Tim Pencari Fakta Belum Dibentuk, DPR Beri Waktu Polri Usut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 16 Maret 2026 | 13:27 WIB
Tim Pencari Fakta Belum Dibentuk, DPR Beri Waktu Polri Usut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Komisi III DPR RI memberikan kesempatan kepada Polri mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
  • Keputusan ini diambil pada Senin (16/3/2026) setelah mempertimbangkan opsi pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF).
  • Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di Jakarta Pusat saat usai rekaman siniar sensitif.

Suara.com - Komisi III DPR RI memutuskan untuk memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. 

Hal ini merespons adanya dorongan publik agar segera dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) guna menghindari berlarutnya penanganan kasus seperti pada kasus Novel Baswedan di masa lalu.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengungkapkan bahwa dalam rapat internal khusus yang digelar Senin (16/3/2026), opsi pembentukan TPF telah dikaji secara mendalam. 

Namun, untuk kekinian, DPR memilih untuk mengedepankan kerja aparat penegak hukum.

"Teman-teman terimakasih. Kita tadi rapatnya cukup alot dan sangat dalam mengkaji beberapa alternatif-alternatif itu. Kesepakatan kita tadi, kita beri kesempatan Polri menjalankan tugasnya. Kesimpulan kita hari ini memberikan ruang yang cukup pada Polri," ujar Hinca saat ditemui usai rapat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Hinca menegaskan, bahwa meskipun TPF belum dibentuk saat ini, Komisi III sangat serius dalam mengawal kasus ini. 

Ia menyatakan bahwa seluruh anggota Komisi III dalam posisi standby dan siap dipanggil kapan saja oleh pimpinan untuk melakukan rapat kerja, meski saat ini sebagian besar anggota sedang berada di daerah pemilihan (dapil).

"Kami tadi standby semua nih, kalau misalnya dalam satu dua hari ini ada rapat yang diperlukan, kembali dari dapil semua. Ini rata-rata sudah ada yang di dapil kembali. Artinya Komisi III sangat serius kasus ini," tegasnya.

Terkait desakan pembentukan tim independen agar kasus tidak mandek hingga bertahun-tahun, Hinca meminta masyarakat untuk bersabar memantau perkembangan dalam beberapa waktu ke depan.

baca juga

"Oke, soal tim pencari fakta untuk sementara kita tunggu dulu situasi yang terjadi, tapi ruang tempat di sini kan nanti kita panggil termasuk Kontras, termasuk nanti para pihak yang kita anggap, tadi sudah dijelaskan oleh Ketua. Mohon bersabar teman-teman tapi kami semua standby, kapan saja Ketua panggil kami, kami akan rapat," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengeluarkan pernyataan tegas mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Insiden mengerikan ini terjadi di kawasan Jakarta Pusat dan menambah daftar panjang kekerasan terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menegaskan bahwa serangan ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk kekerasan serius yang menargetkan individu karena aktivitas advokasi mereka.

Menurutnya, penyelidikan menyeluruh oleh kepolisian sangat diperlukan untuk mengungkap dalang di balik aksi brutal tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada malam hari, tepatnya sekitar pukul 23.37 WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivis HAM Indonesia: Pekerjaan Paling Berbahaya dengan Nyawa Taruhannya

Aktivis HAM Indonesia: Pekerjaan Paling Berbahaya dengan Nyawa Taruhannya

Your Say | Senin, 16 Maret 2026 | 13:20 WIB

Satu Suara, Lintas Fraksi di DPR Desak Penangkapan Perencana Serangan Terhadap Andrie Yunus

Satu Suara, Lintas Fraksi di DPR Desak Penangkapan Perencana Serangan Terhadap Andrie Yunus

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:28 WIB

Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus, Minta Kemenkes Tanggung Pengobatan

Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus, Minta Kemenkes Tanggung Pengobatan

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:20 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×