Tragedi Lubang Maut Sarolangun Jambi, Kilau Emas Ilegal Dibayar Nyawa 8 Penambang

Bangun Santoso

Rabu, 21 Januari 2026 | 13:31 WIB
Tragedi Lubang Maut Sarolangun Jambi, Kilau Emas Ilegal Dibayar Nyawa 8 Penambang
Foto sebagai ILUSTRASI: Evakuasi korban longsor di lokasi penambangan emas tanpa izin di Bolang Mongondow, Sulawesi Utara. (BNPB)
  • Delapan pekerja tambang emas ilegal di Sarolangun, Jambi, tewas tertimbun longsor Selasa (20/1/2025) akibat hujan deras.
  • Total terdapat 12 korban dalam insiden di Dusun Mengkadai; delapan meninggal dan empat lainnya selamat terluka.
  • Tim gabungan berhasil mengevakuasi delapan jenazah yang telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga korban.

Suara.com - Kilau emas yang menjanjikan kekayaan berakhir menjadi tragedi memilukan di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Sebanyak delapan orang pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) ditemukan tewas setelah terkubur hidup-hidup oleh longsoran tanah yang runtuh secara tiba-tiba pada Selasa (20/1/2025).

Sebuah operasi evakuasi besar yang melibatkan tim gabungan dari Kepolisian Daerah Jambi, TNI, dan unsur terkait lainnya berhasil mengangkat jasad para korban dari lubang galian yang menjadi kuburan massal mereka. Suasana duka menyelimuti proses evakuasi yang berlangsung dramatis.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Erlan Munaji, mengonfirmasi bahwa seluruh korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

"Saat ini delapan orang korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujar Erlan Munaji di Jambi, Rabu (21/1/2025).

Insiden maut ini terjadi di sebuah lokasi tambang ilegal yang terletak di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun.

Peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat para penambang sedang sibuk beraktivitas di dalam lubang galian.

Penyebab utama longsor diduga kuat akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.

Hujan deras membuat struktur tanah di area tambang menjadi labil dan jenuh air, hingga akhirnya runtuh dan menimbun para pekerja yang berada tepat di bawahnya tanpa sempat menyelamatkan diri.

Lokasi tambang yang berada di atas lahan milik warga setempat itu menjadi saksi bisu perjuangan para penambang yang mempertaruhkan nyawa demi sesuap nasi.

Total, bencana ini memakan 12 orang korban. Selain delapan orang yang meninggal dunia, empat penambang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan berhasil diselamatkan.

Dari delapan korban jiwa, enam di antaranya telah teridentifikasi, yaitu Kandar (40), Tabri (46), Sila (22), Oto (40), Iril (50), dan Shirun (35). Sementara itu, dua jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polri.

Operasi kemanusiaan ini bukanlah pekerjaan mudah. Sebanyak 123 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir lokasi, mengevakuasi korban, dan memastikan tidak ada lagi korban lain yang masih terperangkap di dalam timbunan tanah.

Hingga kini, aparat keamanan masih berjaga di lokasi untuk melakukan pembersihan sekaligus memulai proses penyelidikan terkait aktivitas ilegal yang memakan korban jiwa tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses pencarian dan pemantauan masih terus berlanjut untuk memastikan situasi benar-benar aman dan tidak ada korban tambahan.

"Kita masih menunggu perkembangan lebih lanjut, apakah ada korban lainnya dalam kejadian tersebut,” kata Erlan Munaji sebagaimana dilansir Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!

Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 11:25 WIB

Dirjen Gakkum ESDM Minta Tambang Emas Ilegal Tak Disalahkan soal Insiden di Pongkor

Dirjen Gakkum ESDM Minta Tambang Emas Ilegal Tak Disalahkan soal Insiden di Pongkor

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 20:14 WIB

Tewaskan 3 Orang, ESDM Segera Telusuri Asap Beracun Tambang Emas Pongkor

Tewaskan 3 Orang, ESDM Segera Telusuri Asap Beracun Tambang Emas Pongkor

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 18:50 WIB

Antam Duga 6 Korban Tewas di Pongkor Akibat Tambang Ilegal

Antam Duga 6 Korban Tewas di Pongkor Akibat Tambang Ilegal

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:16 WIB

Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal

Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 06:49 WIB

Adian Napitupulu Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor

Adian Napitupulu Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 08:38 WIB

Bongkar 6 Nyawa yang Masih Terjebak, Adian Ingatkan Sejarah Kelam 'Asap Pengusir' di Pongkor

Bongkar 6 Nyawa yang Masih Terjebak, Adian Ingatkan Sejarah Kelam 'Asap Pengusir' di Pongkor

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:34 WIB

Terkini

Jalur Rahasia Forwarder Terbongkar, Jutaan Kosmetik China Ilegal Banjiri Pasar

Jalur Rahasia Forwarder Terbongkar, Jutaan Kosmetik China Ilegal Banjiri Pasar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:10 WIB

Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini

Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:48 WIB

Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran

Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:34 WIB

Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan

Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:14 WIB

Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar

Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo

AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel

Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:02 WIB

Iran Hujani Israel dengan Rudal, Jenderal Teheran Ancam Serangan Lebih Besar Jika Dibalas

Iran Hujani Israel dengan Rudal, Jenderal Teheran Ancam Serangan Lebih Besar Jika Dibalas

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:58 WIB

Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti

Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:51 WIB