Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Hari Pertama 2026

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:49 WIB
Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Hari Pertama 2026
Nilai tukar rupiah melemah di 2 Januari 2026. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah melemah 0,23 persen pada 2 Januari 2026, ditutup pada level Rp16.725 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah dipicu dolar AS perkasa dan kekhawatiran fundamental seperti prospek suku bunga BI.
  • Mata uang Asia umumnya melemah pada hari itu, kecuali baht Thailand, yuan, ringgit, dan peso Filipina.

Suara.com - Rupiah masih kesulitan bangkit di awal 2026, setelah pada penutupan perdagangan hari ini (2/1/2026) melemah di hadapan dolar Amerika Serikat.

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah anjlok 0,23 persen pada Jumat sore ke level Rp16.725 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan pada Rabu yang berada di level Rp 16.680 per dolar AS.

Kurs Jisdor Bank Indonesia di hari pertama perdagangan tahun 2026, tercatat di Rp16.725 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah dikarenakan dolar Amerika sangat perkasa akibat sentimen global.

"Selain indeks dolar AS yang memang juga naik cukup tinggi hari ini, rupiah memang masih tertekan oleh fundamental yang mendasari seperti prospek pemangkasan suku bunga BI, kekuatiran defisit fiskal," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut. Jika BI tidak melakukan intervensi maka rupiah masih akan terjebak dalam zona merah.

"Data manufaktur pagi ini yang lebih lemah dari perkiraan juga ikut menekan rupiah," jelasnya.

Saat ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,27 persen.

Selanjutnya ada rupe India yang terkoreksi 0,24 persen dan yen Jepang yang tergelincir 0,08 persen. Diikuti, dolar Hongkong yang tertekan 0,07 persen.

Berikutnya dolar Singapura dan won Korea Selatan yang sama-sama melemah 0,03 persen terhadap the greenback.

Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,59 persen. Disusul, yuan China yang melesat 0,1 persen.

Kemudian ada ringgit Malaysia yang naik 0,05 persen dan peso Filipina yang sudah ditutup menguat tipis 0,02 persen pada hari ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat

Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Berotot di Penghujung 2025, Menuju Level Rp 16.680

Rupiah Berotot di Penghujung 2025, Menuju Level Rp 16.680

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 16:27 WIB

Dapat Obat Kuat BI, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp16.739

Dapat Obat Kuat BI, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp16.739

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 09:41 WIB

Catatan Buruk Rupiah di 2025: Sempat Tembus Rp16.800, Menjadi Mata Uang Terlemah Kedua di Asia

Catatan Buruk Rupiah di 2025: Sempat Tembus Rp16.800, Menjadi Mata Uang Terlemah Kedua di Asia

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 16:27 WIB

Rupiah Konsisten Menguat, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.773

Rupiah Konsisten Menguat, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.773

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 15:38 WIB

Terkini

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:44 WIB

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:19 WIB

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:47 WIB

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:33 WIB

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB