Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal

M Nurhadi

Senin, 12 Januari 2026 | 18:20 WIB
Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal
Ketua Federal Reserve Jerome Powell (x.com)
baca 10 detik
  • Jaksa federal membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, terkait kesaksian renovasi gedung.
  • Powell meyakini penyelidikan ini dipicu oleh kemarahan Presiden Trump karena penolakan penurunan suku bunga acuan.
  • Konflik ini menimbulkan kekhawatiran independensi The Fed dan berdampak pada kenaikan harga emas global.

Suara.com - Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa jaksa penuntut federal telah membuka penyelidikan kriminal terhadap dirinya.

Langkah ini menandai eskalasi konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya antara bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut dengan administrasi Presiden Donald Trump.

Dalam sebuah video yang mengumumkan penyelidikan tersebut, Jerome Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS telah melayangkan somasi (subpoena) kepada agensinya. P

enyelidikan ini berfokus pada kesaksian yang diberikan Powell kepada komite Senat mengenai proyek renovasi besar-besaran gedung-gedung Federal Reserve. Jaksa bahkan mengancam akan mengeluarkan dakwaan kriminal terkait keterangan tersebut.

Jerome Powell menyebut penyelidikan ini sebagai tindakan yang "unprecedented" atau belum pernah terjadi sebelumnya. Ia secara terbuka meyakini bahwa langkah hukum ini dipicu oleh kemarahan Donald Trump terhadap dirinya.

Sebagaimana diketahui, Powell berulang kali menolak tekanan publik dari sang Presiden untuk menurunkan suku bunga demi ambisi politik jangka pendek.

Konflik antara Gedung Putih dan The Fed ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai independensi kebijakan moneter Amerika Serikat.

Powell menegaskan bahwa masa depan ekonomi negara dipertaruhkan jika bank sentral kehilangan kemampuannya untuk mengambil keputusan secara objektif.

"Hal ini menegaskan apakah The Fed akan mampu terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah kebijakan moneter justru akan dipengaruhi oleh tekanan atau intimidasi politik," ujar Powell, dikutip via BBC.

baca juga

Meskipun menghadapi tekanan hukum, Powell menyatakan tetap menghormati prinsip akuntabilitas dalam demokrasi.

Namun, ia memperingatkan bahwa tindakan ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yaitu ancaman yang terus-menerus dari administrasi saat ini terhadap lembaga negara yang independen.

"Saya sangat menghormati supremasi hukum dan akuntabilitas dalam demokrasi. Tidak seorang pun, tentu saja bukan ketua Federal Reserve, berada di atas hukum, tetapi tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas dari ancaman dan tekanan berkelanjutan yang diberikan oleh pemerintah.," lanjutnya.

Secara formal, penyelidikan ini berpusat pada proyek "overhaul dan modernisasi" dua gedung utama The Fed, yaitu Eccles Building dan 1951 Constitution Avenue.

Gedung-gedung peninggalan tahun 1930-an tersebut sedang direnovasi untuk pertama kalinya guna membersihkan kontaminasi asbes dan timbal serta meningkatkan standar keamanan kesehatan.

The Fed memproyeksikan biaya renovasi ini mencapai USD 2,5 miliar dan mengklaim langkah ini akan menghemat biaya jangka panjang.

Namun, Donald Trump mengkritik tajam proyek ini dan menyebut biaya yang membengkak mencapai USD 3,1 miliar.

Dalam wawancara dengan NBC News pada hari Minggu, Trump membantah mengetahui detail penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap The Fed, namun ia tetap melancarkan kritik pedas kepada Powell.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang itu (penyelidikan The Fed), tetapi dia jelas tidak terlalu bagus di Federal Reserve, dan dia juga tidak terlalu bagus dalam proyek gedung," kata Trump merujuk pada kinerja Powell.

Langkah Departemen Kehakiman ini memicu reaksi keras dari Capitol Hill. Senator Partai Republik dari North Carolina, Thom Tillis, menyatakan keberatan yang tegas. Sebagai anggota Komite Perbankan Senat, Tillis mengancam akan memblokir setiap calon pengganti Powell yang diajukan Trump hingga masalah hukum ini tuntas.

"Jika sebelumnya masih ada keraguan apakah para penasihat di dalam pemerintahan Trump secara aktif mendorong untuk mengakhiri independensi Federal Reserve, sekarang seharusnya tidak ada lagi. Yang dipertanyakan sekarang adalah independensi dan kredibilitas Departemen Kehakiman," tegas Tillis dalam pernyataan tertulisnya.

Senada dengan Tillis, Senator Demokrat Elizabeth Warren menuding Trump sedang berusaha melakukan "corrupt takeover" atau pengambilalihan korup terhadap bank sentral.

Menurut Warren, rencana Trump adalah menyingkirkan Powell dan menggantinya dengan sosok yang bisa ia kendalikan sepenuhnya. 

Ketidakpastian politik di Amerika Serikat langsung berimbas pada pasar komoditas global. Investor yang khawatir akan stabilitas ekonomi AS mulai beralih ke aset aman (safe-haven). Hal ini, ditambah dengan ketegangan yang berlanjut di Iran, memicu lonjakan harga logam mulia.

Pada hari Senin, harga emas dunia melesat 1,4% ke angka USD 4.572,36 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 4.600,33.

Perak juga mencatatkan sejarah dengan mencapai rekor tertinggi USD 84,58 per ons sebelum terkoreksi tipis ke level USD 83,26.

April Larusse, kepala spesialis investasi di Insight Investment, menilai bahwa tekanan terhadap The Fed mungkin tidak dapat dibenarkan secara ekonomi.

"Sebenarnya tidak benar bahwa Federal Reserve tidak melakukan apa pun terkait suku bunga, jadi ini terasa seperti tekanan yang mungkin tidak sepenuhnya beralasan," jelasnya kepada BBC.

Ia menambahkan bahwa meskipun Trump menginginkan suku bunga rendah untuk menstimulasi ekonomi, inflasi yang tinggi tetap menjadi beban berat bagi masyarakat kelas menengah ke bawah di AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland

Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland

News | Minggu, 11 Januari 2026 | 11:37 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 10:30 WIB

Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro

Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 22:35 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×