Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.458,496
LQ45 746,470
Srikehati 349,085
JII 516,664

Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 11:09 WIB
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
Harga minyak mentah dunia terkoreksi pada perdagangan Rabu (7/1/2026), menyusul pengumuman mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Ilustrasi Suara.com
  • Trump kendalikan 50 juta barel minyak Venezuela; harga WTI turun ke USD 56,35 per barel.
  • Surplus minyak dunia diprediksi bengkak 3 juta barel per hari pada semester I-2026.
  • Alihan kargo minyak dari China ke AS memperparah kekhawatiran kelebihan pasokan global.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia terkoreksi pada perdagangan Rabu (7/1/2026), menyusul pengumuman mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Melalui pernyataan resminya, Trump mengungkapkan kesepakatan pasokan baru di mana Venezuela akan menyalurkan 30 hingga 50 juta barel minyak ke pasar AS, setelah sebelumnya tertahan oleh sanksi.

Sentimen ini langsung menekan harga pasar. Mengutip Investing.com, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,37% ke level USD 56,35 per barel. Sementara harga minyak mentah Brent merosot 1% menjadi USD 60,09 per barel.

Trump secara tegas menyatakan bahwa dirinya akan memegang kendali penuh atas hasil penjualan minyak tersebut. "Uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat!" tulis Trump dalam media sosialnya.

Ahli Strategi Pasar di Moomoo ANZ, Tina Teng, menilai langkah Trump ini merupakan sinyal bahwa AS lebih memilih strategi peningkatan pasokan. Dampaknya, kekhawatiran pasar global akan kelebihan pasokan (oversupply) kian nyata. Apalagi, kargo-kargo minyak Venezuela yang sebelumnya ditujukan ke China dilaporkan mulai dialihkan rutenya menuju Amerika Serikat.

Saat ini, aliran minyak dari Venezuela sepenuhnya dikendalikan oleh Chevron, mitra usaha patungan PDVSA yang memiliki otorisasi khusus dari AS. Chevron tercatat konsisten mengekspor sekitar 100.000 hingga 150.000 barel per hari ke Amerika Serikat tanpa gangguan.

Namun, analis dari Haitong Futures, Yang An, memperingatkan bahwa fokus pasar yang terlalu besar pada dinamika geopolitik membuat banyak pihak mengabaikan fakta kelebihan pasokan di pasar fisik. Kondisi ini diperparah dengan harga minyak Timur Tengah yang kian melemah.

Morgan Stanley pun memproyeksikan surplus minyak dunia akan membengkak hingga 3 juta barel per hari pada semester I-2026, akibat perpaduan antara lesunya permintaan global dan lonjakan produksi dari negara-negara anggota OPEC+.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Greenland Punya Tambang Melimpah, Trump Ngotot Mau Caplok Usai Serang Venezuela

Greenland Punya Tambang Melimpah, Trump Ngotot Mau Caplok Usai Serang Venezuela

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 07:23 WIB

Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya

Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 22:20 WIB

Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Kedubes Amerika

Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Kedubes Amerika

Foto | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:34 WIB

Terkini

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:12 WIB

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:01 WIB