- Panglima TNI menginstruksikan peningkatan status kesiapsiagaan seluruh jajaran TNI menjadi siaga 1 sejak 1 Maret 2026.
- Instruksi ini bertujuan mengantisipasi perkembangan situasi dalam negeri yang dipengaruhi oleh konflik yang terjadi di Timur Tengah.
- TNI wajib menyiagakan alutsista, memperketat patroli objek vital strategis, dan memetakan rencana evakuasi WNI di luar negeri.
Suara.com - Panglima TNI Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran TNI meningkatkan kesiapsiagaan dengan status siaga 1. Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026.
Telegram itu diteken Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun di Jakarta pada 1 Maret 2026.
Dalam telegram tersebut disebutkan bahwa peningkatan status kesiapsiagaan dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di dalam negeri yang dipengaruhi konflik di kawasan Timur Tengah.
Status siaga itu berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
Panglima TNI memerintahkan Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) menyiagakan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) serta melaksanakan patroli di objek vital strategis dan sentra perekonomian.
Objek yang dimaksud antara lain bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta api, terminal bus, hingga kantor PLN.
Selain itu, Komando Pertahanan Udara Nasional diperintahkan melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.
Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI juga diminta mengerahkan atase pertahanan RI di negara yang terdampak konflik untuk melakukan pendataan dan pemetaan situasi serta menyiapkan rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) apabila diperlukan.
Instruksi tersebut juga mencakup peningkatan patroli oleh Kodam Jaya/Jayakarta di kawasan objek vital strategis dan kedutaan besar di wilayah DKI Jakarta guna menjaga kondusivitas keamanan.
Baca Juga: Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
Satuan intelijen TNI turut diperintahkan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di lokasi-lokasi tersebut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan TNI pada prinsipnya selalu menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi perkembangan situasi strategis.
"TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional," kata Aulia dikutip dari ANTARA, Sabtu (7/3/2026).
Ia menambahkan, salah satu upaya TNI dalam menjaga kesiapan pasukan dilakukan melalui apel rutin untuk memeriksa kesiapan personel.
Namun saat kembali dikonfirmasi mengenai status siaga 1 sebagaimana tercantum dalam telegram Panglima TNI yang beredar, Aulia tidak memberikan jawaban lebih lanjut.