Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:27 WIB
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia
Ilustrasi harga minyak dunia. [Shutterstock]
  • Harga minyak dunia terkoreksi lebih dari dua persen di pasar Asia pada Kamis, 15 Januari 2026 akibat pernyataan Presiden Trump.
  • Penurunan harga dipicu meredanya ketegangan Iran, kenaikan signifikan cadangan minyak AS, dan peningkatan produksi Venezuela.
  • Minyak Brent dan WTI turun signifikan, sementara prospek permintaan OPEC 2027 diprediksi stabil, berbeda dengan lonjakan impor China.

Suara.com - Harga minyak dunia terkoreksi hingga lebih 2 persen di pasar Asia pada Kamis, 15 Januari 2026. 

Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan meredanya ketegangan di Iran, sehingga mengurangi kekhawatiran investor terhadap potensi konflik militer dan terhambatnya distribusi minyak.

Mengutip dari Reuters, Minyak mentah Brent turun sebesar 1,67 dolar AS atau 2,5 persen  menjadi 64,85 dolar AS per barel pada pukul 01.09 GMT atau 08.09 WIB. 

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 1,54 dolar AS atau 2,5 persen, menjadi 60,48 dolar AS per barel.

Kedua indeks acuan tersebut ditutup menguat lebih dari 1 persen pada hari Rabu, namun kehilangan sebagian besar keuntungan setelah pernyataan Trump mengurangi kekhawatiran akan potensi serangan AS terhadap Iran.

Dalam keterangannya pada Rabu sore, Presiden Trump menyebutkan, adanya laporan bahwa kekerasan terhadap demonstran anti-pemerintah di Iran telah berkurang. 

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa pihak berwenang di sana tidak merencanakan eksekusi massal.

Hiroyuki Kikukawa, dari Nissan Securities Investment, mengatakan harga minyak mengalami tekanan jual karena pasar meyakini AS tidak akan menyerang Iran. 

Katanya, kenaikan cadangan minyak mentah AS yang melampaui estimasi turut menekan harga. 

"Meskipun risiko geopolitik tetap tinggi dan peristiwa tak terduga dapat mengganggu keseimbangan penawaran dan permintaan, WTI kemungkinan akan diperdagangkan dalam kisaran $55-$65 untuk sementara waktu," ujar Kikukawa.

Sementara itu, seorang pejabat AS mengonfirmasi, penarikan sejumlah personel militer dari pangkalan di Timur Tengah pada Rabu lalu. 

Langkah ini diambil menyusul ancaman Teheran yang akan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika jika Washington melancarkan serangan.

Sentimen negatif pada harga minyak juga diperkuat oleh data Badan Informasi Energi (EIA) yang menunjukkan kenaikan cadangan minyak dan bensin AS melampaui prediksi pasar.

Alih-alih menyusut sebesar 1,7 juta barel seperti yang diperkirakan para analis, stok minyak mentah AS justru melonjak drastis sebanyak 3,4 juta barel, sehingga total cadangan saat ini mencapai 422,4 juta barel per 9 Januari.

Di samping itu, sentimen negatif di pasar minyak semakin diperkuat oleh laporan bahwa Venezuela mulai meningkatkan produksinya kembali. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Kedubes Amerika

Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Kedubes Amerika

Foto | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:29 WIB

Konflik AS-Venezuela, Purbaya: Hukum Dunia Aneh, PBB Lemah Sekarang

Konflik AS-Venezuela, Purbaya: Hukum Dunia Aneh, PBB Lemah Sekarang

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:11 WIB

Harga Minyak Dunia Justru Melorot di Tengah Panasnya Penangkapan Presiden Maduro

Harga Minyak Dunia Justru Melorot di Tengah Panasnya Penangkapan Presiden Maduro

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 11:25 WIB

Klaim Belum Berdampak, ESDM: Sumber Minyak RI Bukan dari Venezuela

Klaim Belum Berdampak, ESDM: Sumber Minyak RI Bukan dari Venezuela

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 20:36 WIB

Penangkapan Presiden Venezuela Bisa Guncang Pasar Kripto, Ini Alasannya

Penangkapan Presiden Venezuela Bisa Guncang Pasar Kripto, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 17:57 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB