Menekraf Resmikan GBTI, Museum Akulturasi Menyusuri Perjalanan Panjang Tionghoa di Indonesia

Bangun Santoso

Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:35 WIB
Menekraf Resmikan GBTI, Museum Akulturasi Menyusuri Perjalanan Panjang Tionghoa di Indonesia
Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya. (Suara.com/Bagaskara)
  • Museum Galeri Budaya Tionghoa Indonesia diresmikan Menteri Ekraf RI pada Jumat, 23 Januari 2026 di Jakarta Utara.
  • Museum ini menyajikan sejarah Tionghoa sebagai bagian mozaik kebudayaan Indonesia serta memperkuat ekonomi kreatif.
  • Konsep GBTI adalah museum akulturasi dengan ruang pamer interaktif, edukasi, dan dialog lintas generasi.

Suara.com - Sejarah tidak selalu hadir sebagai deretan tanggal dan peristiwa. Di Museum Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI), sejarah dihadirkan sebagai pengalaman ruang, tempat ingatan, identitas, dan kebersamaan saling berkelindan.

Museum ini diresmikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya di kawasan Pantjoran PIK, Jakarta Utara pada Jumat (23/1/2026) petang kemarin.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk galeri. Teuku Riefky hadir bersama CEO Amantara dari Agung Sedayu Group Natalia Kusumo dan jajaran pimpinan Agung Sedayu Group.

Hadir pula Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kementerian Ekraf Yuke Sri Rahayu serta Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf Dadam Mahdar.

Dalam sambutannya, Teuku Riefky menegaskan bahwa GBTI memiliki posisi penting dalam lanskap kebudayaan Indonesia.

“Galeri Budaya Tionghoa Indonesia merupakan ruang budaya yang penting dan bermakna. Galeri ini menghadirkan perjalanan sejarah, resiliensi, serta kontribusi masyarakat Tionghoa sebagai bagian dari mozaik besar kebudayaan Indonesia,” kata Riefky.

Menurutnya, nilai akulturasi, kebersamaan, dan keberagaman yang dihadirkan melalui museum ini menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan sekadar fakta sosial, melainkan kekuatan yang membentuk jati diri bangsa.

Dalam ruang-ruang galeri, sejarah tidak diposisikan sebagai masa lalu yang jauh, tetapi sebagai proses hidup yang terus berlanjut.

Dalam kerangka ekonomi kreatif, Teuku menekankan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis bagi masa depan.

“Sejarah, seni, tradisi, dan cerita hidup yang diolah secara kreatif mampu melahirkan nilai tambah ekonomi, membuka ruang inovasi, serta memperkuat daya saing pegiat kreatif,” ujarnya.

Ia menilai galeri budaya seperti GBTI berperan sebagai simpul penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain menjadi ruang pamer, galeri juga berfungsi sebagai ruang edukasi dan dialog lintas generasi melalui pendekatan kuratorial yang naratif.

“GBTI tidak hanya menyajikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan empati, saling pengertian, dan rasa kebersamaan,” ucap Riefky.

“Inilah nilai penting kebudayaan dalam membangun kohesi sosial dan karakter bangsa di tengah dinamika perubahan zaman,” katanya menambahkan.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pihak pengembang atas inisiatif tersebut.

“Saya menyampaikan sekali lagi apresiasi setinggi-tingginya dan penghargaan kepada Agung Sedayu Group dan Amantara atas inisiatif menghadirkan Galeri Budaya Tionghoa Indonesia sebagai ruang budaya sekaligus ruang kreatif yang terbuka dan edukatif,” tegasnya.

Secara konseptual, GBTI dirancang sebagai museum akulturasi budaya Tionghoa–Indonesia yang dilengkapi ruang historis serta immersive room interaktif.

Pameran permanen mengusung konsep rumah yang terbagi ke dalam tiga ruang utama. Ruang Tamu menyajikan konteks historis kedatangan etnis Tionghoa ke Indonesia beserta proses pembentukannya.

Ruang berikutnya menghadirkan memori kolektif masyarakat Tionghoa Indonesia melalui foto, video, dan wawancara, baik dari narasumber ahli maupun warga biasa.

Sementara itu, Ruang Makan atau Dapur menghadirkan sisi yang lebih intim, menampilkan produk budaya serta proses akulturasi yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Di ruang ini, pengunjung diajak melihat bagaimana identitas dibentuk melalui praktik keseharian, bukan hanya melalui peristiwa besar.

Selain pameran permanen, GBTI juga menghadirkan pameran temporer bertema Tidak Sama Dengan. Pameran ini menawarkan tafsir alternatif atas arsip sejarah budaya Tionghoa di Indonesia, dengan menempatkan foto dan teks sebagai medium dialog yang terbuka untuk dibaca ulang dari berbagai sudut pandang.

Melalui pengalaman ruang dan narasi tersebut, GBTI mengajak publik tidak sekadar melihat sejarah, tetapi menyusurinya, sebagai bagian dari perjalanan panjang masyarakat Tionghoa yang telah, dan terus, menjadi bagian dari Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Satoria Hotel Yogyakarta Tawarkan Perayaan Ramah Keluarga

Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Satoria Hotel Yogyakarta Tawarkan Perayaan Ramah Keluarga

Your Say | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:12 WIB

Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF

Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF

Sport | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:51 WIB

Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026

Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026

Your Say | Rabu, 21 Januari 2026 | 18:47 WIB

3 Museum di Jakarta Tutup Hari Ini, Pemprov Ungkap Alasannya

3 Museum di Jakarta Tutup Hari Ini, Pemprov Ungkap Alasannya

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:52 WIB

Ulasan Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Lelah Hidup yang Sunyi

Ulasan Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Lelah Hidup yang Sunyi

Your Say | Senin, 12 Januari 2026 | 10:09 WIB

Melihat Destinasi Wisata Konservasi Pesut Mahakam di Kaltim

Melihat Destinasi Wisata Konservasi Pesut Mahakam di Kaltim

Foto | Selasa, 06 Januari 2026 | 09:00 WIB

Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram

Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram

Your Say | Minggu, 04 Januari 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:01 WIB

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:28 WIB

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB