Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:09 WIB
Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah
Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Kelembagaan Negara UGM pada 15 Januari 2026, haru mengenang janji almarhum ayah.
  • Uceng menyelesaikan studi di UGM dan Northwestern University, serta pernah menjabat Ketua Departemen Hukum Tata Negara UGM.
  • Ia dikenal melalui film Dirty Vote, berkomitmen menjadi intelektual organik yang memperjuangkan kepentingan publik dan independensi negara.

Suara.com - Suasana haru mewarnai upacara pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/1/2026). Ruangan yang dipenuhi undangan mendadak hening saat Uceng—sapaan akrabnya—membacakan bagian akhir pidato pengukuhan.

Uceng tak kuasa menahan tangis ketika mengenang pesan ayahandanya yang telah berpulang. Rasa sedih dan haru menyatu, lantaran sosok yang selama ini menjadi sumber semangat hidupnya tak dapat menyaksikan langsung momen penting ketika sang anak resmi menyandang gelar profesor di UGM.

Dalam pidatonya, Uceng mengenang perjalanan panjang pengabdian akademik sekaligus janji kepada orang tuanya. Ia menyebut tahun 2017 sebagai masa paling berat dalam hidupnya, saat sang ayah meninggal dunia. Dari sana, ia memegang dua janji. Pertama, merawat ribuan buku peninggalan ayahnya—janji yang kini telah ia tunaikan. Kedua, menuntaskan perjalanan akademik hingga meraih gelar guru besar, yang akhirnya terwujud hari ini.

Usai turun dari mimbar, tangis Uceng pecah dalam pelukan ibundanya tercinta, Hj. Zaitun Abbas, menambah haru suasana pengukuhan.

“Saya persembahkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah memberi sumbangsih, baik langsung maupun tidak langsung, dalam langkah dan jejak saya hingga hari ini,” ucapnya.

Zainal Arifin Mochtar lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8 Desember 1978. Pendidikan tingginya dimulai di Fakultas Hukum UGM dengan meraih gelar Sarjana Hukum pada 2003. Ia kemudian melanjutkan studi Master of Laws (LL.M.) di Faculty of Law, Northwestern University, Chicago, Amerika Serikat, pada 2006, sebelum menyelesaikan program doktoralnya di Fakultas Hukum UGM pada 2012.

Dalam perjalanan karier akademiknya, Uceng sempat menjabat sebagai Ketua Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM periode 2021–2025. Ia juga aktif mengemban berbagai peran strategis nasional, antara lain sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan Kementerian Keuangan RI (2023–2025), anggota Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu (2022–2025), serta pernah tergabung dalam Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar pada 2020.

Pengalaman organisasinya terentang panjang, sejak menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 1 Makassar, Ketua Senat Fakultas Hukum UGM, hingga aktif di berbagai lembaga dan komunitas seperti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT Korupsi), Pandheka FH UGM, Cakshana Institute, Kemitraan, serta menjadi anggota Dewan Pengawas Masjid di lingkungan tempat tinggalnya.

Perjalanan intelektual Uceng juga ditempa melalui keterlibatannya dalam berbagai forum diskusi, seminar, lokakarya, focus group discussion, hingga talk show dan siaran televisi selama hampir dua dekade terakhir.

baca juga

“Di situlah saya bertemu tokoh, pemikir, dan orang-orang cerdas yang membantu menimbun informasi serta pengetahuan dalam diri saya,” ujarnya.

Dalam lima tahun terakhir, bapak empat anak ini aktif menggeluti belasan riset, menulis jurnal ilmiah, dan puluhan publikasi, menyusun tiga buku bunga rampai, lima buku tunggal, serta meraih tujuh penghargaan akademik.

Namanya semakin dikenal publik lewat film dokumenter Dirty Vote: Sebuah Desain Kecurangan Pemilu 2024, yang menampilkan analisis kritis berbasis data terhadap proses pemilu nasional, sekaligus menegaskan posisinya sebagai intelektual yang konsisten bersuara untuk kepentingan publik.

Bagi Uceng, menjadi profesor bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, gelar guru besar relatif hanya persoalan administratif, sementara sikap, tanggung jawab intelektual, dan keberpihakan pada kepentingan publik jauh lebih berat.

Ia berharap para profesor mampu menjadi intelektual organik—tak selalu harus hadir langsung di ruang publik, tetapi mampu memberdayakan dan menguatkan pengetahuan masyarakat, terutama di tengah situasi pembodohan dan pembiaran yang kian terasa sistematis.

“Tanggung jawab kita kelak akan ditagih. Dari sanalah akan ditentukan Indonesia akan menjadi seperti apa suatu saat nanti. Karena kepada-Nya kita meminta dan kepada-Nya kita semua berserah diri,” tuturnya menutup pidato.

Uceng resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Hukum Kelembagaan Negara. Pidato pengukuhannya berjudul “Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan”, yang menyoroti melemahnya lembaga independen akibat menguatnya konservatisme dan kecenderungan otoritarianisme di Indonesia.

Saat ini, Uceng menjadi satu dari 559 guru besar aktif di UGM. Di Fakultas Hukum UGM, ia merupakan salah satu dari 18 guru besar aktif dari total 29 guru besar yang dimiliki fakultas tersebut.

Upacara pengukuhan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, budayawan, dan aktivis, di antaranya Jaksa Agung RI ST Burhanuddin, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Mahfud MD, Butet Kartaredjasa, Novel Baswedan, Hakim MK Saldi Isra, serta tamu undangan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Jusuf Kalla: Sikap Kritis Penting dalam Demokrasi

Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Jusuf Kalla: Sikap Kritis Penting dalam Demokrasi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:47 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:02 WIB

Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis

Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 18:53 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×