Kisruh Dana Kolegium Dokter Indonesia, PP PDUI Laporkan Eks Ketua dan Bendahara ke Polisi

Vania Rossa

Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:21 WIB
Kisruh Dana Kolegium Dokter Indonesia, PP PDUI Laporkan Eks Ketua dan Bendahara ke Polisi
PDUI Lapor Dugaan Penggelapan. (Suara.com/Vania)
baca 10 detik
  • PP PDUI melaporkan mantan Ketua dan Bendahara KDI ke polisi Jakarta terkait dugaan penggelapan dana organisasi.
  • Dugaan muncul karena dana KDI senilai Rp13,2 Miliar masih dikuasai rekening lama pasca pergantian pengurus sah.
  • Langkah hukum meliputi laporan pidana pasal penggelapan dan gugatan perdata terhadap bank pengelola rekening tersebut.

Suara.com - Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) resmi melaporkan mantan Ketua dan bendahara Kolegium Dokter Indonesia (KDI) ke kepolisian atas dugaan penggelapan dana organisasi.

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Presidium PP PDUI periode 2025–2028, Mariany Shimizu, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/1/2026). Ia menyebut laporan telah diajukan ke aparat penegak hukum terkait pengelolaan dana KDI yang bersumber dari sertifikasi dan resertifikasi dokter umum di seluruh Indonesia.

“Pada hari ini kami selaku presidium telah membuat laporan polisi terhadap saudara MG selaku mantan Ketua Kolegium Dokter Indonesia dan FE selaku bendahara. Laporan ini terkait dugaan penggelapan dan penggelapan dalam jabatan,” ujar Mariany.

Dana Diduga Dikelola Tak Sesuai Tupoksi

Kuasa hukum PP PDUI, Yan Marmuk, menjelaskan bahwa terdapat dua jalur hukum yang ditempuh, yakni pidana dan perdata. Untuk jalur pidana, laporan yang diajukan mencakup dugaan pelanggaran Pasal 372 dan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan penggelapan dalam jabatan.

Menurut Yan, laporan dibuat setelah pihaknya melayangkan beberapa kali somasi kepada terlapor, namun tidak mendapat respons.

“Setelah somasi tidak diindahkan, maka pada Senin kemarin kami lanjutkan dengan laporan polisi,” katanya.

Ia menjelaskan, dugaan penggelapan muncul karena terlapor disebut masih menguasai rekening organisasi meski jabatannya telah berakhir. Hal ini terjadi setelah Kongres Nasional (Konas) V PDUI yang digelar pada 13–15 Desember 2024 di Jakarta menetapkan kepengurusan baru serta pembaruan AD/ART organisasi.

“Saat penyerahan laporan pertanggungjawaban dalam kongres, yang diserahkan hanya jabatan dan laporan, namun rekening masih atas nama yang bersangkutan. Sampai sekarang rekening tersebut tidak bisa digunakan oleh pengurus baru yang sah,” jelas Yan.

baca juga

Menurutnya, kondisi itu membuat pengurus baru tidak memiliki akses terhadap dana organisasi.

Nilai Dana Capai Rp13,2 Miliar

Berdasarkan laporan keuangan terakhir sebelum pergantian kepengurusan, dana dalam rekening KDI disebut mencapai sekitar Rp13,2 miliar. Namun, PP PDUI mengaku tidak bisa memastikan berapa jumlah dana yang diduga telah disalahgunakan karena tidak memiliki akses terhadap rekening tersebut.

“Kami hanya bisa menduga berdasarkan laporan terakhir, karena sampai saat ini kami tidak bisa mengakses rekening itu,” ujar Yan.

Ia menegaskan bahwa perkara ini tidak berkaitan dengan kegagalan penerbitan sertifikasi dokter, melainkan dugaan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) organisasi.

“Bukan soal sertifikasi tidak keluar, tetapi penggunaan dana yang diduga tidak sesuai dengan tupoksi,” tambah Mariany.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Serahkan Tersangka Investree ke Kejari Jaksel

OJK Serahkan Tersangka Investree ke Kejari Jaksel

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 07:09 WIB

Suami Boiyen Akhirnya Bicara, Bantah Dugaan Penggelapan Dana Rp 300 Juta

Suami Boiyen Akhirnya Bicara, Bantah Dugaan Penggelapan Dana Rp 300 Juta

Video | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:00 WIB

Kronologi Penggelapan Dana Konser Twice, Bos Mecimapro Tarik Duit untuk Pribadi

Kronologi Penggelapan Dana Konser Twice, Bos Mecimapro Tarik Duit untuk Pribadi

Entertainment | Selasa, 02 Desember 2025 | 18:03 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×