Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses

Andi Ahmad S

Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:39 WIB
Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. [shutterstock]
baca 10 detik
  • Penangkapan Maduro oleh AS Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dilaporkan berhasil ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat dalam operasi militer skala besar untuk diadili atas berbagai dakwaan pidana di Negeri Paman Sam.

  • Legitimasi dan Dasar Hukum Senator Mike Lee menyatakan operasi ini sah berdasarkan Pasal II Konstitusi AS, yang memberikan kewenangan kepada Presiden Trump untuk melindungi personel Amerika dari ancaman keamanan nasional yang mendesak.

  • Dampak Geopolitik Global Menteri Luar Negeri Marco Rubio optimis bahwa penangkapan ini akan meruntuhkan struktur kekuasaan rezim Maduro, sekaligus menandai kebijakan luar negeri yang sangat agresif dari administrasi pemerintahan Donald Trump.

Suara.com - Sabtu, 3 Januari 2026, menjadi hari yang mengguncang panggung geopolitik dunia. Kabar mengejutkan datang dari Washington D.C. dan Caracas, di mana Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dilaporkan telah berhasil ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat.

Operasi yang terkesan seperti adegan film action Hollywood ini bukan sekadar rumor, melainkan telah dikonfirmasi oleh pejabat tinggi di Senat AS.

Senator Mike Lee memecah keheningan pada hari Sabtu (3/1) dengan memberikan konfirmasi valid. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut didapatkannya langsung dari "orang dalam" pemerintahan Presiden Donald Trump, yakni Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

Kabar ini menandai babak baru yang sangat agresif dalam kebijakan luar negeri AS di bawah administrasi Trump yang kembali berkuasa.

Dalam pernyataannya yang viral di platform X (Twitter), Mike Lee membeberkan detail percakapannya dengan Marco Rubio. Penangkapan ini bukan untuk negosiasi, melainkan untuk menyeret Maduro ke meja hijau di Negeri Paman Sam.

"Ia memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas dakwaan pidana di Amerika Serikat, dan bahwa aksi kinetik yang kita saksikan malam ini dilakukan untuk melindungi dan membela mereka yang melaksanakan perintah penangkapan itu," kata Lee.

Ini mengindikasikan bahwa penangkapan tersebut melibatkan konfrontasi atau pengerahan pasukan khusus yang signifikan, bukan sekadar penjemputan diplomatik.

Sebelum konfirmasi dari Senat muncul, Presiden Donald Trump telah lebih dulu memberikan sinyal kemenangan. Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Trump mengklaim bahwa pasukannya telah "berhasil" melancarkan apa yang disebutnya sebagai "serangan skala besar" terhadap Venezuela.

Target utamanya jelas yakni menumbangkan rezim Maduro secara fisik. Trump bahkan mengklaim bahwa tidak hanya Maduro, tetapi istrinya juga ikut diamankan dalam operasi senyap tersebut.

baca juga

Trump juga mengklaim bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut.

Tindakan militer sepihak di negara berdaulat tentu memancing perdebatan hukum internasional. Namun, Senator Mike Lee memberikan pembelaan hukum domestik bagi langkah berani Trump ini. Ia menyebut bahwa operasi ini memiliki legitimasi di bawah konstitusi Amerika Serikat.

Ia menambahkan tindakan itu "kemungkinan" menjadi kewenangan melekat Presiden Donald Trump berdasarkan Pasal II Konstitusi Amerika Serikat untuk melindungi personel AS dari serangan nyata atau yang akan segera terjadi.

Argumen ini sering digunakan oleh presiden AS untuk membenarkan tindakan militer cepat tanpa persetujuan Kongres terlebih dahulu, dengan alasan perlindungan keamanan nasional yang mendesak (imminent threat).

Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang dikenal sebagai politisi berdarah Kuba Amerika dan pengkritik keras rezim sosialis di Amerika Latin, tampaknya sangat puas dengan hasil operasi ini. Menurut Lee, Rubio memberikan estimasi situasi pasca-penangkapan yang cukup optimis.

