Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan

Dwi Bowo Raharjo, Dea Hardiningsih Irianto

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:03 WIB
Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan
Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas Feri Amsari dalam diskusi bertajuk ‘Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya bagi Iklim Usaha’ bersama Suara.com di Hotel Manhattan Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Alfian)
baca 10 detik
  • Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menduga sebagian kasus korupsi diciptakan kekuasaan, bukan murni tindak pidana korupsi.
  • UU KPK 2019 dinilai membuka ruang politisasi pemberantasan korupsi yang mengancam pebisnis dan politisi.
  • Feri mencontohkan kasus Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto sebagai dugaan penggunaan kasus korupsi untuk menghajar lawan politik.

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menduga bahwa tidak semua kasus korupsi yang ada benar-benar berasal dari tindak pidana korupsi yang terjadi. Menurut dia, ada kasus korupsi yang diciptakan oleh kekuasaan.

“Kita juga sadar tidak semua kasus korupsi adalah korupsi. Dia diciptakan oleh kekuasaan,” kata Feri dalam diskusi bertajuk ‘Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya bagi Iklim Usaha’ bersama Suara.com di Hotel Manhattan Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Feri mengaku curiga hal ini berawal dari disahkannya Undang-undang nomor 19 tahun 2019 tentang KPK yang dianggap bermasalah. Dia menilai aturan tersebut membuka ruang bagi politisasi pemberantasan korupsi.

“Saya sebut politisasi pemberantasan korupsi, jadi itu ancaman bagi para pebisnis dan politisi lainnya,” ujar Feri.

Hal lain yang dianggap menjadi persoalan ialah Foreign Corrupt Practices Act (FCPA). Sebab, aturan ini disebut bisa dipakai untuk menghajar lawan yang punya market bisnis di luar negeri.

“Jadi tidak sepenuhnya baik, ternyata ada undang-undang yang dipakai untuk kemudian mempolitisasi pemberantasan korupsi,” lanjut Feri.

“Sisi lainnya adalah kasus suap bagaimana kekuasaan menggunakan kasus korupsi untuk menghajar lawan. Jangan lupa sudah banyak praktik gitu,” tambah dia.

Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas Feri Amsari dalam diskusi bertajuk ‘Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya bagi Iklim Usaha’ bersama Suara.com di Hotel Manhattan Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Alfian)
Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas Feri Amsari dalam diskusi bertajuk ‘Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya bagi Iklim Usaha’ bersama Suara.com di Hotel Manhattan Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Alfian)

Feri lantas memberikan contoh kriminalisasi dengan dalih pemberantasan korupsi melalui kasus mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong yang sempat terjerat perkara dugaan korupsi pada importasi gula kristal mentah.

“Kasus Tom Lembong itu menarik untuk didiskusikan apakah itu politisasi atau tidak dengan melihat keadilannya, fairness-nya, imparsialitasnya. Kalau Tom Lembong diangkat dalam pengadaan gula, kenapa menteri-menteri sebelumnya tidak diangkat? Kan jadi aneh tidak berimbang,” tutur Feri.

baca juga

Kemudian, dia juga memberikan contoh berupa kasus dugaan suap pada pergantian antarwaktu anggota DPR RI 2019-2024 yang sempat menjadikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto sebagai terdakwa.

“Hasto ketika dia diciduk di awal, mungkin semua orang tidak akan ribut, tapi begitu selesai relasi romantisnya dengan Presiden Jokowi, tiba-tiba diciduk. Orang jadi bertanya-tanya kok dulu tidak diciduk, sekarang diciduk?” tandas Feri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya

Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:37 WIB

KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN

KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:57 WIB

Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook

Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook

News | Senin, 02 Februari 2026 | 22:06 WIB

Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender

Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender

News | Senin, 02 Februari 2026 | 21:45 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×