Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 23 Desember 2025 | 10:32 WIB
Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam
Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • KAMI memperingatkan Presiden Prabowo bahwa ancaman terbesar legitimasinya adalah sabotase internal dari para pembantunya.
  • Gatot Nurmantyo mengidentifikasi tujuh kapabilitas negara yang melemah, menunjukkan kerentanan serius di berbagai sektor pemerintahan.
  • Pemerintahan harus berani memutus warisan kekuasaan keliru dan menegakkan hukum untuk mencegah krisis nasional terbuka.

Suara.com - Indonesia disebut sedang berada di tepi jurang krisis nasional terbuka.

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyampaikan peringatan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ancaman terbesar bagi legitimasinya bukan berasal dari tekanan luar, melainkan dari "pembusukan" yang dilakukan oleh para pembantunya sendiri.

KAMI menilai stabilitas semu tidak akan bisa menyelamatkan kekuasaan. Berdasarkan teori politik, terdapat tujuh kapabilitas sebuah negara dapat disebut kuat atau lemah.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa dalam teori politik terdapat 7 kapabilitas yang menjadi indikator kuat lemahnya suatu negara.

Pertama, ia menilai kapabilitas responsif tidak berjalan karena aspirasi masyarakat tidak didengar.

Kedua, kapabilitas regulatif dinilai melemah karena hukum dan kedaulatan dianggap telah diserahkan kepada oligarki.

Ketiga, menyoroti kapabilitas distribusi dan alokasi yang tercermin dari ketimpangan kesejahteraan.

Keempat, kapabilitas simbolik yang ditandai lunturnya kredibilitas penyelenggara negara di mata publik.

Kelima, kapabilitas ekstraktif dinilai berpihak pada oligarki dalam pemanfaatan sumber daya alam dan manusia. Keenam, kapabilitas domestik dianggap rapuh karena partai politik dinilai abai terhadap bencana alam. Ketujuh, kapabilitas internasional yang kondisinya dinilai memprihatinkan.

baca juga

“Maka, kami perlu menyampaikan satu hal yang sangat serius, yang berulang kali disampaikan dalam ruang publik bahwa ancaman terbesar bagi presiden bukan hanya tekanan luar, tetapi sabotase struktural dan pembusukan dari dalam," tegas Gatot.

"Sabotase struktural terjadi ketika kebijakan presiden dilambatkan oleh pembantunya sendiri. Perintah tidak dijalankan secara utuh,” lanjutnya.

Gatot menilai agenda koreksi kebijakan kerap dipelintir di tingkat teknis, sementara kepentingan oligarki disamarkan sebagai kepentingan negara.

la menegaskan, kejatuhan seorang presiden tidak selalu disebabkan kebijakan yang keliru, melainkan karena kebijakan tersebut dibuat gagal oleh lingkaran kekuasaan di sekitarnya.

"Presiden bisa jatuh bukan karena kebijakan yang salah, tetapi karena dibuat gagal oleh para pembantunya sendiri," ujar Gatot.

“Jika warisan kekuasaan lama tidak diputus dan sabotase terus berlangsung, krisis legitimasi akan menghantam pemerintahan ini,” lanjutnya.

Gatot menyampaikan seruan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk emak-emak dan generasi muda, agar menyadari ancaman krisis nasional yang dinilainya semakin nyata.

“Jika hukum terus dipermainkan, jika reformasi Polri dibelokkan, jika kejahatan ekologi dan ekonomi dibiarkan, serta jika generasi muda terus kehilangan masa depan, maka Republik Indonesia sedang bergerak menuju krisis nasional terbuka,” tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi (kanan), Bupati Padang Pariaman John Kenedi Aziz (kedua kanan), dan Dandim 0308/Pariaman Letkol Czi Nur Rahmat Khaeroni (kiri) meninjau jembatan bailey yang baru dibangun di Padang Mantuang, Nagari Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/tom]
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi (kanan), Bupati Padang Pariaman John Kenedi Aziz (kedua kanan), dan Dandim 0308/Pariaman Letkol Czi Nur Rahmat Khaeroni (kiri) meninjau jembatan bailey yang baru dibangun di Padang Mantuang, Nagari Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/tom]

Ia menekankan bahwa pernyataan tersebut bukan ancaman maupun hasutan, melainkan peringatan terakhir. Menurut Gatot, negara tidak akan diselamatkan oleh propaganda, pencitraan, atau stabilitas semu.

“Negara hanya dapat diselamatkan oleh keberanian untuk memutus warisan kekuasaan yang salah, menegakkan hukum tanpa tebang pilih, dan mengembalikan negara kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Gatot mengutip pernyataan pengamat politik Rocky Gerung yang menyebut presiden harus berpihak pada akal sehat.

Ia menilai Presiden Prabowo Suianto berada di persimpangan sejarah antara menjadi pemimpin korektif yang memulihkan republik atau tenggelam bersama krisis.

“Sejarah tidak pernah menunggu kesiapan penguasa, sejarah hanya mencatat siapa yang berani bertindak saat bangsa berada di tepi jurang,” katanya, sebelum menutup pernyataan dengan seruan “Merdeka”.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program MBG Habiskan Anggaran Rp 52,9 Triliun, Baru Terserap 74,6% per Desember 2025

Program MBG Habiskan Anggaran Rp 52,9 Triliun, Baru Terserap 74,6% per Desember 2025

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 15:50 WIB

Pilih Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo, PKS Belum Tentukan Sikap Soal Pilkada via DPRD

Pilih Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo, PKS Belum Tentukan Sikap Soal Pilkada via DPRD

News | Senin, 22 Desember 2025 | 14:58 WIB

Kebun Sawit di Papua untuk Swasembada Energi, Bagaimana Risikonya?

Kebun Sawit di Papua untuk Swasembada Energi, Bagaimana Risikonya?

Video | Minggu, 21 Desember 2025 | 14:30 WIB

Tinjau Lokasi Bencana Aceh, Ketum PBNU Gus Yahya Puji Kinerja Pemerintah

Tinjau Lokasi Bencana Aceh, Ketum PBNU Gus Yahya Puji Kinerja Pemerintah

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 10:10 WIB

Terpopuler: Beda Cara SBY vs Prabowo Tangani Banjir, Medali Emas Indonesia Cetak Rekor

Terpopuler: Beda Cara SBY vs Prabowo Tangani Banjir, Medali Emas Indonesia Cetak Rekor

Lifestyle | Sabtu, 20 Desember 2025 | 06:55 WIB

Terkini

Usai Penggerebekan Narkoba, Bangunan Liar di Kampung Bahari Dibongkar

Usai Penggerebekan Narkoba, Bangunan Liar di Kampung Bahari Dibongkar

Foto | Rabu, 04 November 2026 | 19:28 WIB

Pelindo Perkuat Transparansi dan Kemudahan Transaksi Kepelabuhanan melalui Dashboard ACS

Pelindo Perkuat Transparansi dan Kemudahan Transaksi Kepelabuhanan melalui Dashboard ACS

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:28 WIB

Soroti Retaknya Hubungan Elite Politik, Prabowo Didesak Bongkar Aktor Intelektual Kasus Penyadapan

Soroti Retaknya Hubungan Elite Politik, Prabowo Didesak Bongkar Aktor Intelektual Kasus Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:26 WIB

Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya

Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:25 WIB

Pesan Bos Freeport ke DSI: Jangan Perpanjang Birokrasi

Pesan Bos Freeport ke DSI: Jangan Perpanjang Birokrasi

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:24 WIB

Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria

Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:23 WIB

Perkuat Operasional Global, Pertamina Akuisisi Hak Partisipasi Moeve di Cekungan Berkine Aljazair

Perkuat Operasional Global, Pertamina Akuisisi Hak Partisipasi Moeve di Cekungan Berkine Aljazair

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:22 WIB

Freeport Targetkan Tambang Grasberg Pulih 100 Persen pada 2028

Freeport Targetkan Tambang Grasberg Pulih 100 Persen pada 2028

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:19 WIB

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:10 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

×