Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi

Vania Rossa

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:59 WIB
Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Mahfud MD menyoroti kekerasan aparat terhadap warga sipil, mencontohkan insiden penjual es di Kemayoran, Jakarta Pusat.
  • Menurut Mahfud, kasus berulang seperti di Bekasi 2018 dan Sleman menunjukkan kultur kesewenang-wenangan dan minimnya profesionalisme aparat.
  • Reformasi Polri sedang berproses untuk mencari solusi struktural mengatasi kebrutalan aparat yang menggerus kepercayaan publik.

Suara.com - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyorot masih terjadinya kekerasan dan kesewenang-wenangan aparat kepolisian di tengah menguatnya tuntutan publik terhadap reformasi Polri.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud dalam podcast Terus Terang saat menanggapi kasus kekerasan yang dilakukan oknum Babinkamtibmas Polri dan Babinsa TNI terhadap seorang penjual es di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang belakangan viral di media sosial.

Menurut Mahfud, insiden tersebut mencerminkan rendahnya profesionalisme aparat di lapangan, bahkan terjadi saat institusi Polri tengah berada dalam sorotan tajam masyarakat.

“Ya itu bebal namanya. Keterlaluan gitu ya,” ujar Mahfud, dikutip Rabu (4/2/2026).

Ia menekankan, dalam beberapa bulan terakhir kritik terhadap Polri berlangsung masif, baik dari masyarakat sipil maupun melalui mekanisme internal, termasuk tim transformasi Polri dan komisi percepatan reformasi. Namun demikian, peristiwa kekerasan tetap berulang.

“Polisi sedang dibedah isi perutnya oleh masyarakat, ada tim transformasi Polri yang internal, ada komisi percepatan reformasi yang semua tersiar ke depan publik,” katanya.

Mahfud menilai, insiden tersebut menunjukkan persoalan mendasar pada kualitas sumber daya manusia serta kultur penegakan hukum di tubuh Polri. Ia mengingatkan, praktik serupa bukan kali pertama terjadi.

Ia kemudian menyinggung sejumlah kasus lama, salah satunya peristiwa tahun 2018 di Bekasi. Saat itu, seorang warga bernama Irfan yang membela diri dari begal justru sempat ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Status tersebut baru dikoreksi setelah Mahfud melaporkannya langsung kepada Presiden Joko Widodo.

“Besoknya si Irfan ini dipanggil ke Polda, diberi hadiah ‘Kamu telah membantu polisi mengatur keamanan’, padahal sebelumnya tersangka sebagai pembunuh,” ungkap Mahfud.

baca juga

Kasus serupa, lanjutnya, terjadi di Sleman, Yogyakarta. Seorang warga bernama Hogi yang mengejar pelaku penjambretan terhadap istrinya justru dijadikan tersangka. Mahfud menyebut, peristiwa itu sebenarnya sudah lama terjadi, namun baru ditindak setelah viral.

“Artinya apa? Artinya kalau nggak viral orang tidak ada tindakan,” tegasnya.

Dalam pandangan Mahfud, kesalahan aparat dalam kasus-kasus tersebut tidak dapat semata-mata dibenarkan sebagai ketidaktahuan hukum. Ia menilai aparat, khususnya di wilayah perkotaan, seharusnya memahami prinsip dasar hukum pidana, termasuk konsep pembelaan terpaksa dan alasan pembenar.

“Agak tidak masuk akal bagi saya kalau mereka itu tidak mengerti pasal-pasal gitu ya,” ujarnya.

Mahfud menyimpulkan, akar persoalan lebih dekat pada tindakan sewenang-wenang dan kebrutalan aparat.

“Iya, banyak kasus seperti itu. Kebrutalan saja saya bilang. Kebrutalan yang kemudian menimbulkan tindakan kesewenang-wenangan,” tuturnya.

Ia memastikan, berbagai persoalan tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan Komisi Reformasi Polri. Namun, komisi tidak akan membuka detail setiap kasus ke publik, melainkan fokus pada perumusan solusi yang bersifat struktural.

“Itu bagian nanti bagaimana cara menyelesaikan ini, reformasi macam apa yang bisa menyelesaikan kebrutalan-kebrutalan semacam itu. Ini sekarang sedang berproses,” pungkasnya.

Mahfud menegaskan, agenda reformasi Polri mencakup penanganan berbagai persoalan mendasar tersebut. Praktik pemerasan, penganiayaan, hingga dugaan jual beli perkara yang masih bersifat laten dinilai terus menggerus kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, sehingga menjadi alasan penting dilakukannya reformasi menyeluruh di tubuh Polri.

Reporter: Dinda Pramesti Kusumawardani

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Beberkan 4 Isu Krusial Komisi Reformasi Polri: Posisi Kapolri hingga Penguatan Kompolnas

Mahfud MD Beberkan 4 Isu Krusial Komisi Reformasi Polri: Posisi Kapolri hingga Penguatan Kompolnas

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:52 WIB

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 19:45 WIB

Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!

Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×