Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:30 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)
  • Harga minyak Brent naik ke $60,34 dipicu stok AS yang merosot tajam 3,8 juta barel
  • Strategi Trump sita tanker Venezuela picu perubahan jalur ekspor minyak dari China ke AS.
  • Pasar tetap waspada; Morgan Stanley prediksi surplus minyak 3 juta barel per hari di 2026.

Suara.com - Setelah loyo selama dua hari berturut-turut, harga minyak dunia akhirnya mencatatkan rebound tipis pada perdagangan Kamis (8/1/2026).

Kenaikan ini dipicu oleh kejutan dari data cadangan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang merosot tajam, di tengah drama geopolitik antara Washington dan Venezuela yang kian memanas.

Berdasarkan data Investing.com, harga minyak mentah Brent naik 0,6 persen ke level $60,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkerek 0,7 persen menjadi USD 56,36 per barel.

Laporan terbaru dari Energy Information Administration (EIA) menjadi penggerak utama pasar. Stok minyak mentah AS turun tajam sebesar 3,8 juta barel menjadi 419,1 juta barel per awal Januari. Angka ini menjungkirbalikkan prediksi para analis yang justru memperkirakan adanya penumpukan stok.

"Pembelian akibat penurunan harga (buy on weakness) sedikit mendorong harga naik. Namun, kekhawatiran kelebihan pasokan di masa depan tetap membatasi momentum kenaikan," ujar Mitsuru Muraishi, analis dari Fujitomi Securities.

Meski naik hari ini, awan mendung masih membayangi. Morgan Stanley memprediksi pasar akan tetap mengalami surplus pasokan hingga 3 juta barel per hari pada semester pertama 2026 mendatang.

Ketegangan politik di Venezuela menjadi bumbu utama ketidakpastian harga. Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah menjalankan strategi agresif untuk mengontrol aliran minyak dari negara tersebut.

Dampaknya, kilang-kilang independen di China yang selama ini bergantung pada pasokan Venezuela mulai bersiap mencari alternatif. Mereka diperkirakan bakal beralih ke minyak mentah asal Iran untuk menutup celah kekurangan stok akibat manuver AS di Caracas.

Muraishi memperkirakan, meski hari ini menguat tipis, tren penurunan harga minyak kemungkinan besar akan berlanjut, dengan target harga WTI bisa jatuh di bawah level USD 54 per barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro

Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 22:35 WIB

Mobil Buatan Indonesia Jadi Primadona di Venezuela, Ini Dia 2 Mereknya

Mobil Buatan Indonesia Jadi Primadona di Venezuela, Ini Dia 2 Mereknya

Otomotif | Rabu, 07 Januari 2026 | 19:58 WIB

Belajar dari Venezuela, RI Harus Waspadai Intervensi Asing Lewat Orang Terdekat Lingkaran Kekuasaan

Belajar dari Venezuela, RI Harus Waspadai Intervensi Asing Lewat Orang Terdekat Lingkaran Kekuasaan

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB