Disebut Paling Bahagia, Indonesia Justru Dibayangi Tingkat Kemiskinan Tertinggi Versi Bank Dunia

BellaLilis Varwati Suara.Com
Jum'at, 16 Januari 2026 | 15:02 WIB
Disebut Paling Bahagia, Indonesia Justru Dibayangi Tingkat Kemiskinan Tertinggi Versi Bank Dunia
Ilustrasi Indonesia negara paling bahagia sekaligus termiskin (Freepik/rawpixel.com)
Baca 10 detik
  • Klaim Presiden RI mengenai Indonesia negara paling bahagia nomor 1 dunia 2025 bertolak belakang data global.
  • World Happiness Report 2025 menempatkan Finlandia di peringkat teratas, sementara Indonesia berada di posisi 83.
  • Data Bank Dunia 2025 menunjukkan lonjakan drastis penduduk miskin Indonesia akibat pembaruan standar garis kemiskinan.

Suara.com - Klaim Presiden RI Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Indonesia unggul sebagai negara paling bahagia nomor 1 di dunia berdasarkan riset Harvard & Gallup tahun 2025 menjadi sorotan ketika dihadapkan pada gambaran kemiskinan ekstrem dunia versi Bank Dunia 2025.

Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia justru masih berada dalam tantangan besar untuk mengatasi tingkat kemiskinan yang masih tinggi.

Klaim Indonesia sebagai negara paling bahagia versi riset Harvard itu bertolak belakang dengan data World Happiness Report 2025 dalam kategori yang sama.

Riset World Happiness Report 2025 yang disusun oleh Wellbeing Research Centre Universitas Oxford dan Gallup mencatat negara-negara berikut memuncaki daftar kebahagiaan global:

Peringkat – Negara – Skor Kebahagiaan (0–10)

  1. Finlandia ~7,74
  2. Denmark ~7,58
  3. Islandia ~7,52
  4. Swedia ~7,34
  5. Belanda ~7,31
  6. Costa Rica ~7,27
  7. Norwegia ~7,26
  8. Israel ~7,23
  9. Luksemburg ~7,12
  10. Meksiko ~6,98

Laporan ini mengukur kebahagiaan melalui survei Gallup terhadap penilaian kehidupan yang dilakukan di lebih dari 140 negara, dengan memperhitungkan dukungan sosial, harapan hidup yang sehat, kebebasan, serta persepsi terhadap korupsi dalam proses penilaian.

Sementara itu, Indonesia sendiri berada jauh di luar daftar 10 besar. Laporan independen menyebut peringkat Indonesia berada di posisi ke-83 dari 147 negara dalam indeks kebahagiaan global.

Perbedaan Jumlah Rakyat Miskin Versi Pemerintah RI dan Bank Dunia

Data yang disusun Pemerintah RI melalui Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 24 juta jiwa atau 8,57 persen dari total penduduk. Angka tersebut berdasarkan perhitungan terbaru BPS dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dipetakan pada 2025.

Indikator DTSEN memetakan jumlah masyarakat miskin berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan sebesar Rp600.000.

Baca Juga: Alasan Jay Idzes dan Kevin Diks Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Selain itu, terdapat kategori masyarakat miskin ekstrem dengan jumlah sekitar 3,57 juta jiwa atau sekitar 1,13 persen dari total penduduk Indonesia. Kelompok ini ditentukan berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan sebesar Rp400.000.

Sementara itu, Bank Dunia (World Bank) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia melonjak drastis hingga mencapai 194,6 juta jiwa. Angka tersebut merujuk pada laporan bertajuk June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform yang secara resmi mengubah standar garis kemiskinan global.

Perubahan tersebut didasarkan pada pembaruan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP), dari sebelumnya PPP 2017 menjadi PPP 2021, yang dipublikasikan oleh International Comparison Program (ICP) pada Mei 2024.

Perhitungan berbasis PPP merupakan standar pengukuran untuk membandingkan biaya yang dibutuhkan dalam membeli barang dan jasa yang sama di satu negara dengan negara lain setelah penyesuaian daya beli dilakukan.

Namun, nilai dolar AS dalam perhitungan PPP bukanlah kurs nilai tukar yang berlaku saat ini, melainkan nilai paritas daya beli.

Dengan mengadopsi PPP 2021, terjadi perubahan pada tiga lini garis kemiskinan. Untuk garis kemiskinan internasional (international poverty line) yang menjadi acuan kemiskinan ekstrem, batas tersebut naik dari sebelumnya US$2,15 pada PPP 2017 menjadi US$3,00 berdasarkan PPP 2021.

Berdasarkan laporan Bank Dunia edisi April 2025 yang masih menggunakan PPP 2017, persentase penduduk miskin di Indonesia tercatat sebesar 60,3 persen dari total populasi pada 2024. Namun, dengan pembaruan menggunakan PPP 2021, angka tersebut melonjak menjadi 68,2 persen dari total populasi 2024.

Untuk Indonesia, Bank Dunia mengategorikannya sebagai negara berpendapatan menengah atas sejak 2023, setelah mencatat gross national income (GNI) atau pendapatan nasional bruto sebesar US$4.580 per kapita.

Perubahan acuan tersebut turut menyebabkan lonjakan signifikan jumlah penduduk miskin Indonesia. Sebelumnya, dalam laporan Poverty & Equity Brief edisi April 2025, Bank Dunia mencatat persentase penduduk miskin Indonesia mencapai 60,3 persen dari total populasi pada 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI