Menteri PPPA Tegaskan Kasus 'Sewa Pacar' di Tasikmalaya Bukan Hiburan, Tapi Child Grooming

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:38 WIB
Menteri PPPA Tegaskan Kasus 'Sewa Pacar' di Tasikmalaya Bukan Hiburan, Tapi Child Grooming
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Kasus 'sewa pacar' di Tasikmalaya mengungkap evolusi kekerasan anak yang bermodus relasi emosional palsu.
  • Menteri PPPA menyatakan praktik tersebut merupakan *child grooming* serius yang telah menimpa tiga anak korban.
  • Penanganan kasus melibatkan Polres Tasikmalaya serta penekanan pada literasi dan sistem pelaporan perlindungan anak.

Suara.com - Kasus konten 'sewa pacar' di Tasikmalaya membongkar wajah lain kekerasan terhadap anak yang kini tak lagi tampil kasar atau terang-terangan, melainkan menyaru sebagai hiburan dan relasi emosional palsu.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan praktik tersebut mengarah pada child grooming dan telah menyebabkan tiga anak menjadi korban.

Kasus itu juga disebut menjadi alarm keras bahwa kekerasan terhadap anak terus berevolusi. Modusnya tak lagi selalu berupa paksaan fisik, melainkan dibungkus kedekatan emosional, candaan, dan hubungan semu yang tampak “ringan” seperti sewa pacar.

“Anak tidak boleh menjadi korban kejahatan yang dibungkus hiburan. Setiap bentuk child grooming adalah kejahatan serius yang harus ditindak tegas. Negara tidak boleh abai dan harus hadir melindungi anak,” tegas Arifah dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).

Child grooming merupakan kejahatan yang dilakukan secara bertahap dan manipulatif. Pelaku secara perlahan membangun kepercayaan, menciptakan ikatan emosional, hingga menurunkan pertahanan psikologis korban. Dalam proses ini, anak dibuat merasa aman, diperhatikan, bahkan bergantung secara emosional, sebelum akhirnya dieksploitasi.

Praktik “sewa pacar” dinilai menjadi pintu masuk berbahaya karena menormalisasi relasi intim semu, terutama ketika melibatkan anak. Relasi yang seharusnya jelas batasnya justru dikaburkan, membuat korban sulit menolak atau melaporkan karena merasa terikat secara emosional.

Arifah menegaskan bahwa child grooming tidak hanya terjadi di ruang digital, tetapi juga bisa berlangsung di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, hingga komunitas. Pelaku memanfaatkan relasi kuasa, kedekatan, dan kerentanan anak untuk menurunkan kewaspadaan secara perlahan.

“Kita harus membekali anak dengan literasi digital dan pendidikan seksualitas sesuai usia, membangun keberanian anak untuk menolak dan berkata ‘tidak’, serta memastikan anak berani melapor. Peran orang tua, pendidik, dan masyarakat sangat menentukan,” ujarnya.

Saat ini kasus sewa pacar itu telah diproses oleh Polres Tasikmalaya usai dilaporkan masyarakat setempat.

baca juga

Selain penegakan hukum, Arifah menekankan pentingnya pencegahan melalui pendampingan penggunaan gawai, komunikasi yang hangat dan terbuka antara orang tua dan anak, serta penerapan prosedur perlindungan anak yang mudah dijalankan. Sistem pelaporan juga harus aman dan ramah anak agar korban tidak takut bersuara.

“Anak harus dibekali pengetahuan untuk melindungi diri, didengar perasaannya, dan merasa aman untuk menyampaikan pengalaman yang tidak nyaman. Lingkungan yang aman dan responsif adalah kunci utama pencegahan child grooming,” katanya.

Kementerian PPPA memastikan akan terus memantau penanganan kasus ini dan memperkuat sinergi lintas sektor untuk memastikan perlindungan anak berjalan optimal. Masyarakat diimbau tidak ragu melaporkan setiap indikasi kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Layanan SAPA 129 di Call Center 129 atau WhatsApp 08111-129-129.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA Akui Biaya Visum Korban Kekerasan Seksual Belum Sepenuhnya Ditanggung Negara

Menteri PPPA Akui Biaya Visum Korban Kekerasan Seksual Belum Sepenuhnya Ditanggung Negara

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 18:37 WIB

Waspada Predator Berkedok Kreator: Bedah Kasus Konten "Sewa Pacar Satu Jam" yang Incar Anak SMA

Waspada Predator Berkedok Kreator: Bedah Kasus Konten "Sewa Pacar Satu Jam" yang Incar Anak SMA

Your Say | Kamis, 29 Januari 2026 | 11:40 WIB

Menteri PPPA Minta Siswi SMPN 6 Denpasar Korban Pelecehan Seksual Tak Dikeluarkan atau Dikucilkan

Menteri PPPA Minta Siswi SMPN 6 Denpasar Korban Pelecehan Seksual Tak Dikeluarkan atau Dikucilkan

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:10 WIB

Apel Akbar Guru Honorer, 2.900 Guru Madrasah Desak Status PPPK

Apel Akbar Guru Honorer, 2.900 Guru Madrasah Desak Status PPPK

Foto | Senin, 26 Januari 2026 | 19:45 WIB

Menteri PPPA Tegas Soal MBG: Hak Anak yang Tak Boleh Dilanggar

Menteri PPPA Tegas Soal MBG: Hak Anak yang Tak Boleh Dilanggar

News | Senin, 26 Januari 2026 | 09:35 WIB

Mengecam Konten "Sewa Pacar" Libatkan Pelajar

Mengecam Konten "Sewa Pacar" Libatkan Pelajar

Your Say | Minggu, 25 Januari 2026 | 10:38 WIB

Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Arifah Singgung Ancaman Child Grooming

Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Arifah Singgung Ancaman Child Grooming

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 13:41 WIB

Terkini

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×