Istana Buka Pintu Lebar-lebar: Silakan Kritik Jika Pemerintah Lalai, Kami Terbuka

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Selasa, 06 Januari 2026 | 20:33 WIB
Istana Buka Pintu Lebar-lebar: Silakan Kritik Jika Pemerintah Lalai, Kami Terbuka
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). ANTARA/Fathur Rochman
baca 10 detik
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan Istana menyambut baik masukan dan kritik masyarakat mengenai kinerja pemerintah.
  • Pernyataan ini disampaikan di Hambalang pada Selasa (6/1/2026) sebagai respons terhadap pertanyaan media.
  • Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa kritik adalah mekanisme penting untuk pencegahan kesalahan.

Suara.com - Istana Kepresidenan secara tegas menyatakan membuka pintu selebar-lebarnya bagi setiap masukan dan kritik dari masyarakat, terutama untuk mengingatkan pemerintah jika dianggap lalai atau alpa dalam menjalankan tugasnya.

Penegasan ini datang langsung dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di sela-sela acara retret kabinet bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).

Sikap terbuka ini dilontarkan Prasetyo saat merespons pertanyaan media mengenai apakah isu krusial seperti penambahan dana desa atau pembangunan sekolah di daerah terpencil dibahas dalam pertemuan tersebut.

Meskipun mengaku topik itu belum dibahas secara spesifik, Prasetyo justru mengapresiasi pertanyaan tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah masukan berharga bagi pemerintah.

"Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan," kata Pras saat jeda istirahat untuk makan dan Salat Maghrib.

Lebih jauh, Mensesneg memandang cara media bertanya adalah contoh ideal bagaimana seharusnya masukan disampaikan kepada pemerintah. Ia tidak melihatnya sebagai serangan, melainkan sebagai kontribusi positif.

"Ini contoh yang baik kalau di dalam memberikan masukan kepada pemerintah menurut saya ini adalah salah satu contohnya," ujar Pras.

Ia pun menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk selalu mendengar. Prasetyo secara terbuka mempersilakan siapa pun untuk menyampaikan koreksi jika menemukan ada hal-hal yang luput dari perhatian pemerintah.

"Kami terus membuka diri dan kalau memang ada sesuatu yang kami pemerintah masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan untuk disampaikan kepada kami dan kami akan terbuka," tegasnya.

baca juga

Sikap "lapang dada" ini ternyata sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto sendiri. Sehari sebelumnya, dalam pidatonya di Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026), Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak pernah anti terhadap kritik. Sebaliknya, ia justru bersyukur.

Bagi Prabowo, kritik adalah mekanisme pengaman yang vital untuk mencegah kesalahan.

"Kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, kita tidak suka dikoreksi, tapi sesungguhnya itu mengamankan, iya kan?" kata Prabowo.

Untuk membuat pesannya lebih membumi, Prabowo memberikan contoh-contoh sederhana dari pengalamannya, mulai dari diingatkan ajudan karena lupa memasang kancing baju hingga saat masih aktif di militer.

"Jadi kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih. Tapi dia menjaga saya, dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan, iya kan?" tuturnya.

"Lari anak buah saya, 'Pak, Pak, jangan keluar Pak, tanda pangkat Bapak tidak lengkap'. Oh iya. Jadi apa? Dia mengamankan saya. Kritik, koreksi adalah menyelamatkan," sambung Prabowo.

Presiden bahkan berterima kasih kepada pihak-pihak yang pernah melontarkan kritik keras, seperti tudingan gaya kepemimpinan militerisme. Menurutnya, kritik semacam itu justru memicunya untuk melakukan introspeksi dan koreksi diri.

"Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak, 'Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme'. Wah, baru saya koreksi, apa bener? Oke baru kita lihat, panggil ahli hukum, panggil di mana, iya kan? Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," jelasnya.

"Jadi saudara-saudara, itu yang ingin saya sampaikan. Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," sambung Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Retret Kabinet di Hambalang: Prabowo Baru Dengar Paparan 4 Menteri, Rapat Bisa Lanjut Sampai Malam

Retret Kabinet di Hambalang: Prabowo Baru Dengar Paparan 4 Menteri, Rapat Bisa Lanjut Sampai Malam

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 20:14 WIB

Istana Bongkar Maksud Prabowo Absen Para Ketum Parpol dan Singgung Kekuatan Koalisi

Istana Bongkar Maksud Prabowo Absen Para Ketum Parpol dan Singgung Kekuatan Koalisi

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 20:02 WIB

Taklimat Prabowo di Retret Hambalang: Singgung Evaluasi Kerja 2025 dan Sasaran ke Depan

Taklimat Prabowo di Retret Hambalang: Singgung Evaluasi Kerja 2025 dan Sasaran ke Depan

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:05 WIB

Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang Besok, Ini Bocorannya

Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang Besok, Ini Bocorannya

News | Senin, 05 Januari 2026 | 17:55 WIB

Antara Sumpah 'Rela Mati' Prabowo dan Kepungan Sengkuni Modern

Antara Sumpah 'Rela Mati' Prabowo dan Kepungan Sengkuni Modern

Your Say | Selasa, 30 Desember 2025 | 17:58 WIB

Mensesneg: 24 Perusahaan Pemegang HPH dan HTI Diaudit Kementerian Kehutanan

Mensesneg: 24 Perusahaan Pemegang HPH dan HTI Diaudit Kementerian Kehutanan

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 08:43 WIB

Istana Dukung Langkah Pemda Larang Pesta Kembang Api di Perayaan Tahun Baru

Istana Dukung Langkah Pemda Larang Pesta Kembang Api di Perayaan Tahun Baru

News | Senin, 29 Desember 2025 | 18:34 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×