- Hingga Rabu malam, BPBD Kabupaten Serang mencatat 625 warga dari 187 KK masih mengungsi akibat bencana hidrometeorologi.
- Bencana tersebut mencakup banjir, tanah longsor, dan angin kencang, melanda 77 desa di 25 kecamatan Kabupaten Serang.
- BPBD terus menyalurkan logistik mendesak dan mengoordinasikan pemeriksaan kesehatan rutin bagi warga yang terdampak.
Suara.com - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Serang, Provinsi Banten, masih menyisakan dampak signifikan bagi warga. Hingga Rabu malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat ratusan warga belum dapat kembali ke rumah dan masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat menyampaikan, sebanyak 625 warga dari 187 kepala keluarga (KK) saat ini menempati empat titik pengungsian aktif yang tersebar di Kecamatan Padarincang, Binuang, dan Carenang.
"Konsentrasi pengungsi terbanyak berada di Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, yakni sebanyak 145 KK atau 430 jiwa yang menempati bangunan Madrasah Raudathul Janah," ujar Ajat di Serang, seperti dikutip dari Antara, Rabu (21/1/2026).
Selain Padarincang, BPBD juga mencatat masih terdapat pengungsi di Kecamatan Binuang, masing-masing 147 jiwa di Desa Cakung dan 27 jiwa di Desa Renged. Sementara itu, di Kecamatan Carenang, sebanyak 21 jiwa warga Desa Mekarsari mengungsi di Mushola As-Sobirin.
Ajat menjelaskan, warga memanfaatkan berbagai fasilitas umum yang dinilai aman dari genangan air sebagai tempat perlindungan sementara, mulai dari masjid, mushala, hingga bangunan sekolah.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD mencatat perkembangan positif berupa kembalinya sebagian warga ke rumah masing-masing. Sebanyak 328 jiwa atau 82 KK dilaporkan telah meninggalkan lokasi pengungsian seiring membaiknya kondisi di beberapa wilayah terdampak.
Lebih lanjut, Ajat mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Serang meliputi tiga jenis kejadian utama, yaitu banjir, tanah longsor, serta angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.
"Kejadian ini tersebar di 77 desa pada 25 kecamatan. Banjir menjadi kejadian paling dominan yang melanda 23 kecamatan, disusul angin kencang di delapan kecamatan, dan pergerakan tanah di lima kecamatan," ujarnya.
Untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi, BPBD Kabupaten Serang terus melakukan distribusi bantuan logistik ke lokasi pengungsian.
Baca Juga: Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
"Kebutuhan mendesak yang kami salurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, family kit, hingga perlengkapan bayi," tuturnya.
Selain penyaluran logistik, BPBD juga menggencarkan koordinasi dengan puskesmas setempat, khususnya di wilayah Kecamatan Binuang, guna melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para pengungsi dan mencegah munculnya penyakit pascabanjir.