- Rocky Gerung menyindir pertemuan Prabowo dengan tokoh bangsa di Kertanegara, menyoroti kegelisahan pemerintah terhadap politik arus bawah.
- Rocky menilai ada kontradiksi antara pertemuan rekonsiliatif Presiden dengan tudingan adanya kekuatan asing di balik demonstrasi.
- Kegelisahan politik saat ini disebabkan beban warisan kebijakan buruk terakumulasi selama sepuluh tahun pemerintahan sebelumnya.
"Apakah hutan yang di Sumatera itu hancur gara-gara satu tahun Prabowo? Ya. Tetapi dia akumulasi dari 10 tahun dibiarkan oleh Presiden Jokowi," imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Rocky menyebut bahwa Indonesia kini mengalami krisis identitas bernegara yang serius. Ia memandang bahwa secara fisik bentuk negara masih republik.
Namun substansi dan etika pengelolaannya telah bergeser menjadi mentalitas feodal atau kerajaan.
"Artinya selama 10 tahun tidak ada etos republikanisme, yang ada adalah etos kerajaan. Jadi kita hidup di dalam bentuk republik without republicanism ethics. Kita sebut ini republik, tapi kalau kita cari ke segala sudut, mana etos republikanisme?" ujarnya.