“Kalau menikah dengan abdi negara harus siap. Bisa di Merauke, bisa di Sabang,” katanya.
Di akhir tugasnya, Dedy tidak menawarkan janji manis. Ia hanya meminta warga tetap percaya dan bersabar.
“Pemerintah tidak akan diam. Kami semua bekerja bersama. Tidak bisa instan, tapi bertahap demi tahap akan kita pulihkan,” ujarnya.
Di Aceh Tamiang, jalan mungkin masih basah oleh lumpur. Tapi selama ada orang-orang yang memilih bertahan, harapan akan selalu menemukan jalannya kembali. ****