Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru

Bella Suara.Com
Selasa, 13 Januari 2026 | 21:14 WIB
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Meki Fritz Nawipa menjabat Gubernur Papua Tengah sejak 2025, sebelumnya menjabat Bupati Paniai 2018–2023.
  • Nawipa berpengalaman sebagai pilot perintis Papua selama 15 tahun, membentuk fokus kebijakan pemerintahannya.
  • Sebagai gubernur, ia menekankan kolaborasi, Otonomi Khusus, serta prioritas pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Suara.com - Meki Fritz Nawipa, S.H. adalah tokoh pemerintahan Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Provinsi Papua Tengah periode 2025–sekarang. Ia dikenal sebagai pemimpin Papua generasi baru yang mengombinasikan pengalaman lapangan di wilayah terpencil, disiplin profesional dunia penerbangan, serta rekam jejak eksekutif dalam pemerintahan daerah.

Sebelum menjadi gubernur, Nawipa menjabat sebagai Bupati Kabupaten Paniai (2018–2023), ketika wilayah tersebut masih berada di bawah Provinsi Papua. Dalam kepemimpinannya, ia konsisten mendorong pembangunan yang berpihak pada masyarakat akar rumput, dengan fokus pada pendidikan gratis, layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, serta perlindungan hak Orang Asli Papua (OAP).

Sebagai gubernur definitif pertama Papua Tengah, Nawipa menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah provinsi dan kabupaten, serta berpijak pada pemahaman yang kuat terhadap Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) sebagai instrumen perlindungan hak-hak masyarakat adat.

Dengan visi menjadikan Papua Tengah sebagai “rumah bersama” bagi seluruh masyarakat—terutama OAP—Nawipa menampilkan diri sebagai pemimpin yang menekankan integritas, pelayanan publik, dan partisipasi masyarakat.

Pendidikan

Meki Fritz Nawipa mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di Papua dan Jayapura. Riwayat pendidikannya meliputi:

  • SD YPPI Kebo 1, Paniai
  • SMP Negeri Aradide, Paniai
  • SMA Negeri 5 Jayapura

Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan bersekolah di Bible College of Victoria (kini Melbourne School of Theology), Melbourne, Australia.

Di bidang penerbangan, Nawipa menempuh pendidikan di Deraya Flying School, Halim Perdanakusuma, Jakarta (mulai tahun 2000), serta di MAF Flight Training Centre, Papua Nugini. Dari lembaga ini ia memperoleh Private Pilot Licence (PPL).

Karier sebagai Pilot

Sebelum terjun ke dunia politik, Nawipa mengabdikan diri selama lebih dari 15 tahun sebagai pilot penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua. Ia bertugas menerbangkan pesawat kecil untuk misi kemanusiaan, logistik, dan konektivitas antardaerah yang sulit dijangkau jalur darat.

Dalam kariernya, ia tercatat memiliki lebih dari 12.000 jam terbang, dan bekerja di sejumlah maskapai dan lembaga penerbangan perintis, antara lain:

Baca Juga: Implementasi Pendidikan Gratis Pemprov Papua Tengah, SMKN 3 Mimika Kembalikan Seluruh Biaya

  • Mission Aviation Fellowship (MAF)
  • Susi Air
  • Tariku Aviation
  • Alfa Trans Air

Salah satu pengalaman pentingnya adalah ketika menjadi pilot pesawat yang membawa Megawati Soekarnoputri dalam kegiatan kampanye pada tahun 2009. Pengalaman panjang ini membentuk pemahaman mendalam Nawipa mengenai keterisolasian wilayah Papua, persoalan transportasi, serta tantangan distribusi layanan publik—yang kelak menjadi dasar orientasi kebijakannya di pemerintahan.

Kepemimpinan sebagai Bupati Paniai (2018–2023)

Nawipa resmi memasuki dunia politik pada Pilkada Kabupaten Paniai 2018, berpasangan dengan Oktopianus Gobay. Pasangan ini ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Provinsi Papua pada 19 September 2018, dengan perolehan 71.072 suara (sekitar 70,48%) dari suara sah.

Program dan Kebijakan Unggulan

Selama menjabat sebagai Bupati Paniai, Nawipa meluncurkan berbagai kebijakan strategis, antara lain:

  • Formasi CPNS 2018 dialokasikan 100% untuk Orang Asli Papua (OAP) sebagai langkah afirmatif pemberdayaan masyarakat adat.
  • Pengembangan “Sekolah Unggulan” dengan sistem asrama dan jam belajar diperpanjang bagi siswa dari distrik terpencil.
  • Program beasiswa penuh bagi pelajar OAP ke sekolah unggulan di luar Papua, termasuk pengiriman siswa ke SMA President 2, Pandeglang.
  • Penguatan ekonomi rakyat melalui Gerakan Tanam Kopi, guna mengembangkan komoditas unggulan lokal.
  • Prioritas pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, dan layanan kesehatan di distrik terpencil.

Nawipa juga dikenal menekankan efisiensi dan integritas anggaran, dengan pandangan bahwa dana publik seharusnya langsung menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, bukan dihabiskan untuk perayaan seremonial.

Kepemimpinan sebagai Gubernur Papua Tengah (2025–sekarang)

Setelah terbentuknya Provinsi Papua Tengah melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022, Nawipa mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur Papua Tengah 2024, berpasangan dengan Deinas Geley. Pasangan ini terpilih dan dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Sebagai Gubernur definitif pertama Papua Tengah, Nawipa mengusung visi pembangunan yang berpihak pada masyarakat akar rumput, dengan fokus pada:

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI