Teriakan di Gang 10: Teka-teki Keracunan Satu Keluarga di Warakas, Bunuh Diri atau Pembunuhan?

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:54 WIB
Teriakan di Gang 10: Teka-teki Keracunan Satu Keluarga di Warakas, Bunuh Diri atau Pembunuhan?
Ilustrasi misteri kematian satu keluarga di Warakas, Tangjung Priok, Jakarta Utara. [Suara.com/Ema]
baca 10 detik
  • Satu keluarga tewas misterius di Tanjung Priok, diduga akibat keracunan.
  • Satu anak selamat menjadi saksi kunci vital dalam penyelidikan polisi.
  • Polisi dalami tiga kemungkinan: keracunan, pembunuhan, atau bunuh diri.

Suara.com - Teriakan histeris itu memecah keheningan pagi di Gang 10, Jalan Warakas VIII, Tanjung Priok, pada Jumat, 2 Januari 2026. Aryuni Wulan Febri, seorang tetangga, baru saja tiba di rumahnya saat mendengar suara panik itu dari kontrakan sebelah. Awalnya ia mengira hanya pertengkaran biasa.

NAMUN, teriakan itu semakin kencang, disusul permohonan tolong yang putus asa.

"Ibu saya keracunan, bu tolong, bu tolong!"

Aryuni bergegas keluar dan mendapati Abdullah Syauqi Jamaludin (22) berdiri dengan tatapan kosong. Di dalam rumah, sebuah pemandangan mengerikan terhampar. Ibunya, Siti Solihah (50), serta dua saudaranya, Afiah (27) dan Adnan (13), tergeletak kaku di ruangan yang berbeda.

"Udah pada berbusa, kaku gitu," kenang Aryuni.

Apa yang bermula dari teriakan seorang anak yang baru pulang kerja itu kini menjadi teka-teki besar bagi Polres Metro Jakarta Utara. Mereka harus menjawab satu pertanyaan krusial: apakah ini keracunan, bunuh diri, atau pembunuhan?

Infografis misteri kematian satu keluarga di Warakas, Tangjung Priok, Jakarta Utara. [Suara.com/Ema]
Infografis misteri kematian satu keluarga di Warakas, Tangjung Priok, Jakarta Utara. [Suara.com/Ema]

Fakta-Fakta Awal dari Lokasi Tragedi

Sepekan setelah kejadian, polisi telah mengumpulkan sejumlah fakta krusial. Tiga dari empat anggota keluarga dipastikan meninggal dunia: Siti Solihah, Afiah Al Adilah Jamaludin, dan Adnan Al Abrar Jamaludin. Sedikitnya 10 saksi telah diperiksa, dan barang bukti penting berupa sisa makanan dan minuman yang diduga dikonsumsi para korban telah diamankan.

"Kami lebih mendalami untuk meneliti sisa makanan dan minuman yang ada," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, Rabu (7/1/2026).

baca juga

Di tengah misteri ini, ada satu orang yang memegang kunci jawaban: Abdullah Syauqi Jamaludin, satu-satunya korban yang selamat. Keterangannya diharapkan dapat membuka tabir tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah kontrakan itu. Namun, hingga kini, peran vitalnya belum bisa dimaksimalkan.

"Belum bisa kami minta keterangan secara utuh karena masih perawatan," ujar Onkoseno.

Ia menjelaskan, kondisi Abdullah yang masih dalam pemulihan menjadi kendala utama.

Keracunan, Bunuh Diri, atau Pembunuhan?

Meskipun tanda-tanda fisik seperti mulut berbusa mengarah kuat pada keracunan, sejumlah kejanggalan membuat polisi berhati-hati. Psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel, menyoroti kompleksitas di baliknya. Menurutnya, pertanyaan utamanya bukan apa penyebab kematian, melainkan bagaimana prosesnya.

Rumah kontrakan, tempat kejadian satu keluarga ditemukan tewas di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026). [Suara.com/Faqih]
Rumah kontrakan, tempat kejadian satu keluarga ditemukan tewas di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026). [Suara.com/Faqih]

"Perlu profiling untuk menangkap indikasi bahwa itu pembunuhan (homicide) ataukah homicide-suicide (pembunuhan-bunuh diri)," kata Reza.

Ia menjelaskan, polisi perlu menelaah berbagai petunjuk, mulai dari posisi mayat, ada atau tidaknya catatan terakhir, hingga riwayat masalah keluarga. Jika ini adalah kasus pembunuhan-bunuh diri, proses hukum akan berhenti jika pelakunya termasuk di antara korban yang tewas.

"Tapi kalau pelaku homicide-nya masih hidup, maka proses hukum bisa terus berjalan," tambahnya.

Jawaban di Tangan Sains Forensik

Di tengah kebuntuan keterangan saksi, jawaban kini berada di tangan sains. Ada dua pilar utama yang menjadi tumpuan penyidik: hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan hasil autopsi.

Puslabfor bertugas menganalisis sisa makanan untuk mendeteksi zat beracun, sementara autopsi akan mengungkap zat apa yang terkandung di dalam tubuh para korban. Kedua hasil ini harus dicocokkan untuk membangun sebuah kesimpulan yang solid.

"Untuk sisa makanan dan minuman masih diproses, dan sedang dicocokkan dengan yang ada di tubuh para korban," jelas Onkoseno.

Kini, setelah memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti awal, langkah kepolisian selanjutnya adalah menunggu. Mereka menanti dua pilar bukti; hasil final dari Puslabfor dan autopsi, serta keterangan utuh dari Abdullah Syauqi setelah kondisinya pulih.

Sambil menunggu, penyidik juga terus mendalami kemungkinan adanya jejak pihak ketiga.

"Kami masih mendalami ada atau tidaknya jejak DNA atau orang lain di lokasi," pungkas Onkoseno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Sulung Jadi Saksi Kunci, 10 Orang Diperiksa di Kasus Kematian Satu Keluarga Priok

Anak Sulung Jadi Saksi Kunci, 10 Orang Diperiksa di Kasus Kematian Satu Keluarga Priok

News | Senin, 05 Januari 2026 | 17:37 WIB

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?

News | Senin, 05 Januari 2026 | 13:02 WIB

Polisi Tunggu Hasil Toksikologi, Penyebab Kematian Satu Keluarga di Warakas Masih Misteri

Polisi Tunggu Hasil Toksikologi, Penyebab Kematian Satu Keluarga di Warakas Masih Misteri

News | Senin, 05 Januari 2026 | 12:55 WIB

Terkini

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×