Menurut Lee, Rubio memperkirakan "tidak akan ada tindakan lebih lanjut di Venezuela sekarang setelah Maduro berada dalam tahanan" AS.

Pernyataan ini mengisyaratkan keyakinan AS bahwa tanpa Maduro, struktur kekuasaan di Venezuela akan runtuh atau setidaknya tidak akan memberikan perlawanan militer yang berarti terhadap AS. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Tiket Selangit Tak Surutkan Minat, Permintaan Tiket Piala Dunia 2026 Makin Meroket

Harga Tiket Selangit Tak Surutkan Minat, Permintaan Tiket Piala Dunia 2026 Makin Meroket

Bola | Jum'at, 02 Januari 2026 | 21:00 WIB

Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Hari Pertama 2026

Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Hari Pertama 2026

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:49 WIB

Datang Nonton Bola, Pulang Masuk Bui? Ancaman Mengerikan di Piala Dunia 2026

Datang Nonton Bola, Pulang Masuk Bui? Ancaman Mengerikan di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 29 Desember 2025 | 15:18 WIB

Bisnis Mixue Hadir di Amerika Serikat, Netizen: McDonald's Ketar-ketir?

Bisnis Mixue Hadir di Amerika Serikat, Netizen: McDonald's Ketar-ketir?

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 08:51 WIB

Iri dengan China? Trump 'Kebelet' Minta Harta Karun Mineral RI

Iri dengan China? Trump 'Kebelet' Minta Harta Karun Mineral RI

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 08:38 WIB

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 13:23 WIB

Terkini

Jelang Final ASEAN Cup, Erick Thohir Bawa Bos FIFA Temui Presiden Prabowo di Istana

Jelang Final ASEAN Cup, Erick Thohir Bawa Bos FIFA Temui Presiden Prabowo di Istana

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Pangkas Beban Manggarai, Pemprov DKI Bakal Pasang Saringan Sampah di 13 Sungai

Pangkas Beban Manggarai, Pemprov DKI Bakal Pasang Saringan Sampah di 13 Sungai

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Tak Hanya Enak Dimakan, 5 Sheet Mask Alpukat Korea Ini Buat Kulit Glowing!

Tak Hanya Enak Dimakan, 5 Sheet Mask Alpukat Korea Ini Buat Kulit Glowing!

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Cari Cushion Murah dan Ringan di Wajah? Ini 3 Pilihan Favorit Sesuai Review Pengguna

Cari Cushion Murah dan Ringan di Wajah? Ini 3 Pilihan Favorit Sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Dewi Perssik Jadi Diva Penuh Rahasia di Serial Terbaru Suara Hati

Dewi Perssik Jadi Diva Penuh Rahasia di Serial Terbaru Suara Hati

Entertainment | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:42 WIB

6 Urutan Zodiak Paling Bucin dan Rela Berkorban demi Pasangan

6 Urutan Zodiak Paling Bucin dan Rela Berkorban demi Pasangan

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Jo Bo Ah Dilirik Gantikan Lee Chung Ah di Drama Aksi The Obedient Killer

Jo Bo Ah Dilirik Gantikan Lee Chung Ah di Drama Aksi The Obedient Killer

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Kritik Pedas Berujung Dapat Jabatan, Pengamat Sebut Politik Indonesia Mudah Dikompromikan

Kritik Pedas Berujung Dapat Jabatan, Pengamat Sebut Politik Indonesia Mudah Dikompromikan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Anak Pendiri NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Meninggal Dunia

Anak Pendiri NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Meninggal Dunia

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Pengusaha Akui Beri 3 Gepok Uang ke Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Disebut untuk Banjir Aceh

Pengusaha Akui Beri 3 Gepok Uang ke Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Disebut untuk Banjir Aceh

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:32 WIB

×