Lingkaran Setan Suap Bupati Bekasi, KPK Panggil 5 Bos Proyek dan Sekcam Sekaligus

Bangun Santoso

Rabu, 14 Januari 2026 | 13:21 WIB
Lingkaran Setan Suap Bupati Bekasi, KPK Panggil 5 Bos Proyek dan Sekcam Sekaligus
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi H.M Kunang berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/1/2026). KPK melakukan pemeriksaan terhadap ayah Bupati Bekasi nonaktif H.M Kunang sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
baca 10 detik
  • KPK memanggil tujuh saksi termasuk direktur perusahaan swasta terkait kasus dugaan suap Bupati Bekasi nonaktif ADK.
  • Pemeriksaan ini merupakan pengembangan OTT pada 18 Desember 2025 yang menetapkan tiga tersangka utama.
  • Fokus pemeriksaan adalah mendalami aliran dana suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengencangkan jerat dalam penyidikan kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK). Tak tanggung-tanggung, lembaga antirasuah memanggil tujuh orang saksi sekaligus, termasuk lima direktur perusahaan swasta dan seorang pejabat eselon kecamatan.

Pemeriksaan intensif ini digelar untuk membongkar lebih dalam dugaan aliran dana haram terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Para saksi ini dijadwalkan memberikan keterangan di hadapan penyidik di markas besar KPK.

“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama ROH selaku Sekretaris Camat Kedung Waringin, AP selaku Direktur CV Mancur Berdikari, MAR selaku Direktur CV Lor Jaya, NAD selaku Direktur CV Singkil Berkah Anugerah, RUD selaku Direktur PT Tirta Jaya Mandiri, serta HD selaku Direktur CV Barok Konstruksi,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (14/1/2026).

Pemanggilan serentak para petinggi perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan pengadaan ini mengindikasikan kuat bahwa KPK tengah menelusuri alur dan modus operandi suap yang diduga melibatkan banyak pihak dalam lingkaran proyek pemerintah daerah.

Selain para direktur dan pejabat kecamatan tersebut, Budi Prasetyo menambahkan bahwa penyidik juga memanggil seorang saksi lain dari kalangan wiraswasta.

"Selain itu, Budi mengatakan KPK memanggil seorang wiraswasta berinisial NSY sebagai saksi kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat."

Langkah penyidikan ini merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menggemparkan publik pada akhir tahun 2025.

Dalam operasi senyap yang menjadi OTT kesepuluh KPK sepanjang tahun itu, tim penindakan berhasil menangkap total sepuluh orang di wilayah Kabupaten Bekasi pada 18 Desember 2025.

Sehari setelahnya, pada 19 Desember 2025, KPK membawa delapan orang dari hasil tangkapan tersebut ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan maraton.

baca juga

Di antara delapan orang itu, terdapat dua sosok sentral, yakni Bupati Ade Kuswara Kunang dan ayahnya sendiri, HM Kunang, yang menambah pelik kasus ini.

Dalam rangkaian operasi tersebut, KPK juga berhasil mengamankan barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga kuat merupakan bagian dari transaksi suap terkait proyek-proyek di Bekasi.

Puncak dari proses awal ini terjadi pada 20 Desember 2025, ketika KPK secara resmi mengumumkan penetapan tiga orang tersangka. Mereka adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK), ayahnya yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, HM Kunang (HMK), serta seorang pihak swasta bernama Sarjan (SRJ).

KPK merinci peran ketiganya dalam konstruksi perkara. Ade Kuswara dan ayahnya, HM Kunang, ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai penerima suap.

Sementara itu, Sarjan dari pihak swasta ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Pemanggilan para saksi baru ini diharapkan dapat membuka tabir lebih luas mengenai siapa saja yang terlibat dalam lingkaran setan korupsi proyek di Kabupaten Bekasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semua Gerak-gerik Ayah Bupati Bekasi Dikuliti KPK Lewat Sopir Pribadi

Semua Gerak-gerik Ayah Bupati Bekasi Dikuliti KPK Lewat Sopir Pribadi

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:57 WIB

Menakar Erosi Kepercayaan Umat Akibat Skandal Korupsi Haji Menteri Agama

Menakar Erosi Kepercayaan Umat Akibat Skandal Korupsi Haji Menteri Agama

Your Say | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:30 WIB

KPK Duga Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Terima Uang Rp600 Juta dari Kasus Suap Ijon Proyek

KPK Duga Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Terima Uang Rp600 Juta dari Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:30 WIB

Geledah Kantor PT Wanatiara Persada dalam Kasus Pajak, KPK Amankan Dokumen Kontrak hingga HP

Geledah Kantor PT Wanatiara Persada dalam Kasus Pajak, KPK Amankan Dokumen Kontrak hingga HP

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:21 WIB

Dua Pelaku Pembunuhan Pria di TPU Bekasi Ditangkap, Polisi Sebut Teman Lama Korban!

Dua Pelaku Pembunuhan Pria di TPU Bekasi Ditangkap, Polisi Sebut Teman Lama Korban!

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 08:43 WIB

IKPI Dorong Revisi UU Konsultan Pajak Usai Ada Anggota Kena OTT KPK

IKPI Dorong Revisi UU Konsultan Pajak Usai Ada Anggota Kena OTT KPK

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 07:51 WIB

Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK

Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 19:35 WIB

Terkini

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

×