Laporan dari Davos: Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump Demi Palestina Merdeka

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:30 WIB
Laporan dari Davos: Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump Demi Palestina Merdeka
Menteri Luar Negeri Sugiono. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]
  • Menlu Sugiono menyatakan Indonesia aktif bersuara di Board of Peace demi terwujudnya kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara.
  • Partisipasi Indonesia di Dewan Perdamaian bertujuan memberikan masukan nyata dan memengaruhi upaya perdamaian Palestina secara langsung.
  • Board of Peace adalah badan internasional untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan rehabilitasi pasca-konflik di Gaza, Palestina.

Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, memastikan Indonesia tidak sekadar bergabung dalam Board of Peace (BoP)/Dewan Perdamaian.

Melainkan juga akan aktif bersuara dan memberikan pengaruh agar tetap mengarah terhadap upaya perdamaian di Palestina.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan hal itu pula yang menjadi pertimbangan Indonesia bergabung. Indonesia ingin memberikan masukan sevara langung terjadsp upaya perdamaian di Palestina sehingga tidak hanya sekadar mengambil sikap mengecam.

"Saya kira iya, itu salah satu alasan juga kita masuk ke dalam untuk bisa mempengaruhi, untuk bisa memberikan masukan saran pertimbangan. Dan seperti saya sampaikan tadi memastikan semua arahnya itu tercapai, kemerdekaan Palestina tercapai, kemudian solusi dua negara ini benar-benar bisa terwujud," kata Sugiono di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026).

"Dan kemarin juga kita saksikan bahwa sesuai dengan apa yang menjadi proposal dari Presiden Trump bahwa akan ada satu badan teknokratik ya, sifatnya teknokratik dari pihak Palestina kemarin juga sudah disampaikan juga, sudah ada," sambungnya.

Sugiono menegaskan Indonesia akan terus melakukan upaya-upaya untuk mencapai perdamaian di Palestina, terlebih setelah bergabung di dalam Dewan Perdamaian.

"Kita akan terus melakukan upaya-upaya, seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden kita harus memberikan perdamaian satu kesempatan," kata dia.

Menurut Menlu, hal ini adalah sebuah kesempatan yang realistis, karena tidak ada alternatif lain.

"Kalau selama ini banyak negara menyampaikan kecaman, menyampaikan statement, tetapi saya kira kehadiran board of peace ini dan langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan itu merupakan sesuatu yang tangible sifatnya dalam rangka mencapai kemerdekaan Palestina," tutur Sugiono.

Upaya Capai Kemerdekaan Palestina

Sebelumnya pemerintah menjelaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP)/Dewan Perdamaian adalah bagian dari upaya Indonesja dalam rangka penyelesaian konflik, mencapai perdamaian, serta rehabilitasi pasca konflik, khususnya di Gaza, Palestina.

Sugiono menjelaskan salah satu agenda utama Presiden Prabowo Subianto adalah penandatanganan Charter BoP, yang dilakukan di sela-sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

BoP, kata Sugiono merupakan bagian dari pertemuan antara beberapa negara Islam dan beberapa negara mayoritas penduduknya Islam yang menbahaa situasi di Palestina. Ia berujar pada pertemuan sebelumnya negara-negaea tersehut bersepakat untuk melibatkan dunia internasional dalam proses perdamaian di Palestina agar sifatnya dapat permanen

"Dan pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Mesir di Shamr El-Sheikh yang kemudian kemarin ditandatanganilah Charter dari apa yang disebut dengan Board of Peace," kata Sugiono di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026).

Sugiono mengatakan Board of Peace merupakan suatu badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan di Palestina.

Indonesia memandang perlu ikut serta di BoP karena sejak awal Indonesia merupakan bagian dari negara-negaea yang ikut dalam proses mencapai perdamaian dan penyelesaian konflik di Palestina.

"Memandang bahwa Indonesia perlu ikut bergabung dan terus terang saja perlu disampaikan bahwa prosesnya ini juga agak cepat. Dalam beberapa hari yang lalu penandatanganan piagam ini dilakukan dan Bapak Presiden memutuskan Indonesia untuk bergabung dengan berbagai pertimbangan," kata Sugiono.

Pertimbangan tersebut salah satunya karena keterlibatan Indonesia sejak awal yang peduli terhadap perdamaian, stabilitas internasional, khususnya pada situasi yang terjadi di Gaza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikontrak Persija 2,5 Tahun, Begini Statistik Gacor Shayne Pattynama di Liga Thailand

Dikontrak Persija 2,5 Tahun, Begini Statistik Gacor Shayne Pattynama di Liga Thailand

Bola | Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:25 WIB

Oppo Reno15 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Andalkan Kamera 200MP hingga Baterai Jumbo 7.000 mAh

Oppo Reno15 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Andalkan Kamera 200MP hingga Baterai Jumbo 7.000 mAh

Tekno | Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:33 WIB

Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!

Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!

Your Say | Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB