Cabut Izin 28 Perusahaan Pascabencana, Auriga Nusantara Nilai Pemerintah Cuma Gimmick

Bella

Rabu, 28 Januari 2026 | 16:01 WIB
Cabut Izin 28 Perusahaan Pascabencana, Auriga Nusantara Nilai Pemerintah Cuma Gimmick
Seorang bocah berjalan meniti kayu-kayu yang memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). [ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/foc]
baca 10 detik
  • Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan pascabencana di Sumatera dan Aceh, namun Auriga Nusantara menganggapnya hanya gimmick publik.
  • Penelusuran Auriga menunjukkan banyak perusahaan yang izinnya dicabut tidak beroperasi di wilayah terdampak bencana baru-baru ini.
  • Auriga telah berulang kali memberi peringatan dini tentang kerusakan lingkungan pemicu bencana jauh sebelum peristiwa terjadi.

Suara.com - Langkah pemerintah mencabut izin 28 perusahaan yang dianggap melanggar aturan pascabencana besar di Sumatera dan Aceh menuai kritik tajam. Direktur Penegakan Hukum Auriga Nusantara, Roni Saputra, menilai kebijakan tersebut terkesan hanya sebagai gimmick untuk meredam kemarahan publik.

Roni mengungkapkan hasil penelusuran Auriga Nusantara terhadap daftar 28 perusahaan yang izinnya dicabut. Hasilnya, banyak perusahaan tersebut justru tidak beroperasi di wilayah yang terdampak bencana longsor dan banjir baru-baru ini.

“Jadi waktu pas kita membaca beritanya, wih ini keren nih pemerintah, langsung kita salut ya. Kemudian kita coba cek satu-satu perusahaannya, ada yang tidak di daerah bencana," ungkap Roni dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Rabu (28/1/2026).

Ia mencontohkan, beberapa perusahaan yang dicabut izinnya berada di wilayah Sumba dan Riau yang tidak terdampak bencana dalam peristiwa tersebut. Kondisi ini memicu asumsi bahwa pemerintah hanya ingin terlihat progresif di mata masyarakat.

“Kemudian sebagian teman-teman berasumsi, ‘Oh, jangan-jangan ini gimmick dari pemerintah’, bahwa pemerintah sudah melakukan tindakan langkah yang progresif mencabut izin-izin perusahaan yang dikaitkan dengan bencana," tambahnya.

Roni juga menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang memicu bencana di Aceh dan Sumatera Utara bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Auriga Nusantara bersama aktivis lingkungan lainnya, kata dia, telah berulang kali memberikan peringatan dini kepada pemerintah jauh sebelum bencana melanda.

Salah satu kasus yang disoroti adalah ancaman terhadap ekosistem Batang Toru, habitat satwa langka Orangutan Tapanuli, yang terancam oleh aktivitas pertambangan emas, perkebunan sawit, hingga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

"Kita masih ingat meninggalnya Golfrid Siregar, aktivis WALHI di Sumatera Utara yang mengadvokasi Batang Toru. Itu sudah jauh-jauh hari diingatkan," tegas Roni.

Menurut Roni, apabila pemerintah mau mendengarkan masukan dari masyarakat sipil dan organisasi lingkungan sejak awal, dampak bencana yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian materi di Sumatera dan Aceh seharusnya tidak separah saat ini.

baca juga

Ia pun menyayangkan pola pemerintah yang baru bertindak tegas setelah bencana terjadi dan korban berjatuhan.

"Artinya gini, kalau serius pemerintah, kenapa pada setelah terjadi bencana? Ya kan mestinya dari awal-awal itu dilakukan oleh pemerintah. Setidak-tidaknya akan bisa mengurangi dampak dari bencana," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai

Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 18:09 WIB

Waspada Angin Kencang, 51 Rumah Hingga Sekolah di Cilincing Sudah Porak-Poranda

Waspada Angin Kencang, 51 Rumah Hingga Sekolah di Cilincing Sudah Porak-Poranda

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 10:06 WIB

Peran BUMN Tangani Bencana Diapresiasi

Peran BUMN Tangani Bencana Diapresiasi

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 23:13 WIB

Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan

Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 19:27 WIB

Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka

Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:08 WIB

Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur

Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:22 WIB

Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya

Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 22:06 WIB

Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Gebuk 'Oligarki Serakahnomic'

Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Gebuk 'Oligarki Serakahnomic'

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:15 WIB

JATAM: Negara Lindungi Korporasi Terafiliasi Elite di Balik Bencana Sumatra

JATAM: Negara Lindungi Korporasi Terafiliasi Elite di Balik Bencana Sumatra

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:27 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sekolah di Sumbar-Sumut Mulai Normal 100 persen, di Aceh Baru 95 persen

Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sekolah di Sumbar-Sumut Mulai Normal 100 persen, di Aceh Baru 95 persen

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 21:38 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×