Jakarta Dikepung Banjir Meski Ada Modifikasi Cuaca, Pramono Anung: Bukan Bim Salabim Selesai

Bangun Santoso, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:14 WIB
Jakarta Dikepung Banjir Meski Ada Modifikasi Cuaca, Pramono Anung: Bukan Bim Salabim Selesai
Gubernur Pramono Anung dan Wagub Rano Karno saat berbicara terkait penanganan banjir Jakarta, Jumat (23/1/2026) di Balai Kota Jakarta. (Suara.com/Yoga)
baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi kritik kegagalan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) setelah tiga kali banjir Januari 2026.
  • Pramono menjelaskan OMC adalah mitigasi jangka pendek, sementara akar masalah banjir adalah penyempitan aliran sungai yang memerlukan normalisasi.
  • Normalisasi sungai seperti Ciliwung dan Krukut akan dipercepat meski berisiko sosial dan membutuhkan anggaran besar.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara menanggapi gelombang kritik atas efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dinilai gagal membendung banjir di ibu kota.

Kegiatan penyemaian garam itu menjadi sorotan tajam setelah Jakarta diterjang tiga kali banjir dalam waktu yang berdekatan, yakni pada tanggal 12, 18, dan 22 Januari 2026.

Kritik bahkan sempat datang langsung dari Komisi A DPRD DKI Jakarta, yang menyinggung tentang timing atau waktu pelaksanaan OMC yang diyakini belum tepat.

Menanggapi hal itu, Pramono menegaskan bahwa persoalan banjir Jakarta yang sudah menahun tidak bisa diselesaikan secara instan layaknya sebuah keajaiban.

"Memang ini tidak bisa dalam jangka pendek, bim salabim, selesai. Ini perlu waktu," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Politisi PDIP ini menjelaskan bahwa langkah modifikasi cuaca yang selama ini ditempuh hanyalah upaya mitigasi untuk meredam faktor alam yang tidak bisa diprediksi secara mutlak.

"Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek, karena cuacanya ini kan given, alam yang memberikan," tuturnya.

Menurutnya, akar masalah banjir di Jakarta jauh lebih pelik daripada sekadar curah hujan, yakni adanya penyempitan aliran sungai atau bottleneck yang menghambat laju air menuju muara.

"Di beberapa sungai, harus dilakukan normalisasi," ungkap Pramono.

baca juga

Sebagai solusi jangka panjang, ia menyatakan telah menginstruksikan percepatan proyek normalisasi di sejumlah titik sungai utama yang sebelumnya sempat terhenti.

"Saya sekarang sudah memulai untuk normalisasi Ciliwung yang tidak pernah dilakukan dulu. Normalisasi Krukut yang tidak dilakukan. Normalisasi Kali Cakung Lama yang tadi sudah saya putuskan. Dulu tidak dilakukan," tegas Pramono.

Eks Sekretaris Kabinet itu menyadari sepenuhnya bahwa langkah normalisasi merupakan kebijakan yang penuh risiko, serta memerlukan alokasi anggaran yang sangat besar.

Ia juga memprediksi akan ada gesekan sosial yang terjadi di lapangan karena proyek ini berkaitan erat dengan penataan kawasan pemukiman di bantaran sungai.

"Ini pasti nggak populer. Pasti nanti di lapangan mau tidak mau, suka tidak suka, ada singgungannya," jelas Pramono.

Kendati kebijakan itu berpotensi menuai kontroversi dan menurunkan popularitasnya, Pramono mengaku tidak gentar demi menuntaskan masalah banjir Jakarta secara menyeluruh.

"Nggak apa-apa dikritik, kami tetap akan menangani itu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Hujan Biasa: Menakar Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Hidrometeorologi

Bukan Hujan Biasa: Menakar Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Hidrometeorologi

Your Say | Jum'at, 23 Januari 2026 | 12:00 WIB

Hujan Deras Jakarta Picu Longsor di Jagakarsa, Satu Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Hujan Deras Jakarta Picu Longsor di Jagakarsa, Satu Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:52 WIB

Jakarta Siaga! Banjir Kiriman Bogor Hantam Kebon Pala, Air Naik 1,3 Meter

Jakarta Siaga! Banjir Kiriman Bogor Hantam Kebon Pala, Air Naik 1,3 Meter

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:37 WIB

Pengemudi Mobil Tewas Saat Macet Horor Banjir Jakarta, Pramono Sampaikan Duka Cita

Pengemudi Mobil Tewas Saat Macet Horor Banjir Jakarta, Pramono Sampaikan Duka Cita

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:29 WIB

Banjir Kepung Jakarta: Puluhan Rute Transjakarta dan Mikrotrans Setop Operasi, Ini Daftarnya

Banjir Kepung Jakarta: Puluhan Rute Transjakarta dan Mikrotrans Setop Operasi, Ini Daftarnya

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:15 WIB

Banjir 50 Cm Tutup Outer Ring Road arah Kembangan Jakbar, Polisi Alihkan Arus dan Siagakan Personel

Banjir 50 Cm Tutup Outer Ring Road arah Kembangan Jakbar, Polisi Alihkan Arus dan Siagakan Personel

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:48 WIB

Banjir Masih Menggenang, Daftar Rute Transjakarta yang Setop Operasi dan Dialihkan Pagi Ini

Banjir Masih Menggenang, Daftar Rute Transjakarta yang Setop Operasi dan Dialihkan Pagi Ini

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:00 WIB

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

×