Rupiah Melemah Sendiri di ASEAN, PDIP Sentil Janji Purbaya Soal Penguatan Kurs Dalam Semalam

Galih Prasetyo

Senin, 26 Januari 2026 | 15:00 WIB
Rupiah Melemah Sendiri di ASEAN, PDIP Sentil Janji Purbaya Soal Penguatan Kurs Dalam Semalam
Anggota DPR RI fraksi PDIP, Harris Turino. (tangkap layar/ist)
baca 10 detik
  • Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menyoroti pelemahan rupiah di tengah penguatan pasar saham domestik.
  • Rupiah menjadi satu-satunya mata uang ASEAN yang melemah terhadap dolar AS sementara otoritas akan menjaga level psikologis Rp17.000.
  • Stabilitas nilai tukar memerlukan sinergi harmonis antaranggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk merespons tekanan global.

Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi di tengah penguatan pasar saham domestik.

Ia menilai kondisi tersebut bukanlah sebuah anomali, melainkan hal yang wajar karena pergerakan mata uang dipengaruhi banyak faktor di luar pasar ekuitas.

“Banyak orang mengatakan ini anomali, tapi menurut saya bukan. Pergerakan rupiah tidak hanya dipengaruhi harga saham, ada banyak faktor lain,” ujar Harris.

yang disebutnya sebagai satu-satunya mata uang di kawasan Asia Tenggara yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat, ketika mata uang negara ASEAN lainnya justru menguat.

“Yang menarik, rupiah adalah satu-satunya mata uang di Asia Tenggara yang melemah terhadap US Dollar, saat mata uang kawasan lain justru menguat. Artinya ada faktor-faktor lain yang memengaruhi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Harris juga menyinggung pernyataan Menteri Purbaya yang sebelumnya pernah menyebut pelemahan rupiah bisa diatasi dengan cepat.

“Lebih menarik lagi apa yang dikatakan Pak Purbaya. Katanya masalah pelemahan rupiah bisa diselesaikan dalam waktu semalam. Walaupun saya tidak tahu menyelesaikannya seperti apa,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan, Harris meyakini pemerintah dan otoritas moneter tidak akan tinggal diam melihat tekanan terhadap rupiah. Ia menilai level Rp17.000 per dolar AS menjadi batas psikologis yang akan dijaga ketat.

“Bank Indonesia pasti akan menjaga mati-matian di sini. Angka Rp17.000 itu angka psikologis,” ucapnya.

baca juga

Menurut Harris, Bank Indonesia (BI) memiliki berbagai instrumen untuk menstabilkan nilai tukar, mulai dari intervensi di pasar spot hingga penggunaan instrumen Non-Deliverable Forward (NDF) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

“BI punya cukup banyak instrumen, baik di pasar spot maupun melalui NDF dan DNDF. Otoritas moneter pasti akan bekerja maksimal mempertahankan rupiah,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa intervensi yang terlalu agresif juga memiliki konsekuensi. Salah satunya adalah potensi eksportir menahan dolar hasil ekspor mereka.

“Kalau otoritas moneter terlalu keras menjaga rupiah, eksportir yang punya dolar bisa cenderung tidak menjual dolarnya. Akibatnya suplai dolar terbatas. Tapi saya rasa BI mampu mengatasi ini dengan baik,” tambah Harris.

Lebih lanjut, Harris menyoroti pentingnya sinergi antarotoritas dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan perekonomian nasional secara keseluruhan.

“Kuncinya adalah kerja sama yang benar-benar harmonis antaranggota KSSK, antara Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, OJK, dan LPS,” ujarnya.

Ia menegaskan, dengan koordinasi yang solid dan kebijakan yang selaras sesuai kewenangan masing-masing lembaga, stabilitas ekonomi Indonesia dapat tetap terjaga di tengah tekanan global.

“Selama mereka bekerja sama dengan baik, bersama-sama mengamankan perekonomian republik ini, saya optimistis kondisi bisa dikendalikan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up

Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up

Sport | Senin, 26 Januari 2026 | 15:18 WIB

Tiga Kunci Keberhasilan Para Judo Indonesia Sikat Semua Emas di ASEAN Para Games 2025

Tiga Kunci Keberhasilan Para Judo Indonesia Sikat Semua Emas di ASEAN Para Games 2025

Sport | Senin, 26 Januari 2026 | 15:13 WIB

ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga

ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga

Sport | Senin, 26 Januari 2026 | 15:08 WIB

PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral

PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 15:15 WIB

Hasto Kristiyanto: Satyam Eva Jayate Adalah Benteng Moral PDIP Tegakkan Kebenaran

Hasto Kristiyanto: Satyam Eva Jayate Adalah Benteng Moral PDIP Tegakkan Kebenaran

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:38 WIB

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:34 WIB

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:26 WIB

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:23 WIB

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:22 WIB

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:17 WIB

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:10 WIB

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:51 WIB

Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK

Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:48 WIB

DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu

DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:43 WIB

×