik Bencana Sumatra, Siapa Paling Bertanggung Jawab?

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 20:49 WIB

Cerita Hasto Pernah Tolak Tawaran Jadi Menteri: Takut Nggak Tahan Godaan

Cerita Hasto Pernah Tolak Tawaran Jadi Menteri: Takut Nggak Tahan Godaan

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 19:58 WIB

Sepatu Gubernur Aceh Disorot saat Jemput Prabowo Menuju Lokasi Banjir

Sepatu Gubernur Aceh Disorot saat Jemput Prabowo Menuju Lokasi Banjir

Your Say | Selasa, 09 Desember 2025 | 17:35 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×