KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak

Erick Tanjung

Kamis, 15 Januari 2026 | 19:01 WIB
KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak
Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika. (Suara.com/Feli)
  • KPA catat konflik agraria meningkat 15% di tahun pertama pemerintahan Prabowo.
  • Kekerasan oleh aparat TNI dalam konflik agraria melonjak hingga 89%.
  • KPA desak moratorium konsesi baru dan pembentukan badan reforma agraria nasional.

Suara.com - Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) merilis Catatan Akhir Tahun (Catahu) 2025, yang menyoroti percepatan ketimpangan agraria di tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto. Laporan bertajuk “Tancap Gas di Jalur yang Salah” ini mencatat adanya 341 konflik agraria sepanjang 2025, meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya.

Konflik tersebut berdampak pada lebih dari 123 ribu keluarga di 428 desa, dengan total luas wilayah mencapai 915 ribu hektar.

Lonjakan Konflik dan Keterlibatan Aparat

Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, menilai lonjakan konflik ini tidak terlepas dari operasi penertiban kawasan hutan oleh Satgas PKH, serta ekspansi konsesi perkebunan sawit dan tebu untuk program hilirisasi pangan dan energi. Sektor perkebunan masih menjadi penyebab utama konflik, diikuti oleh proyek infrastruktur dan pertambangan.

Salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya keterlibatan aparat keamanan, terutama TNI, dalam konflik agraria. KPA mencatat kasus kekerasan oleh militer naik hingga 89 persen, sementara kriminalisasi terhadap petani dan aktivis meningkat 32 persen.

"Ekspansi teritorial TNI lewat pembangunan Kodam dan batalion baru juga menjadi pemicu konflik agraria di berbagai tempat," papar Dewi Kartika dalam peluncuran Catahu 2025, Kamis (15/1/2026).

Bencana Ekologis dan Kegagalan Reforma Agraria

Laporan ini juga menyoroti bencana banjir dan longsor di Sumatra sebagai bencana ekologis, yang disebabkan oleh kerusakan hutan akibat konsesi perusahaan besar.

Di sisi lain, program Reforma Agraria yang dicanangkan pemerintah dinilai gagal menjawab akar masalah. KPA menyebut pemerintah lebih fokus pada sertifikasi tanah ketimbang redistribusi lahan yang sebenarnya. Akibatnya, ketimpangan tidak terkoreksi dan jumlah petani gurem justru meningkat.

Rekomendasi KPA untuk Pemerintah

Untuk keluar dari krisis ini, KPA mendesak pemerintah untuk:

1.  Membentuk Badan Pelaksana Reforma Agraria Nasional (BP-RAN) langsung di bawah Presiden.
2.  Mendorong DPR membentuk Pansus Penyelesaian Konflik Agraria.
3.  Melakukan moratorium konsesi baru di sektor perkebunan, tambang, kehutanan, dan Proyek Strategis Nasional.
4.  Menghentikan represivitas aparat dan membebaskan para aktivis yang dikriminalisasi.

"Penguatan reforma agraria seharusnya tidak menggeser peran petani kepada korporasi skala besar atau program mercusuar yang dioperasikan oleh tentara dan polisi," pungkas Dewi Kartika.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aku dan Sosok Perempuan Penunggu Jembatan Batu

Aku dan Sosok Perempuan Penunggu Jembatan Batu

Your Say | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:30 WIB

Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia

Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 19:34 WIB

Panik! Mobil Mogok di Hutan Kecil yang Terkenal Wingit

Panik! Mobil Mogok di Hutan Kecil yang Terkenal Wingit

Your Say | Minggu, 11 Januari 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong

Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:01 WIB

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:58 WIB

Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:52 WIB

Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen

Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:42 WIB

Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:37 WIB

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:36 WIB

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:19 WIB

Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!

Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:14 WIB

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:13 WIB

Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli

Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli

News | Senin, 01 Juni 2026 | 07:45 WIB