Prabowo Tidak Peduli Palestina? Kritik Analis Celios soal RI Gabung Dewan Perdamaian

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Senin, 26 Januari 2026 | 12:31 WIB
Prabowo Tidak Peduli Palestina? Kritik Analis Celios soal RI Gabung Dewan Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto. (foto: biro pers sekretariat presiden)
baca 10 detik
  • Direktur CELIOS, Zulfikar Rakhmat, mengkritik keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian (BoP) bentukan Donald Trump.
  • Zulfikar menilai peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian tidak akan signifikan dan terbatas dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina.
  • Keputusan bergabung dinilai menunjukkan Prabowo lebih mementingkan citra dan kekuasaan daripada isu pembebasan Palestina.

Suara.com - Direktur Desk China-Indonesia dan Desk Indonesia-Middle East and North Africa (MENA) di Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Zulfikar Rakhmat, mengkritik bergabungnya Indonesia di Board of Peace (BoP)/Dewan Perdamaian.

Termasuk soal alasan Indonesia ikut serta di Dewan Perdamaian dalam rangka mencapai kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara.

Menurut Zulfikar, keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian tidak akan membantu terhadap upaya-upaya mewujudlan kemerdekaan bagi Palestina.

Ia memprediksi peran Indonesia di Dewan Perdamaian besutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai tidak akan leluasa dan signifikan dalam upaya perdamaian di Palestina.

"Peran Indonesia akan terbatas," kata Zulfikar kepada Suara.com, Senin (26/1/2026).

Lebih jauh, Zulfikar menyampaikan pandangannya perihal langkah Presiden Prabowo Subianto memutuskan Indonesia bergabung Dewan Perdamaian. Pandangan tersebut ditulis dan dimuat sebagai opini di Middle East Monitor (MEMO).

Zulfikar mengizinkan Suara.com mengutip pandangannya terhadap bergabungnya Indonesia di Dewan Perdamaian, sebagaimana yang ia tulis dalam Opini di MEMO.

Dalam opininya, Zulfikar menilai Prabowo tidak peduli dengan Palestina, menyusul sikapnya memilih bergabung di Dewan Perdamaian.

Menurut Zulfikar keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian bukan untuk pembebasan, bukan juga untuk keadilan, serta bukan untuk mengakhiri pendudukan atau membongkar apartheid.

baca juga

Zulfikar menilai kebijakan Prabowo memutuskan Indonesia gabung Dewan Perdamaian justru mengesankan Prabowo yang memedulikan kekuasaan, prestise, dan citranya sendiri di panggung dunia. Ia memandang kesan itu yang menjadi inti dari kebijakan luar negeri Prabowo.

Keputusan ikut serta di dalan Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump, menurut Zulfikar adalah bukti yang mencolok.

"Ini bukanlah langkah netral atau teknis. Ini adalah penyelarasan dengan pandangan dunia yang memperlakukan nyawa Palestina sebagai sesuatu yang dapat dikorbankan dan supremasi Israel sebagai sesuatu yang tak tersentuh," kata Zulfikar.

Menurut Zulfikar Dewan Perdamaian justru dibentuk bukan untuk mencari keadilan. Ia berujar Dewan Perdamaian untuk mencari ketenangan tanpa pertanggungjawaban, perdamaian tanpa kebebasan, serta normalisasi tanpa konsekuensi.

Zulfikar menyoroti sejumlah pernyataan Prabowo yang ia nilai hanya berbicara tentang perdamaian tanpa pernah menyebut kependudukan Israel. Ia menyoroti sekaligus pernyataan Prabowo yang menekankan keamanan di Israel. menurutnya pernyataan tersebut menandakan bahwa prioritas penjajah lebih penting daripada hak-hak yang dijajah.

Usulan mengenai solusi dua negara juga tidak lepas dari sorotan. Menurutnya pernyataan terkait solusi dua negara merupakan cara untuk menunjukkan keprihatinan tanpa menuntut tindakan.

Zulfikar menyoroti tidak ada sanksi yang diusulkan, tidak ada pertanggungjawaban yang dituntut, dan tidak pengakuan atas ketidakseimbangan kekuatan yang mencolok antara penjajah dan yang dijajah.

Ia mengingatkan tentang sikap Indonesia, yakni perjuangan anti-kolonial serta penolakan konstitusional terhadap pendudukan. Sikap yang diwariskan hingga kini memberikan Indonesia kredibilitas untuk bersuara menentang ketidakadilan.

Ia menyebut di bawah kepemimpinan Prabowo, otoritas tersebut ditukar dengan jabat tangan, tepuk tangan, dan kesempatan berfoto.

"Strip away the euphemisms and empty slogans, and the truth is unavoidable: Prabowo does not care about Palestine. He cares about himself. He cares about prestige. He cares about power. And in that pursuit, Palestinian liberation is not merely ignored — it is actively sacrificed," tutup Zulfikar dalam opininya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang

Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 23:34 WIB

Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?

Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 22:05 WIB

Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara

Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 19:50 WIB

Terkini

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

×