- DPP PSI melantik I Wayan Suyasa sebagai Ketua DPW PSI Bali untuk memperkuat konsolidasi jelang Pemilu 2029.
- Kaesang Pangarep memimpin pelantikan di Badung, menekankan kontribusi nyata bagi masyarakat Bali dan latar belakang pengurus beragam.
- Pengurus baru berkomitmen membawa kemenangan Pemilu 2029 sambil menjaga adat istiadat lokal dan persatuan internal.
Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) resmi melantik I Wayan Suyasa sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Bali. Pelantikan ini menandai langkah strategis PSI dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas basis dukungan di Pulau Dewata menjelang Pemilu 2029.
Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep secara langsung memimpin pelantikan jajaran pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali yang digelar di Kabupaten Badung, Sabtu. Dalam kesempatan tersebut, Kaesang menyerahkan pataka partai sebagai simbol amanah kepada kepengurusan baru.
“Saya melantik saudara sekalian sebagai pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali, saya serahkan pataka ini, ketua, saya titip PSI di Pulau Bali,” kata Kaesang Pangarep.
Kaesang menyampaikan pesan agar kepengurusan PSI Bali yang baru mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menyoroti latar belakang beragam para pengurus yang sebelumnya berasal dari berbagai partai politik, mulai dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, hingga Partai Nasdem.
Menurut Kaesang, meskipun PSI saat ini belum sebesar partai-partai lain secara elektoral di Bali, kontribusi dan kerja nyata harus menjadi pembeda utama.
“Mungkin kita belum ada di parlemen, di Bali provinsi baru punya satu kader, di kabupaten/kota empat, tapi tidak masalah yang penting hati kita buat Bali selalu berikan yang terbaik, Bali harus jadi tempat yang baik untuk memelihara gajah,” ujarnya.
Kaesang juga mengingatkan bahwa logo gajah yang kini menjadi simbol PSI memiliki keterkaitan historis dengan Bali, khususnya dari Tabanan. Hal tersebut, kata dia, menjadi alasan mengapa DPP menaruh harapan besar terhadap perkembangan PSI di Pulau Dewata. Ia pun optimistis target posisi keempat pada Pemilu 2029 yang dicanangkan DPW PSI Bali dapat terlampaui.
Optimisme serupa disampaikan Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali. Ia menilai peluang PSI Bali untuk meloloskan kader ke DPR RI pada Pemilu 2029 terbuka lebar, asalkan konsolidasi internal berjalan solid dan tetap menghormati nilai-nilai lokal.
“Persoalan adat istiadat ini saya minta khusus dijaga jangan terjadi kesalahpahaman sejak awal, ini sangat mudah untuk kita di bully di media sosial, jadi jangan paling tahu, karena di Bali ada partai yang begitu kuat mengakar karena merawat itu,” kata Ahmad Ali.
Baca Juga: PSI Puji Pidato Prabowo di Davos: 2 Program Ini Jadi 'Senjata' Baru Indonesia
Sementara itu, I Wayan Suyasa yang dipercaya memimpin DPW PSI Bali menyatakan komitmennya untuk membawa PSI meraih kemenangan pada Pemilu 2029. Ia menekankan pentingnya persatuan dan kerja bersama seluruh jajaran pengurus.
“Kalau di Bali kita bicara puputan, artinya kita bersiap mati, ada bahasa sing menang sing jerih artinya sebelum menang kita tidak akan menyerah untuk bertanding, melawan teman-teman yang ada di partai lain,” ujarnya.
“Tapi ada artinya seorang Suyasa yang kecil dan banyak kekurangan berbicara partai politik, apalagi di Bali, tanpa persatuan, tanpa kita bersama untuk membesarkan PSI, Suyasa tidak ada artinya,” sambung Suyasa.
Dengan kepengurusan baru ini, PSI berharap dapat memperkuat akar politiknya di Bali sekaligus menyiapkan langkah jangka panjang menghadapi kontestasi politik nasional mendatang.