Bukan Reshuffle Besar-besaran, Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Bakal Ganti Wamenkeu

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 28 Januari 2026 | 15:58 WIB
Bukan Reshuffle Besar-besaran, Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Bakal Ganti Wamenkeu
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. (Suara.com/Novian)
  • Mensesneg Prasetyo Hadi membenarkan ada perombakan kabinet terbatas untuk mengisi posisi Wamenkeu yang ditinggalkan Thomas Djiwandono.
  • Thomas Djiwandono meninggalkan jabatan Wamenkeu karena telah terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia melalui *fit and proper test* DPR.
  • Pengamat politik menilai kekosongan jabatan tersebut dapat menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk melakukan evaluasi dan perombakan kabinet lebih luas.

Suara.com - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, buka suara mengenai kemungkinan perombokan kabinet atau reshuffle, seirimg kosongnya jabatan Wakil Menteri Keuangan yang ditinggal Thomas Djiwandono.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu kekinian dipilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia usai mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPR.

Pras membenarkan bahwa akan ada reshuffle dalam konteks mengisi jabatan wamenkeu yang kini kosong. Tetapi untuk perombakan kabinet, Pras menegaskan tidak ada.

"Enggak ada. Kalau maknanya reshuffle adalah karena ada proses beralihnya jabatan Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang kemarin telah melalui proses fit and proper test di DPR, itu benar," tutur Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1/2026).

"Artinya ada, ada jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan oleh beliau karena penugasan ke tempat yang lain," kataya menambahkan.

Kendati demikian, Pras belum memastikan kapan Presiden Prabowo akan melantik pengganti Thomas.

"Belum, belum. Kan belum selesai proses, proses Deputi apa, Gubernur BI-nya kan belum selesai," kata Pras.

Termasuk ihwal siapa saja kandidat wamenkeu ke depan, Pras belum mengungkapkan.

"Tunggu dulu," kata Pras.

Pintu Masuk Reshuffle

Kekosongan jabatan Wakil Menteri Keuangan usai ditinggal Thomas Djiwandono yang memilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia bisa menjadi pintu masuk bagi Presiden Prabowo Subianto untuk merombak kabinet atau reshuffle.

Pengamat politik Arifki Chaniago mengatakan dalam politik, kursi kosong jarang berhenti sebagai urusan teknis. Kursi kosong justru sering menjadi bola liar yang memicu evaluasi ke pos lain.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono memberi salam saat mengikuti Rapat Paripurna DPR ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono memberi salam saat mengikuti Rapat Paripurna DPR ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Kekosongan jabatan di Kementerian Keuangan mungkin saja merembet, membuka peluang terjadinya reshuffle secara besar-besaran, namun mungkin juga tidak. Arifki menegaskan hal tersebut bergantung terhadap keputusan Prabowo

Menurutnya jika Prabowo memilih langkah minimal, penggantian bisa berhenti di level wakil menteri. Sebaliknya, jika presiden menilai ada sektor lain yang perlu diperkuat, reshuffle menteri lain menjadi opsi yang rasional.

“Ini momentum yang sering disebut sebagai sekalian berbenah. Presiden bisa saja memanfaatkan satu kursi kosong untuk menata ulang lebih dari satu pos,” kata Arifki dalam keterangannya kepada Suara.com, Rabu (28/1/2026).

Kekinian isi reshuffle semakin nyaring. Menurut Arifki hal tersebut tidak terlepas dari usia kabinet yang memasuki fase pembuktian pada tahun ini. Menurut Arifki fase pembuktian membuat toleransi terhadap kinerja anggota kabinet yang tidak optimal cenderung menurun.

“Di tahun pembuktian, satu masalah jarang diperlakukan sebagai masalah tunggal. Biasanya dibaca sebagai bagian dari gambaran besar,” kata Arifki.

Kendati reshuffle sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden, Arifki membaca kursi kosong sepeninggalan Thomas akan membuat panas dingin bagi menteri lain. Mengingat peluang pintu masuk reshuffle dari kekosongan jabatan wamenkeu tetap memungkinkan.

“Tapi yang jelas, kursi kosong Wamenkeu sudah cukup untuk menggoyang radar politik. Dari situ, tafsir reshuffle ke menteri lain menjadi wajar,” kata Arifki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Juda Agung Disebut Kandidat Kuat Wamenkeu, Istana Tegaskan Belum Ada Keputusan

Juda Agung Disebut Kandidat Kuat Wamenkeu, Istana Tegaskan Belum Ada Keputusan

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:48 WIB

Isu Reshuffle Memanas: Antara 'Anak Ideologis' dan 'Keponakan', Siapa yang Bertahan di Kabinet?

Isu Reshuffle Memanas: Antara 'Anak Ideologis' dan 'Keponakan', Siapa yang Bertahan di Kabinet?

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:23 WIB

Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet

Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:17 WIB

Isu Reshuffle Memanas, Istana Pastikan Sore Ini Fokus pada Pelantikan Dewan Energi Nasional

Isu Reshuffle Memanas, Istana Pastikan Sore Ini Fokus pada Pelantikan Dewan Energi Nasional

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:12 WIB

KSP Qodari Jawab Soal Isu Reshuffle Kabinet: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu

KSP Qodari Jawab Soal Isu Reshuffle Kabinet: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:52 WIB

Terkini

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:27 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:07 WIB

Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia

Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:50 WIB

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:43 WIB

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:39 WIB

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:20 WIB

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:07 WIB