- Gubernur DKI Jakarta meninjau pembangunan Rumah Pompa Daan Mogot KM 13 pada Selasa (3/2/2026) untuk mengatasi banjir.
- Pemprov DKI Jakarta akan memasang tiga pompa stasioner baru dengan kapasitas total 7.000 liter per detik.
- Penataan rumah pompa stasioner di titik KM 13, 13A, dan 13B ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung pembangunan Rumah Pompa Daan Mogot KM 13, Jakarta Barat, pada Selasa (3/2/2026).
Pramono menjelaskan bahwa wilayah tersebut selama ini menjadi langganan banjir karena posisi jalan yang berada di bawah permukaan Sungai Mookervart.
"Jadi diapakan saja, kalau kemudian hujan, curah hujan nggak perlu sampai dengan 200 (milimeter), 100 saja, tempat ini pasti sudah banjir," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan memasang tiga pompa stasioner sekaligus di lokasi tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penanganan jangka pendek agar genangan air di kawasan Daan Mogot bisa segera teratasi saat curah hujan tinggi.
Pramono menyebutkan peningkatan kapasitas pompa di lokasi tersebut akan sangat signifikan dibandingkan fasilitas yang ada sebelumnya.
"Kalau dulu di tempat ini hanya ada kurang lebih 1.000 liter per detik, dan itu pun mobile. Sekarang dengan pompa yang stasioner yang tetap akan ada di sini, kapasitasnya menjadi tujuh kali, kurang lebih 7.000 liter per detik," papar politisi PDIP tersebut.
Pemasangan pompa ini diharapkan mampu mengimbangi debit air sungai yang sering meluap ke badan jalan.
Selain itu, Pramono menegaskan bahwa proyek pembangunan di titik tersebut yang sempat terbengkalai akan segera dirampungkan.
Baca Juga: Pramono Tak Akan Tutup RDF Rorotan Meski Diprotes Warga hingga Menangis: Problem-nya Lebih Rumit
Ia menargetkan seluruh penataan rumah pompa stasioner di KM 13, 13A, dan 13B tuntas dalam waktu dekat.
Dengan penambahan kapasitas ini, warga di sekitar kawasan tersebut diharapkan tidak lagi terdampak banjir parah saat hujan mengguyur Jakarta.