Prabowo Mau Tanam Sawit di Papua, Anggota Komisi IV DPR Ingatkan Pengalaman Pahit di Berbagai Daerah

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 17 Desember 2025 | 16:13 WIB
Prabowo Mau Tanam Sawit di Papua, Anggota Komisi IV DPR Ingatkan Pengalaman Pahit di Berbagai Daerah
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan. (Dok: DPR)
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menanggapi target swasembada energi Papua melalui sawit.
  • Daniel mengingatkan pemerintah agar ekspansi sawit di Papua tidak menyebabkan kerusakan ekologis permanen.
  • Komisi IV DPR menyarankan intensifikasi lahan sawit eksisting daripada pembukaan hutan baru.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, memberikan tanggapan serius terkait keinginan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Papua mencapai swasembada energi, salah satunya melalui pemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan bakar nabati (BBN).

Meski menyambut baik gagasan tersebut sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi nasional, Daniel mewanti-wanti pemerintah agar ambisi itu tidak dibayar dengan kerusakan lingkungan permanen di Bumi Cendrawasih.

Daniel menegaskan, Komisi IV DPR RI mendukung upaya memaksimalkan produksi energi dalam negeri. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah belajar dari pengalaman pahit di berbagai daerah lain, di mana alih fungsi hutan untuk sawit dan pertambangan justru memicu bencana hidrometeorologi.

“Pengalaman pahit di berbagai daerah—di mana alih fungsi hutan untuk sawit dan pertambangan telah memicu banjir, banjir bandang, dan krisis ekologis—harus menjadi pelajaran serius,” ujar Daniel Johan kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).

Legislator dari Fraksi PKB ini menyoroti kondisi geografis Papua yang sangat spesifik. Ia meminta pemerintah berhati-hati memperhatikan kontur tanah, terutama di wilayah pegunungan dan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Kita tidak ingin pembukaan hutan baru untuk penanaman sawit, apalagi di daerah pegunungan dan jalur DAS. Apabila ini dilakukan, maka akan memicu potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor,” tegasnya.

Daniel menekankan bahwa Papua memiliki peran krusial sebagai “benteng ekologi terakhir” Indonesia dengan fungsi hidrologis yang sangat vital. Papua, menurutnya, tidak boleh dianggap sekadar ruang kosong untuk ekspansi komoditas semata.

“Jika pembukaan hutan dilakukan tanpa kehati-hatian, tanpa perlindungan hutan dan wilayah adat, risiko bencana ekologis yang kini terjadi di Sumatera dan Aceh berpotensi terulang, bahkan dengan dampak yang lebih besar,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, Komisi IV menekankan bahwa pembangunan di Papua harus berbasis kajian lingkungan yang ketat, tata ruang yang jelas, serta perlindungan terhadap masyarakat adat.

Sebagai solusi jalan tengah, Daniel menyarankan pemerintah fokus pada intensifikasi atau memaksimalkan potensi lahan sawit yang sudah ada, ketimbang membuka hutan perawan di Papua.

Ia memaparkan data bahwa Indonesia memiliki potensi lahan sawit eksisting lebih dari 16 juta hektare.

Selain itu, pemerintah dapat memanfaatkan lahan-lahan bermasalah yang telah diinventarisasi dan diambil alih negara melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

“Jika penanaman sawit dilakukan di lahan yang sudah eksisting, tentu tidak menjadi permasalahan baru. Ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah, bahwa tidak boleh ada pembukaan hutan baru untuk lahan sawit,” katanya.

“Maksimalkan produksi di lahan yang sudah ada, sehingga tidak ada lagi pembukaan hutan untuk perkebunan sawit. Kemandirian energi tidak boleh dibayar dengan penderitaan rakyat Papua di masa depan,” sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WALHI Kritik Rencana Prabowo Tanam Sawit dan Tebu di Papua: Tak Punya Hati dan Empati!

WALHI Kritik Rencana Prabowo Tanam Sawit dan Tebu di Papua: Tak Punya Hati dan Empati!

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 15:59 WIB

Prabowo Ingin Papua Ditanami Sawit, Demi Hemat Impor BBM Rp 520 Triliun?

Prabowo Ingin Papua Ditanami Sawit, Demi Hemat Impor BBM Rp 520 Triliun?

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 15:18 WIB

Prabowo Larang Pejabat ke Daerah Cuma Buat Foto: Jangan Wisata Bencana

Prabowo Larang Pejabat ke Daerah Cuma Buat Foto: Jangan Wisata Bencana

Video | Rabu, 17 Desember 2025 | 15:16 WIB

Prabowo Perintahkan Tanam Sawit di Papua, Ini Penjelasan Bahlil

Prabowo Perintahkan Tanam Sawit di Papua, Ini Penjelasan Bahlil

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 13:46 WIB

Prabowo Mau Tanam Sawit di Papua, DPR Beri Catatan: Harus Dipastikan Agar Tak Jadi Malapetaka

Prabowo Mau Tanam Sawit di Papua, DPR Beri Catatan: Harus Dipastikan Agar Tak Jadi Malapetaka

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 13:39 WIB

Sultan Dorong Ekstensifikasi Sawit di Papua dengan Tetap Jaga Keseimbangan Ekologis

Sultan Dorong Ekstensifikasi Sawit di Papua dengan Tetap Jaga Keseimbangan Ekologis

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 12:51 WIB

Prabowo Sindir Orang Pintar Jadi Pengkritik, Rocky Gerung: Berarti Pemerintah Kumpulan Orang Bodoh?

Prabowo Sindir Orang Pintar Jadi Pengkritik, Rocky Gerung: Berarti Pemerintah Kumpulan Orang Bodoh?

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 12:12 WIB

Kepala Daerah Papua Diminta Jaga Raja Ampat, Prabowo: Jangan Sampai Dirusak Wisatawan!

Kepala Daerah Papua Diminta Jaga Raja Ampat, Prabowo: Jangan Sampai Dirusak Wisatawan!

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 08:34 WIB

Bappenas Luncurkan RAPPP 20252029, Babak Baru Percepatan Pembangunan Papua

Bappenas Luncurkan RAPPP 20252029, Babak Baru Percepatan Pembangunan Papua

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 08:26 WIB

Ultimatum Keras Prabowo: Pejabat Tak Setia ke Rakyat Silakan Berhenti, Kita Copot!

Ultimatum Keras Prabowo: Pejabat Tak Setia ke Rakyat Silakan Berhenti, Kita Copot!

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 20:57 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB