- PKH diarahkan bergabung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan keluar dari kemiskinan.
- Kolaborasi Kemensos dan Kemenkop ini bertujuan memberdayakan penerima PKH agar tidak hanya bergantung bantuan pemerintah.
- Pemerintah meluncurkan program percontohan pemeliharaan 24 ekor ayam petelur bagi 100 anggota terpilih di Pasuruan.
Suara.com - Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dirancang bisa naik kelas dan keluar dari jerat kemiskinan dengan memberi kesempatan mereka untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Skema keanggotaan ini merupakan terobosan melalui kolaborasi antara Kementerian Koperasi dengan Kementerian Sosial.
Penerima PKH yang notabene menjadi tanggung jawab Kemensos, dikombinasikan dengan program KDMP yang berada di bawah pengawasan Kemenkop.
“Tentu kita harapkan, ketika nanti Ibu Bapak sekalian menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, ekonomi keluarga meningkat,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberi sambutan dalam acara Kolaborasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan, di gerai KDMP Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (10/3).
Sebagai anggota koperasi, masyarakat tak sekadar menjadi pembeli, tapi juga bisa mendapatkan manfaat setiap tahunnya melalui sisa hasil usaha.
Gus Ipul mengatakan konsep ini merupakan salah satu langkah strategis yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat perekonomian keluarga.
“Ini bagian dari pemberdayaan. Kita ingin Bapak Ibu tidak hanya berharap bantuan setiap tiga bulan sekali. Diharapkan Bapak Ibu semakin berdaya,” kata Ipul kepada para penerima PKH.
Ditantang produktif pelihara ayam petelur
Pemerintah melakukan terobosan lain untuk mengangkat masyarakat dari jerat kemiskinan, salah satu caranya melalui ayam petelur.
Baca Juga: DFSK Siap Pasok Mobil Pikap untuk Program Koperasi Merah Putih
Pemerintah menantang beberapa anggota koperasi terpilih untuk memelihara ayam melalui program bantuan ayam petelur sebanyak 24 ekor.
Melalui program ini, sebanyak 100 warga diberi kesempatan untuk memelihara ayam hingga menghasilkan telur. Selain ayam, Koperasi Merah Putih bekerja sama dengan PT Japfa menyediakan pakan dan kandang khusus.
“Kalau nanti berhasil, insyaallah akan dikembangkan kepada yang lainnya. Ini kita coba 100 (orang) dulu ya,” kata Ipul.

Maemunah (36 tahun), warga Gejugjati, yang menjadi salah satu penerima ayam petelur, mengaku senang.
Selama ini penerima bantuan PKH yang juga baru menjadi anggota Koperasi Merah Putih ini hanya memelihara ayam kampung di rumahnya.
“Disuruh ngamati. Dipelihara. Nanti telurnya dijual. (Keuntungannya) ditabungkan (di Koperasi Merah Putih),” kata Maemunah.