- Perdana Menteri Sanae Takaichi membubarkan DPR pada 23 Januari 2026 untuk menggelar pemilihan umum dini pada 8 Februari.
- Langkah ini diambil karena koalisi Takaichi kehilangan dukungan setelah mitra lamanya, Komeito, bersekutu dengan oposisi.
- Pemilu ini akan menguji legitimasi Takaichi dan fokus pada janji pemotongan pajak versus penghapusan pajak konsumsi oposisi.
Anggaran tersebut sangat krusial dan harus disahkan sebelum tenggat waktu pada bulan April.
Menanggapi tudingan tersebut, Takaichi berkilah. Ia menegaskan keinginannya agar Parlemen dapat mengesahkan rancangan undang-undang anggaran "sesegera mungkin" dan berargumen bahwa pemilihan tanggal 8 Februari sebagai hari pemungutan suara telah diperhitungkan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap agenda kenegaraan.
Pemilihan umum ini akan memperebutkan seluruh 465 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan menjadi ujian nasional pertama bagi Sanae Takaichi sejak ia mencetak sejarah sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang pada 21 Oktober lalu. (Tsabita Aulia)