Gus Yahya Bertemu Rais Aam PBNU di Lirboyo Hari Ini, Ada Upaya Islah?

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:29 WIB
Gus Yahya Bertemu Rais Aam PBNU di Lirboyo Hari Ini, Ada Upaya Islah?
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. (Suara.com/Bagaskara)
  • Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, bertemu Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Pesantren Lirboyo pada Kamis, 25 Desember 2025.
  • Pertemuan tersebut didasari undangan rapat konsultasi syuriyah mengenai substansi keputusan Rapat Pleno PBNU dan isu islah internal.
  • Gus Yahya sebelumnya telah berupaya menghubungi Rais Aam untuk melaporkan mandat islah pasca Musyawarah Kubro Lirboyo.

Suara.com - Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya dikabarkan bertemu dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Pesantren Lirboyo, hari ini Kamis (25/12/2025).

Kabar itu dibenarkan oleh Ketua PBNU Mohamad Syafi Alieha atau Savic Ali saat dikonfirmasi Suara.com.

"Iya (pertemuan di Pesantren Lirboyo hari ini)," kata Savic singkat kepada Suara.com, Kamis (25/12/2025).

Kendati begitu, Savic belum bisa membeberkan secara pasti isi pembahasan pertemuan maupun hasilnya. Sebab, Savic sendiri tak hadir dalam pertemuan tersebut.

"Tapi saya tidak tahu detilnya karena tidak ikut ke Lirboyo," katanya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang terakhirnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU memberikan isyarat kalau pertemuan memang terjadi.

Pasalnya, ia ketika dikonfirmasi hanya menyampaikan kalau dirinya kekinian hanya menunggu hasil dari pertemuan tersebut.

"Saya tunggu hasilnya," kata Gus Ipul singkat kepada Suara.com, Kamis sore.

Adanya kabar pertemuan ini sebagaimana salinan undangan yang diterima Suara.com, yaitu Undangan Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar PBNU.

Dari surat undangan itu terlihat agenda mengenai penyampaian penjalasan soal latar belakang, tahapan, prosedur, dan substansi keputusan Rapat Pleno PBNU.

Pertemuan ini cukup menjadi sorotan usai adanya konflik yang terjadi di internal PBNU. Gus Yahya memang mengupayakan menempuh jalur islah terkait konflik yang terjadi, terlebih soal pencopotan dirinya sebagai Ketum PBNU.

Sebelumnya, Gus Yahya menyampaikan laporan perkembangan terkait mandat islah (rekonsiliasi) pasca-Musyawarah Kubro di Pesantren Lirboyo.

Hingga batas waktu 3x24 jam yang ditetapkan, Gus Yahya mengaku belum mendapatkan jawaban dari Rais Aam terkait permohonan untuk menghadap.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 24 Desember 2025. Gus Yahya menjelaskan bahwa upaya komunikasi telah dilakukan sejak hari pertama setelah musyawarah di Lirboyo pada Minggu, 21 Desember 2025.

"Sebagaimana kita ketahui, pada Ahad lalu telah berlangsung musyawarah bersama para Mustasyar PBNU dan para pengasuh pesantren se-Indonesia. Sebagai tanggapan atas kesepakatan tersebut, saya menyatakan siap menjalankan mandat islah," ujar Gus Yahya di Jakarta, dikutip pada Rabu (24/12/2025).

Gus Yahya merinci kronologi upaya komunikasi yang telah ditempuhnya.

Pada Minggu siang, ia telah mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada Rais Aam untuk memohon waktu bertemu.

Langkah tersebut diperkuat dengan pengiriman surat resmi berstempel PBNU pada Senin pagi.

"Hari Ahad saya mengirim pesan WhatsApp, dan pada Senin pagi saya kirimkan surat resmi dengan stempel PBNU kepada beliau (Rais Aam) untuk memohon waktu menghadap," jelasnya.

Sesuai komitmennya saat di Lirboyo, Gus Yahya berjanji akan melaporkan hasil upayanya dalam waktu 3x24 jam.

Batas waktu tersebut jatuh pada hari Rabu ini, terhitung sejak pukul 12.00 siang pada hari Minggu lalu.

"Sekarang waktunya saya memberikan laporan. Sampai detik ini, saya belum mendapatkan respons, tanggapan, maupun jawaban atas permohonan saya untuk bertemu dengan Rais Aam," tegas Gus Yahya.

Meski belum mendapat jawaban, Gus Yahya menegaskan bahwa dirinya tidak akan berputus asa.

Ia meyakini bahwa islah adalah satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada saat ini.

Sebagai langkah selanjutnya, Gus Yahya menyatakan akan segera melakukan koordinasi intensif dengan seluruh tingkatan kepengurusan NU, mulai dari wilayah hingga cabang internasional.

"Saya akan segera berkoordinasi dengan segenap Pengurus Wilayah (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU) di seluruh Indonesia, termasuk juga Pengurus Cabang Istimewa (PCINU) di seluruh dunia. Kita akan tentukan langkah-langkah apa yang akan kita tempuh bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Yahya Buka Suara Soal Polemik Tambang dan Gejolak Internal PBNU: Kami Tidak Pernah Minta

Gus Yahya Buka Suara Soal Polemik Tambang dan Gejolak Internal PBNU: Kami Tidak Pernah Minta

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 17:38 WIB

Gus Yahya Tolak Keputusan Lirboyo, Minta Konflik NU Diselesaikan lewat Muktamar

Gus Yahya Tolak Keputusan Lirboyo, Minta Konflik NU Diselesaikan lewat Muktamar

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 16:54 WIB

Prahara PBNU: Gus Yahya Beri Instruksi Keras, Pengurus Wilayah Jangan Sampai Terbengkalai

Prahara PBNU: Gus Yahya Beri Instruksi Keras, Pengurus Wilayah Jangan Sampai Terbengkalai

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 16:53 WIB

Ngebet Islah, Gus Yahya: Biar Semua Masalah Diselesaikan Muktamirin di Muktamar

Ngebet Islah, Gus Yahya: Biar Semua Masalah Diselesaikan Muktamirin di Muktamar

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 16:24 WIB

3x24 Jam Berlalu, Gus Yahya Sebut Belum Ada Respons dari Rais Aam Soal Upaya Islah

3x24 Jam Berlalu, Gus Yahya Sebut Belum Ada Respons dari Rais Aam Soal Upaya Islah

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:56 WIB

Yahya Cholil Staquf Klarifikasi Dana Rp100 Miliar PBNU, Konsesi Tambang dan Isu Zionis

Yahya Cholil Staquf Klarifikasi Dana Rp100 Miliar PBNU, Konsesi Tambang dan Isu Zionis

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 10:36 WIB

Mubes NU Tegaskan Konflik Internal Tanpa Campur Pemerintah, Isu Daftarkan SK ke Kemenkum Mencuat

Mubes NU Tegaskan Konflik Internal Tanpa Campur Pemerintah, Isu Daftarkan SK ke Kemenkum Mencuat

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 21:50 WIB

Terkini

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB

Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi

Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:59 WIB

Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi

Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:49 WIB

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:48 WIB

Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam

Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:44 WIB

Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?

Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:43 WIB

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB

DPRD DKI: Jakarta Calon Kota Global, Tidak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Sindikat Judi Internasional

DPRD DKI: Jakarta Calon Kota Global, Tidak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Sindikat Judi Internasional

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:30 WIB