Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo

Erick Tanjung

Selasa, 13 Januari 2026 | 17:11 WIB
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sekaligus politisi Fahri Hamzah. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Fahri sebut kebijakan Prabowo adalah 'jalan tengah' demokrasi khas Indonesia.
  • Pilkada via DPRD dinilai sebagai wacana efisiensi, bukan kemunduran demokrasi.
  • Pemerintah fokus hentikan kebocoran anggaran, bukan sekadar wacana hukum.

Suara.com - Politikus senior Fahri Hamzah menanggapi kekhawatiran publik mengenai munculnya tren oligarki politik baru, termasuk wacana pengembalian Pilkada ke DPRD.

Menurutnya, langkah-langkah yang diambil pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini adalah upaya mencari 'jalan tengah' demokrasi yang khas Indonesia, di tengah krisis demokrasi liberal dunia.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini membandingkan kondisi global saat ini, di mana demokrasi liberal di Amerika Serikat dinilai mulai berantakan, sementara model pembangunan China berhasil mengentaskan ratusan juta orang dari kemiskinan.

Mengutip filosofi Bung Hatta, "mendayung di antara dua karang," ia berpendapat Indonesia perlu merumuskan sistemnya sendiri.

“Cara kita menyelenggarakan demokrasi kita itu supaya ada dalam pilihan-pilihan yang unik milik bangsa Indonesia, cara Indonesia, jalan Indonesia, dan ini kita harapkan hasilnya nyata. Tidak untuk merusak bangsa ini," ujar Fahri Hamzah dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, dikutip pada Selasa (13/1/2026).

Pilkada via DPRD sebagai Wacana Efisiensi

Terkait isu Pilkada kembali ke DPRD, Fahri menyebut hal itu sebagai bagian dari diskusi intelektual untuk mengelola pemilu agar lebih efisien. Ia bahkan merujuk pada literatur global seperti buku 'Against Election' karya David Van Reybrouck, yang mulai mempertanyakan relevansi pemilu konvensional di era modern.

Di sisi lain, Fahri menyoroti dua misi besar Presiden Prabowo: menghentikan kebocoran anggaran dan menghapus ketimpangan sosial. Ia mengkritik kelompok LSM yang hanya sibuk menuntut pengesahan UU Perampasan Aset, sementara menurutnya, pemerintah saat ini justru sudah melakukan perampasan aset secara nyata di lapangan dari para mafia dan penyelundup.

"LSM sibuk mengatakan pemerintah tidak komit memberantas korupsi karena tidak mau mengesahkan undang-undang perampasan aset, padahal Pak Prabowo sekarang lagi merampas aset. Dan itu tidak dihargai," tegasnya.

baca juga

Menurut Fahri, langkah efisiensi yang diambil Presiden ini merupakan realisasi dari peringatan lama ayahandanya, Sumitro Djojohadikusumo, mengenai besarnya kebocoran ekonomi Indonesia.

Menutup pernyataannya, Fahri meminta para intelektual untuk tidak terjebak dalam kecurigaan berlebihan. Ia menjamin konstitusi Indonesia akan tetap demokratis.

"Mari kita kaum intelektual berpikir yang agak enak sedikitlah, enggak usah curiga ini akan kembali (ke otoritarianisme) atau tidak. Enggak ada yang kembali, konstitusi kita tetap konstitusi demokratis yang diakui dunia," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Koreksi Desain IKN, Instruksikan Percepatan Fasilitas Legislatif dan Yudikatif Tuntas 2028

Prabowo Koreksi Desain IKN, Instruksikan Percepatan Fasilitas Legislatif dan Yudikatif Tuntas 2028

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 16:45 WIB

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 16:39 WIB

Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'

Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 16:11 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×