Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 19:02 WIB
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
Foto sebagai ILUSTRASI: Personel Band Sukatani tampil saat aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
  • Aidil pada Aksi Kamisan ke-896 mengkritik kebijakan istana yang dianggap menguntungkan elit dan borjuis, bukan rakyat.
  • Aidil mengecam sikap Kemlu RI yang dinilai "abu-abu" terkait konflik Asia Barat, menyerupai kemunduran diplomasi Indonesia.
  • Ia menuduh pemerintah ingin berbisnis senjata dengan Israel dan menyerukan solidaritas global atas dasar HAM universal.

Suara.com - Seorang peserta Aksi Kamisan ke-896, Aidil, kali ini membawakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat serta menyerukan solidaritas global untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dalam orasinya, Aidil, menyebut bahwa kebijakan yang lahir dari istana lebih banyak menguntungkan kepentingan elit dan kaum berkuasa.

“Kebijakan dari istana ini tidak pernah berpihak kepada rakyat proletar, tetapi selalu berpihak kepada rakyat borjuis,” ujar Aidil, dalam orasinya di depan Istana Negara, Kamis (5/2/2026).

Hal utama yang disoroti dalam aksi kali ini adalah sikap pemerintah terhadap konflik di Asia Barat. Aidil mengecam keras pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di media sosial X yang dianggap "abu-abu".

Menurutnya, dalam sebuah pernyataan mengecam serangan Israel baru-baru ini, Kemlu sama sekali tidak menyebutkan nama Palestina.

"Itu adalah suatu kemunduran diplomasi Indonesia. Apakah Prabowo lupa? apakah Sekjen Gerindra, Menteri Luar Negeri Sugiono lupa? bahwasannya Indonesia lahir, Indonesia tumbuh dari semangat anti-kolonialisme, dari semangat anti-imperialisme. " tegasnya.

Ia mengingatkan kembali memori sejarah tahun 1955, di mana Indonesia menjadi pelopor Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk menghimpun kekuatan melawan penjajahan.

Menurutnya, tindakan pemerintah saat ini yang dianggap condong mendukung blok Amerika Serikat dan membuka ruang diplomasi dengan Israel adalah pengkhianatan terhadap konstitusi.

Tudingan Bisnis Senjata dengan Israel

Lebih jauh, Aidil melontarkan tuduhan serius mengenai adanya kerja sama militer "terselubung" antara Indonesia dan Israel. Ia menduga keinginan pemerintah untuk mempercepat normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel didorong oleh kepentingan bisnis pertahanan.

"Maka dari itu, marilah kita kecam, pemerintah Zionist Prabowo itu.

Bahwasannya, apa yang dilakukan Prabowo ialah untuk cepat-cepat membuka diplomasi dengan Israel. Supaya apa? Supaya bisa berbisnis senjata dengan Israel," ujarnya.

Di akhir orasinya, Aidil juga mengajak masyarakat untuk menghimpun "Solidaritas Global" yang melampaui batas negara, ras, dan agama. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar isu agama, melainkan persoalan hak asasi manusia yang universal.

"Selama darah kita mengalir dalam tubuh kita, selama kita masih hidup di dunia ini, maka selama itulah kita harus melawan Zionis Israel. Selama itulah kita harus membela manusia.

Membela Palestina tidak hanya berbicara mengenai agama, tidak hanya mengenai manusia yang ada di Asia Barat sana. Tetapi ini tentang pembelaan terhadap hak asasi manusia,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gentengisasi Prabowo, Solusi Adem untuk Indonesia atau Mimpi yang Terlalu Berat?

Gentengisasi Prabowo, Solusi Adem untuk Indonesia atau Mimpi yang Terlalu Berat?

Liks | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:54 WIB

Prabowo Resmi Lantik Hakim MK Adies Kadir dan Wamenkeu Juda Agung di Istana Negara

Prabowo Resmi Lantik Hakim MK Adies Kadir dan Wamenkeu Juda Agung di Istana Negara

Foto | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:41 WIB

Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!

Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:31 WIB

Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata

Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:05 WIB

Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya

Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:41 WIB

Eddy Soeparno: Kalau Ditanya Hari Ini, Saya Dukung Pak Zulhas Dampingi Pak Prabowo di 2029

Eddy Soeparno: Kalau Ditanya Hari Ini, Saya Dukung Pak Zulhas Dampingi Pak Prabowo di 2029

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:38 WIB

Taklimat Presiden Prabowo: Eks BUMN Siap-Siap Dipanggil Kejaksaan Agung

Taklimat Presiden Prabowo: Eks BUMN Siap-Siap Dipanggil Kejaksaan Agung

Video | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:20 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB