AS Kirim USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, Ancam Keamanan Iran?

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 15 Januari 2026 | 18:12 WIB
AS Kirim USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, Ancam Keamanan Iran?
USS Abraham Lincoln (wikipedia)
  • Amerika Serikat memindahkan gugus tempur kapal induk nuklir USS Abraham Lincoln ke wilayah CENTCOM dari Laut China Selatan.
  • Iran merespons potensi serangan dengan mengeluarkan NOTAM yang melarang aktivitas penerbangan di wilayah udaranya per Rabu malam.
  • Militer AS mengevaluasi personel di pangkalan Timur Tengah, sementara Reuters melaporkan potensi serangan militer terhadap Iran dalam jam.

Suara.com - Situasi di Timur Tengah berada di titik nadir setelah muncul laporan mengenai kemungkinan serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam waktu dekat.

Sebagai bentuk penguatan kekuatan, AS dilaporkan tengah memindahkan gugus tempur kapal induk bertenaga nuklir, USS Abraham Lincoln (CVN 72), dari Laut China Selatan menuju wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM).

Laporan pergerakan aset tempur strategis ini pertama kali diungkapkan oleh koresponden Gedung Putih dari News Nation, Kellie Meyer. Berdasarkan informasi dari sumber internal, proses relokasi ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu.

"AS sedang memindahkan gugus tempur kapal induk dari Laut China Selatan ke wilayah tanggung jawab CENTCOM. Proses ini akan memakan waktu sekitar satu minggu," tulis Meyer melalui akun X resminya, Kamis (15/1/2026).

USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk kelas Nimitz yang menjadi simbol proyeksi kekuatan laut global AS. Berikut adalah spesifikasi teknis kapal raksasa tersebut:

  • Dimensi: Panjang 332,8 meter dengan luas dek penerbangan mencapai 4,5 hektar.
  • Propulsi: Ditenagai dua reaktor nuklir A4W yang mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 30 knot.
  • Kapasitas: Mampu mengangkut hingga 90 pesawat tempur dan helikopter, termasuk jet F/A-18 Hornet dan pesawat radar E-2C Hawkeye.
  • Personel: Menampung hingga 5.680 awak kapal dan personel penerbangan.

Merespons ancaman yang kian nyata, otoritas Iran secara resmi mengeluarkan peringatan Notice to Air Missions (NOTAM) sejak Rabu malam.

Teheran melarang seluruh aktivitas penerbangan di wilayah udaranya, kecuali untuk penerbangan internasional yang telah mengantongi izin khusus, meski belakangan beredar kabar wilayah udara Iran sudah dibuka kembali.

Data dari FlightRadar24 menunjukkan penurunan drastis lalu lintas udara di atas Iran. Hanya terpantau lima pesawat yang melintas sesaat setelah NOTAM diterbitkan.

Kondisi ini memaksa maskapai besar seperti Lufthansa Group (termasuk Swiss, Austrian, dan Brussels Airlines) untuk menghindari seluruh wilayah udara Iran dan Irak hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Langkah preventif juga diambil militer AS dengan meminta personel di beberapa pangkalan strategis Timur Tengah, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, untuk melakukan evakuasi.

Meskipun diplomat AS menyebutnya sebagai "perubahan postur", kantor berita Reuters melaporkan bahwa serangan militer terhadap Iran bisa terjadi hanya dalam hitungan jam.

Ketegangan ini semakin diperkeruh oleh pernyataan keras Presiden Donald Trump di media sosial. Selain fokus pada Timur Tengah, Trump terus menekan NATO terkait akuisisi Greenland yang ia sebut vital bagi sistem pertahanan rudal "Golden Dome" miliknya.

Trump memperingatkan bahwa tanpa kekuatan AS, NATO tidak akan menjadi kekuatan pencegah yang efektif. Ia menegaskan bahwa AS harus menguasai Greenland untuk mencegah wilayah tersebut jatuh ke tangan Rusia atau China

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jerman, Prancis, Swedia dan Norwegia Kirim Militer ke Greenland, NATO Siap Hadang AS

Jerman, Prancis, Swedia dan Norwegia Kirim Militer ke Greenland, NATO Siap Hadang AS

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:25 WIB

Eskalasi AS-Iran: Ada Operasi Intelijen Israel di Balik Protes Rakyat Iran?

Eskalasi AS-Iran: Ada Operasi Intelijen Israel di Balik Protes Rakyat Iran?

Your Say | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:07 WIB

Donyell Malen Tiba di Italia, Ucap Forza AS Roma dan Siap Jalani Tes Medis

Donyell Malen Tiba di Italia, Ucap Forza AS Roma dan Siap Jalani Tes Medis

Bola | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:27 WIB

Terkini

Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat

Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:43 WIB

Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya

Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:41 WIB

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:39 WIB

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:33 WIB

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:28 WIB

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:02 WIB

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:01 WIB

Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK

Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:46 WIB

BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber

BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB