Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'

Bangun Santoso Suara.Com
Selasa, 13 Januari 2026 | 16:11 WIB
Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'
Fahri Hamzah. (bidik layar video)
Baca 10 detik
  • Politikus Fahri Hamzah menganalisis kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto setelah satu tahun menjabat di publik.
  • Fahri menilai Prabowo adalah pemimpin independen yang sesungguhnya, tanpa intervensi kekuatan di belakang layar.
  • Prabowo melakukan gebrakan "kejutan birokrasi" berupa pemotongan anggaran tanpa negosiasi politik berbelit-belit.

Suara.com - Politikus Fahri Hamzah memberikan pembelaan sekaligus analisis mendalam terkait gaya kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang kini genap berusia satu tahun pemerintahan.

Fahri menyebut Prabowo sebagai sosok pemimpin yang memiliki banyak kelebihan namun paling sering disalahpahami oleh publik.

Dirinya juga menilai skeptisisme publik yang masih muncul saat ini merupakan sisa-sisa dari kontroversi masa lalu yang terus direproduksi. Padahal, menurutnya, Prabowo saat ini berada pada fase kepemimpinan yang paling tulus dan independen dalam sejarah politik Indonesia.

Salah satu poin yang menjadi perhatian Fahri adalah kemandirian Prabowo dalam mengambil keputusan.

Ia mengklaim bahwa Prabowo mungkin menjadi satu-satunya Presiden Indonesia yang benar-benar memegang kendali kepemimpinan tanpa intervensi kekuatan di belakang layar.

"Menurut saya inilah satu-satunya presiden yang tidak dikendalikan dari belakang. Cuma Pak Prabowo ini yang leadership-nya real, bahwa dia yang memimpin, dialah yang memutuskan," ujar Fahri Hamzah dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Selasa (13/1/2026).

Fahri menambahkan, pada usianya yang ke-75 tahun, Prabowo sudah tidak lagi mengejar pencitraan atau membutuhkan restu dari kelompok lobi maupun kekuatan uang yang biasanya mengendalikan politik dari balik layar.

"Dia bilang, 'Buat apa lagi saya berpura-pura? Buat apa lagi saya mesti cari pencitraan?'. buat apalagi saya harus minta restu dari kekuatan A, kekuatan B yang selama ini mengendalikan politik dari belakang’," tambahnya.

Dalam setahun perjalanannya, Prabowo melakukan gebrakan yang disebut Fahri sebagai bureaucracy shock atau kejutan birokrasi.

Baca Juga: Ketua Komisi II DPR: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN adalah Pesan 'No Point to Return'

Hal ini terlihat dari keberanian Presiden dalam memotong anggaran yang dianggap boros secara langsung, tanpa melalui negosiasi politik yang berbelit-belit seperti biasanya.

Menurut Fahri, keberanian Prabowo memotong anggaran tanpa kompromi dengan kepentingan partai atau kelompok lobi seringkali membuat banyak pihak terkejut dan merasa tidak nyaman.

Namun, hal itu dianggap sebagai langkah perlu untuk mengubah nasib bangsa.

Fahri juga menanggapi terkait banyaknya gugatan dan kritik yang dialamatkan kepada pemerintahan baru ini, dirinya mengajak publik untuk berterus terang dalam menilai Prabowo dan mulai meninggalkan stigma masa lalu.

Ia menilai dukungan mantan Presiden Jokowi di masa transisi politik sebelumnya merupakan game changer yang memberikan ruang bagi Prabowo untuk membuktikan visinya bagi Indonesia.

"Dan seharusnya kita sekarang menoleh kepada siapa Prabowo ini sebenarnya yang sebenar-benarnya," pungkas Fahri. (Tsabita Aulia)

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI