Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun

M Nurhadi

Minggu, 08 Maret 2026 | 08:25 WIB
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
Sistem antipeluru kendali Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). [AFP]
baca 10 detik
  • Serangan Iran awal 2026 berhasil melumpuhkan radar vital AN/TPY-2 THAAD AS di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.
  • Kerusakan sensor ini memaksa AS bergantung pada Patriot dan mengurangi kemampuan mencegat rudal balistik di atmosfer.
  • Presiden Trump merespons dengan kesepakatan melipatgandakan produksi persenjataan hingga 400% untuk pemulihan stok.

Suara.com - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di awal tahun 2026 mencatatkan kerugian besar bagi pihak Pentagon.

Laporan terbaru dari Bloomberg dan CNN mengonfirmasi bahwa Iran berhasil melumpuhkan sistem radar vital yang menjadi "mata" bagi pertahanan rudal AS di kawasan Teluk.

Berdasarkan analisis citra satelit komersial, radar RTX Corp. AN/TPY-2 yang merupakan bagian inti dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) hancur di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.

Insiden ini menandai salah satu keberhasilan taktis paling signifikan bagi Teheran sejak perang meletus sepekan lalu.

Para pakar militer menilai serangan ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari upaya sistematis Iran untuk membongkar payung pertahanan terintegrasi milik AS.

  • Radar THAAD (Yordania): Hancurnya AN/TPY-2 menciptakan celah berbahaya dalam pengawasan ancaman udara di ketinggian tinggi.
  • Radar AN/FPS-132 (Qatar): Radar peringatan dini senilai $1,1 miliar ini sebelumnya juga telah rusak akibat serangan rudal.
  • Terminal SATCOM (Bahrain): Fasilitas komunikasi satelit di markas Armada Kelima AS juga dilaporkan menjadi target serangan.

Kombinasi kerusakan ini secara efektif "membutakan" sebagian sistem sensor yang bertugas mendeteksi ancaman rudal jarak jauh sebelum mencapai sasaran.

Kantor berita TRT juga melaporkan, lumpuhnya unit THAAD memaksa militer AS bergantung sepenuhnya pada sistem Patriot. Namun, langkah ini membawa risiko baru mengingat stok rudal pencegat PAC-3 sudah mulai menipis akibat intensitas perang yang tinggi.

Sistem THAAD sendiri memiliki kemampuan unik untuk mencegat rudal balistik di tepi atmosfer, sebuah tugas yang jauh lebih berat daripada kapasitas baterai Patriot biasa.

Hilangnya radar pendukung THAAD berarti kemampuan AS untuk menangkal rudal balistik canggih kini berada dalam posisi yang rentan.

baca juga

Respons Trump: Genjot Produksi Senjata 400%

Menghadapi kenyataan bahwa AS telah kehilangan peralatan militer senilai hampir $2 miliar (sekitar Rp31,5 triliun) hanya dalam empat hari pertama, Presiden Donald Trump mengambil langkah drastis.

Pada hari Jumat (6/3/2026), Trump mengumpulkan para petinggi raksasa pertahanan seperti Lockheed Martin dan RTX di Gedung Putih.

Dalam pertemuan tersebut, dicapai kesepakatan untuk melipatgandakan produksi persenjataan kategori "Exquisite Class" hingga empat kali lipat guna mengejar ketertinggalan stok amunisi dan alutsista.

"Kita ingin mencapai tingkat kuantitas tertinggi secepat mungkin untuk memulihkan kekuatan pertahanan kita," tegas Trump.

Krisis di Timur Tengah ini mulai berdampak pada stabilitas di kawasan lain. Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, mengonfirmasi bahwa Seoul dan Washington tengah membahas kemungkinan redistribusi sistem pertahanan Patriot dari Korea Selatan ke Timur Tengah.

Langkah ini diambil untuk menambal lubang pertahanan yang ditinggalkan oleh unit-unit yang hancur dalam serangan Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak

Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak

Bisnis | Minggu, 08 Maret 2026 | 08:01 WIB

Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang

Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang

Bisnis | Minggu, 08 Maret 2026 | 07:22 WIB

Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran

Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran

Your Say | Minggu, 08 Maret 2026 | 07:50 WIB

Iran Tantang Donald Trump: Siap 'Sambut' Militer AS di Selat Hormuz

Iran Tantang Donald Trump: Siap 'Sambut' Militer AS di Selat Hormuz

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 04:38 WIB

AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran

AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran

Bisnis | Minggu, 08 Maret 2026 | 04:29 WIB

Menegangkan! Spanyol Evakuasi Darurat Joselu dan Javi Martnez dari Qatar

Menegangkan! Spanyol Evakuasi Darurat Joselu dan Javi Martnez dari Qatar

Bola | Minggu, 08 Maret 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:21 WIB

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17 WIB

×