Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Senin, 02 Februari 2026 | 11:55 WIB
Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta
baca 10 detik
  • Serangan udara Israel pada Sabtu (31/1) dini hari menewaskan 31 warga sipil Gaza, mempertanyakan gencatan senjata yang diklaim mereda.
  • Komisi I DPR RI menilai serangan ini menunjukkan rapuhnya komitmen Israel terhadap hukum humaniter internasional dan norma kemanusiaan.
  • Wakil Ketua Komisi I mendesak Indonesia menekan institusi internasional mengambil tindakan nyata menghentikan serangan Israel terhadap warga sipil.

Suara.com - Gencatan senjata di Gaza kembali dipertanyakan setelah serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 31 warga sipil, termasuk enam anak, pada Sabtu (31/1) dini hari waktu setempat.

Serangan itu terjadi justru ketika konflik diklaim tengah mereda dan sehari sebelum Israel dijadwalkan membuka kembali penyeberangan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir.

Komisi I DPR RI menilai pemboman tersebut menelanjangi rapuhnya komitmen Israel terhadap hukum humaniter internasional. Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyebut serangan yang menyasar warga sipil sebagai tindakan keterlaluan sekaligus tragedi kemanusiaan yang terus berulang tanpa konsekuensi hukum.

Alih-alih menahan diri, Israel justru melakukan serangan di tengah kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku, bahkan setelah seluruh sandera dibebaskan dan jenazah sandera terakhir telah diserahkan. Fakta ini, menurut Sukamta, memperlihatkan bagaimana gencatan senjata kerap diperlakukan sekadar formalitas.

"Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, berulang kali terjadi serangan terhadap warga sipil," ucap Sukamta kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Mengutip data pemerintah Palestina di Gaza, Sukamta menyebutkan bahwa sampai saat ini sedikitnya 488 orang tewas dan 1.350 lainnya terluka akibat serangan di wilayah Gaza.

"Sungguh memilukan apa yang terjadi di Gaza, Palestina. Semua norma kemanusiaan dan norma hukum terus dilanggar tanpa ada konsekuensi. Tidak ada penyelidikan atas kejahatan terorganisir yang terus dilakukan oleh Israel," tudingnya.

Sukamta menilai akar persoalan terletak pada gagalnya penegakan hukum internasional yang konsisten. Ia menyebut praktik tebang pilih masih menjadi penyakit kronis, terutama ketika pelanggaran dilakukan oleh Israel yang nyaris tak pernah berujung sanksi nyata.

Menurutnya, jika kondisi seperti itu terus dibiarkan, maka hukum humaniter internasional akan kehilangan legitimasinya di mata bangsa Palestina dan dunia.

baca juga

Dalam situasi tersebut, Sukamta mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak berhenti pada kecaman moral. Ia berharap Indonesia aktif menekan institusi internasional agar mengambil langkah konkret dan terukur untuk menghentikan kekerasan yang terus menimpa warga sipil Palestina.

Serangan yang menewaskan puluhan warga Gaza ini juga menjadi alarm dini bagi lembaga internasional baru Board of Peace (BoP) yang digadang-gadang sebagai harapan baru perdamaian Palestina. Keberadaan lembaga tersebut kini dipertanyakan efektivitasnya, bahkan sebelum benar-benar bekerja.

"Ini menjadi ujian nyata bagi BoP, dan secara khusus bagi Trump sebagai inisiatornya. Ketika lembaga internasional selama ini terlihat lumpuh dalam menghadapi kejahatan Israel, keberadaan BoP dianggap oleh sebagian pihak dapat menjadi terobosan untuk menghentikan kekerasan di Palestina," tutur Sukamta.

Menurutnya, publik global tidak membutuhkan retorika baru soal perdamaian, melainkan tindakan nyata. Prioritas utama, kata Sukamta, adalah menghentikan seluruh serangan Israel terhadap warga sipil dan membuka akses bantuan kemanusiaan secara maksimal ke Gaza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza

Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:51 WIB

PBNU Dukung Langkah RI Masuk Board of Peace, Gus Yahya: Demi Masa Depan Palestina

PBNU Dukung Langkah RI Masuk Board of Peace, Gus Yahya: Demi Masa Depan Palestina

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:58 WIB

Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam

Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam

Bola | Jum'at, 30 Januari 2026 | 19:57 WIB

Guru Besar UGM: Gabung Dewan Perdamaian Trump dan Bayar Rp16,7 T Adalah Blunder Fatal

Guru Besar UGM: Gabung Dewan Perdamaian Trump dan Bayar Rp16,7 T Adalah Blunder Fatal

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 15:09 WIB

Diplomasi atau Kompromi: Membaca Kursi Panas Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

Diplomasi atau Kompromi: Membaca Kursi Panas Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:53 WIB

Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'

Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 18:33 WIB

Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah

Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 17:23 WIB

Terkini

Penipuan Online hingga Hoaks Bansos, Ini Disinformasi yang Banyak Menyasar Warga Jakarta

Penipuan Online hingga Hoaks Bansos, Ini Disinformasi yang Banyak Menyasar Warga Jakarta

News | Senin, 02 November 2026 | 14:34 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember

News | Senin, 02 November 2026 | 14:34 WIB

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan 4 Segmen Bisnis Utama

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan 4 Segmen Bisnis Utama

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 14:32 WIB

Jelang FIFA Matchday November 2026, John Herdman Coret Ole Romeny dari Skuad Timnas Indonesia?

Jelang FIFA Matchday November 2026, John Herdman Coret Ole Romeny dari Skuad Timnas Indonesia?

Bola | Senin, 02 November 2026 | 14:32 WIB

Anggota Wantimpres: Secara Hukum, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah

Anggota Wantimpres: Secara Hukum, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah

News | Senin, 02 November 2026 | 14:32 WIB

Ketika 'Mayat' Bangkit Demi Rp2 Miliar: MD Pictures Rilis Film Komedi Segar Gak Ada Matinya

Ketika 'Mayat' Bangkit Demi Rp2 Miliar: MD Pictures Rilis Film Komedi Segar Gak Ada Matinya

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 14:30 WIB

Review Buku Little Women: Perjalanan Empat Saudari Menemukan Arti Kedewasaan

Review Buku Little Women: Perjalanan Empat Saudari Menemukan Arti Kedewasaan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 14:30 WIB

Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta

Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta

News | Senin, 02 November 2026 | 14:29 WIB

Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana, Ada Menkeu hingga Gubernur BI

Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana, Ada Menkeu hingga Gubernur BI

News | Senin, 02 November 2026 | 14:28 WIB

Hujan Mulai Guyur Sejumlah Wilayah, BNPB Pertimbangkan Pindahkan Armada Modifikasi Cuaca

Hujan Mulai Guyur Sejumlah Wilayah, BNPB Pertimbangkan Pindahkan Armada Modifikasi Cuaca

News | Senin, 02 November 2026 | 14:21 WIB

×