Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:18 WIB
Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026). [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI luncurkan operasi modifikasi cuaca untuk cegah banjir Jakarta.
  • Anggaran disiapkan 30 hari karena dinilai lebih efisien daripada tangani banjir.
  • Operasi dimulai sehari setelah Jakarta dilanda banjir di sejumlah wilayah.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC pada Selasa (13/1/2026). Langkah preventif ini diambil untuk membendung ancaman cuaca ekstrem dan potensi banjir di Ibu Kota, menyusul adanya prediksi peningkatan intensitas hujan dari BMKG.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya proaktif untuk menjamin keamanan warga.

"Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ini, karena memang data BMKG itu kurang lebih hampir sama dengan yang kemarin," ujar Pramono Anung di Jakarta Pusat, Selasa.

Anggaran Disiapkan, Dinilai Lebih Efisien

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran yang fleksibel untuk mendukung operasi ini hingga satu bulan ke depan. Menurutnya, intervensi cuaca ini jauh lebih efisien secara ekonomis dibandingkan harus menanggung kerugian akibat terjangan banjir.

"Kami sudah menganggarkan untuk 30 hari ini. Kalaupun harus tiap hari, akan kami lakukan. Karena hitungan kami, dampak banjir lebih besar biayanya dibandingkan melakukan modifikasi cuaca," tegas Pramono.

Operasi ini dipastikan telah berjalan penuh sejak hari ini, dan Pramono mengklaim dampaknya sudah mulai terasa.

"Kalau tidak dilakukan modifikasi cuaca, tidak mungkin hujannya hanya sebentar seperti tadi," tuturnya.

Langkah Preventif Pascabanjir

Baca Juga: Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh

Keputusan untuk menggelar OMC ini diambil setelah Jakarta kembali dilanda banjir pada Senin (12/1/2026), yang merendam puluhan RT dan ruas jalan vital. Menurut keterangan BPBD DKI, OMC tidak dilakukan pada hari itu karena belum adanya rekomendasi resmi dari BMKG.

Kini, dengan rekomendasi yang telah terbit, Pemprov berharap skenario teknologi modifikasi cuaca ini dapat meminimalkan risiko genangan di titik-titik rawan.

"Mudah-mudahan ini akan tertangani secara lebih baik," imbuh Pramono.

×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI