Sabida Thaiseth, Muslimah Pertama di Kabinet Thailand yang Mengusung Wajah Baru Kebudayaan

Dinda Rachmawati

Kamis, 08 Januari 2026 | 16:31 WIB
Sabida Thaiseth, Muslimah Pertama di Kabinet Thailand yang Mengusung Wajah Baru Kebudayaan
Sabida Thaiseth atau Sabeeda Thaised Menteri Kebudayaan Thailand yang Seorang Muslimah (Dok. Instagram)
baca 10 detik
  • Sabida Thaiseth dilantik 19 September 2025 sebagai Menteri Kebudayaan Thailand, menjadikannya perempuan Muslim pertama di posisi tersebut.
  • Ia memiliki latar belakang pendidikan hukum dan pernah menjabat Wakil Menteri Dalam Negeri sebelum promosi ini.
  • Visi utamanya adalah menjadikan keberagaman budaya Thailand sebagai aset strategis kekuatan nasional dan internasional.

Suara.com - Sabida Thaiseth mencatatkan namanya dalam sejarah politik Thailand sebagai perempuan Muslim pertama yang dipercaya menduduki kursi Menteri Kebudayaan

Sejak dilantik pada 19 September 2025 dalam kabinet Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra, perempuan kelahiran 1984 ini langsung menjadi sorotan publik.

Bukan hanya karena identitasnya, tetapi karena visi besar yang ia bawa tentang Thailand sebagai negara yang berdiri di atas keberagaman.

Berasal dari keluarga berdarah Pakistan yang dikenal berpengaruh di Thailand, Sabida memang tumbuh dalam lingkungan politik. Ayahnya, Chada Thaiseth, adalah tokoh penting di provinsi Uthai Thani, dan keluarganya telah menempati posisi kabinet dalam tiga pemerintahan berturut-turut. 

Namun, Sabida tidak sekadar mengandalkan privilese. Ia membangun reputasinya sendiri melalui pendidikan dan pengalaman birokrasi.

Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Assumption dan Magister Hukum Komersial Internasional dari University of Westminster di London, Inggris, sebuah latar belakang yang membentuknya sebagai politisi dengan perspektif global.

Sebelum dipercaya memimpin Kementerian Kebudayaan, Sabida lebih dulu menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri sejak 2024. 

Dalam posisi itu, ia mengawasi sejumlah lembaga strategis, mulai dari Departemen Pekerjaan Umum dan Perencanaan Kota dan Wilayah hingga Otoritas Perusahaan Air Metropolitan dan Otoritas Perusahaan Air Provinsi. 

Pengalaman ini memberinya pemahaman kuat tentang tata kelola negara, sekaligus membuktikan bahwa ia bukan figur simbolik semata, melainkan pengambil keputusan yang berpengaruh.

baca juga

Sebagai Menteri Kebudayaan, Sabida membawa visi yang jelas tentang makna kebudayaan dalam masyarakat Thailand yang majemuk. Ia menegaskan bahwa tugasnya bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi menjadikan keragaman sebagai kekuatan nasional. 

“Thailand adalah rumah bagi banyak identitas. Tugas saya bukan hanya menjaga satu warna, melainkan memastikan seluruh budaya kita, dari kuil hingga masjid, dari pegunungan hingga pesisir menjadi kekuatan tunggal yang diakui dunia,” ujar Sabida.

Pernyataan itu kembali ia pertegas dalam wawancara yang dikutip Majoriti pada Minggu (4/1/2026). 

“Thailand memiliki banyak identitas. Tugas saya bukan hanya melestarikan satu warna, tetapi memastikan bahwa seluruh spektrum budaya kita, dari kuil hingga masjid, dari pegunungan hingga pantai, menjadi kekuatan yang bersatu dan diakui oleh dunia,” katanya. 

Bagi Sabida, keberagaman bukan sekadar fakta sosial, melainkan aset strategis yang dapat mengangkat posisi Thailand di mata internasional.

Pengangkatannya pun dipandang sebagai langkah cerdas Paetongtarn Shinawatra dalam memperkuat persatuan nasional dan menunjukkan komitmen pada inklusivitas. 

Dalam kabinet yang beranggotakan 35 menteri, Sabida memegang peran penting, terutama ketika Thailand tengah mendorong strategi soft power untuk memulihkan dan memperkuat perekonomian pasca-pandemi. 

Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinannya diarahkan untuk menjadi motor penggerak industri kreatif yang melibatkan semua kelompok masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis.

Sabida memandang budaya sebagai jembatan antara tradisi dan ekonomi modern. Festival-festival besar seperti Songkran dan Loy Krathong kini didorong untuk tampil sebagai magnet global, bukan hanya ritual lokal. 

Di saat yang sama, ia juga menyoroti kekayaan budaya Islam Thailand, seperti kerajinan tangan dari provinsi-provinsi selatan dan festival makanan halal, sebagai bagian sah dari identitas nasional yang patut dipromosikan ke dunia.

Di ranah digital, Sabida mendorong kolaborasi antara pemerintah dan kreator konten agar aset budaya Thailand dapat tampil di media sosial dan platform streaming internasional. 

Baginya, soft power yang efektif adalah yang mampu meresap ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat global. “Keberhasilan budaya tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi sejauh mana gaya hidup Thailand memengaruhi tren global,” katanya.

Kehadiran Sabida Thaiseth di pucuk Kementerian Kebudayaan menjadi bukti bahwa Thailand sedang bergerak menuju babak baru, di mana identitas agama dan etnis tidak lagi menjadi batas, melainkan bagian dari mozaik nasional yang justru memperkaya. 

Di negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha, seorang perempuan Muslim kini menjadi penjaga sekaligus juru bicara “jiwa” Thailand di hadapan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Buruk Pilar Timnas Indonesia di Thailand, Dua-duanya Keok!

Kabar Buruk Pilar Timnas Indonesia di Thailand, Dua-duanya Keok!

Bola | Kamis, 08 Januari 2026 | 11:46 WIB

Sinopsis Missing, Drama Thailand Adaptasi Drakor yang Siap Bikin Merinding

Sinopsis Missing, Drama Thailand Adaptasi Drakor yang Siap Bikin Merinding

Your Say | Selasa, 06 Januari 2026 | 07:20 WIB

Tren Baju Lebaran dari Tahun ke Tahun, Rompi Lepas Jadi Primadona di 2026?

Tren Baju Lebaran dari Tahun ke Tahun, Rompi Lepas Jadi Primadona di 2026?

Lifestyle | Senin, 05 Januari 2026 | 18:15 WIB

Terkini

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:33 WIB

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 20:32 WIB

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 20:28 WIB

×